
H a p p y R e a d i n g G u s y.
Maafin ya kalo banyak typo.
.
Malam hari Sarah terbangun karena lapar yang berakhir Sarah harus turun kebawah untuk makan. Sarah pun kembali ke kamar dengan perut kenyangnya. Ia melihat Ilham yang masih tertidur pulas efek kelelahan mungkin pikirnya.
Sarah yang mengingat besok mereka akan pergi pindah ke apartemen Ilham pun memilih membereskan semua pakaian dan barang barangnya lalu ia masukkan ke dalam koper.
Ilham terbangun karena terusik dengan kegiatan yang di lakukan sarah.
"Sar?" panggil ilham dengan suara khas bangun tidur nya.
Sarah yang sedang sibuk membereskan barang pum bergumam sambil menoleh ke arah Ilham lalu tersenyum.
"Udah bangun? Mau makan ngga?" tanya Sarah
"Nggak sar masih kenyang. Udah selesai ada yang mau aku bantuin nggak?" ilham berjalan menuju ke arah Sarah.
"Enggak ham udah selesai kok." ucap sarah sambil menutup koper.
__ADS_1
"Yaudah tidur lagi yok." ajak Ilham.
Tak butuh waktu lama pun mereka sudah tertidur dengan pulas.
.
Keesokan harinya
"Aaaaa"
Teriak sarah kencang saat melihat sebuah tangan kokoh berada di pinggangnya.
"Sttt brisik sar masih pagi" gumam ilham sambil mengeratkan pelukannya pada sarah.
Selesai mandi dan berganti pakaian Sarah menuruni tangga berjalam menuju dapur.
"Pagi bunn. Kak. Ada yang bisa sarah bantuin ngga?" tanya sarah sambil mencium pipi sang bunda dan sang kakak bergantiam
"Ehh anak bunda udah bangun. Bantuin kakak buat bumbu aja gih." surub vera
Tanpa diminta dua kali sarah langsung berjalan menuju sera dan membantu sang kakak membuat bumbu masakkan. Sera mengupas sarah yang mengulek. Kenapa pake ulekan ngga blender? Karena menurut vera rasa nya itu lo beda.
__ADS_1
Setelah beberapa waktu mereka riweuh di dapur makanan pun sudah matang.
"Bun sarah pamit ke kamar dulu ya. Mau nengok ilham udah bangun apa belum." pamit sarah. Tanpa menunggu jawaban sang bunda sarah sudah berjalan menaiki tangga menuju kamarnya. Karena kalau menunggu jawaban sang bunda ia yakin pasti akan mendapat godaan dari bunda dan kakaknya.
Begitu masuk kamar Sarah melihat Ilham masih dengan posisi tidurnya yang tadi. Posisi Wenak mungkin pikirnya. Tanpa basa basi sarah pun menggoyngkan bahu Ilham.
"Hamm bangun yukk. Udah siang."
Mendapat gangguan dalam tidurnya ilham pun mulai mengerjabkan matanya. Sarah yang melihat ilham sudah membuka matanya pun berjalan membuka gorden.
"Pagi."sapa ilham.
"Pagi ham. Mandi gihh udah siang. Lalu turun kebawah sarapan udah matang." ucap sarah sambil berjalan untuk menyiapkam baju sang suami.
Siang harinya sarah dan Ilham sudah bersiap untuk pindah ke apartemen pemberian papa ilham saat ilham kelas 10.
"Bunn sarah pamit yaa. Sarah pasti bakalan kangen sama suasana rumah. Terutama sama ayah dan bundaa." pamit sarah dengan mata berkaca kaca sambil memeluk wanita yang telah melahirkannya itu.
"Iya sayang ati ati di jalan. Makajya sering sering main kesini yaa. Inget Sarah harus nurut sama ilham" bujuk dan pesan sang bunda. Sarah mengganggukkan kepalanya.
"Ilham berangkat ya bun?" pamit ilham pada ibu mertuanya.
__ADS_1
"Iya ham. Jaga sarah ya!" pesan vera
"Siap bunda."