
"Sarah buruan." ucap ilham menyadarkan sarah dari fikirannya itu.
Sarah yang tersadar pun berlari kecil menuju ilham. Ketika mereka masuk mereka menjadi pusat tatapan mata di dalam cave tersebut. Ilham yang tampan, putih, tinggi bersama dengan sarah yang pendek, tembem, cantik dengan babby face nya. Sarah mengabaikan mereka semua dia terus berjalan mengikuti gandengan tangan ilham dengan santainya.
Yang membuat sarah heran semua pegawai menganggukkan kepalanya ke arah mereka. Sarah jadi bingung juga kenapa suaminya berjalan masuk ke dalam ruangan yang bertulis "MANAGER ROOM" bukan ke arah lobby tempat biasanya para pelayan berkumpul.
Ilham pun mendudukan diri di kursi yang bertuliskan manager dengan tertulis nama Ilham Hersyandi di bawahnya. Melihat sarah yang masih berdiri di depan pintu dengan tatapan bingung ilham pun menyuruhnya masuk.
"Masuk sar." ucap ilham
Sarah pun duduk tepat di depan ilham.
"Ham ini bener?" tanya sarah.
"Iya. Ini tuh cave punya aku." jawab ilham.
__ADS_1
"Kok aku ga tau?" heran sarah.
"He he iya maaf aku belom cerita soal pekerjaan aku ke kamu. Jadi selama ini uang yang aku kasih ke kamu itu uang hasil cave ini. Aku menafkahi kamu dengan uangku sendiri bukan pake uang papa dan mama." terang ilham.
Sarah pun tersenyum.
"Dari kapan kamu buka cave ham?" tanya sarah kepo.
"Aku buka cave ini udah lumayan lama tepatnya sejak aku smp. Aku buka cave ini dengan uang hasil tabungan aku. Awalnya ini hanya cave kecil kecilan. Alhamdulillahnya sekarang udah jadi cave yaaa yang seperti kamu tahu sekarang. Dan yang rencananya aku lagi mau buka cabang di beberapa kota. Aku minta kamu doakan semoga rejeki kita lancar dan jangan lupa semangatin aku terus ya." ucap ilham sambil memegang tangan sarah mengusapnya pelan.
"Alhamdulillah. Iya aku bakal terus doain dan terus semangatin kamu ham. Tapi inget kamu ga boleh lupa untuk belajar. Jangan terlalu fokus sama kerjaan. Lagian kan kamu masih sekolah. Lagian juga aku tuh ga butuh uang banyak dari kamu. Cukup kamu ada di samping aku itu aja udah bikin aku seneng ham. Cinta itu ga harus soal materi." terang sarah.
Ilham pun mengganggukkan kepalanya sambil tersenyum dan terus mengelus telapak tangan sang istri.
"Ya udah kamu masuk ke kamar pribadi aku yang ada di sana gih. Kamu pasti capek kan?" ucap ilham sambil menunjuk ke arah pintu yang berada di pojok ruangan.
__ADS_1
"Gak ah ham. Aku mau nunngguin kamu aja. Ada yang perlu aku bantuin ngga?" tanya sarah.
"Hemm ada nihh. Kamu ada ide quotes ngga? Aku lagi mau bikin quotes quotes baru. Kebetulan quotes minggu ini udah keluar semua." jawab ilham.
"Kamu bikin quotes quotes itu sendiri ham?" tanya sarah dengan tatapan kagetnya.
"Iya. Soalnya kan pelanggan cave kita kebanyakan seumuran kita. Jadi aku buat yang pas gitu loh." terang ilham.
"Kebetulan nih ham. Aku tuh sebenernya hobi bikin quotes." ucap sarah sambil menundukkan kepalanya.
"Wihh bener sar? Bisa dong kita kerja sama" ucap ilham dengan tatapan jahilnya.
"Wahh iya dong bisaa. Satu quotes harganya satu juta ya." ucap sarah dengan nada bercanda khasnya.
"Masaa gitu si sama suami. Mahal amat." ucap ilham sambil menampilkan wajah melasnya.
__ADS_1
Sarah dan ilham pun saling tatap beberapa detik dan kemudian tertawa bersama.