Ketosku Suamiku

Ketosku Suamiku
KS-28


__ADS_3

Sarah sebenarnya sudah terbangun ketika merasa tubuhnya seperti terbang karena di angkat oleh Ilham. Ia membuka mata sedikit mengintip wajah sang suami. Berusaha menahan senyum yang akan mengembang di bibirnya.


Ketika ilham meletakkannya di atas kasur dengan sangat pelan ia masih berusaha untuk pura pura tidur. Melihat sarah yang masih tertidur ilham geleng geleng kepala ternyata istrinya sama sekali tidak terganggu dengan apa yang ia lalukan.


Ilham mengecup dahi sarah. melangkahkan kaki mengambil handuk menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Mendengar suara gemericik air. sarah mengerjabkan matanya. lalu bangkit berjalan ke luar kamar menuju dapur. Menghangatkan makanan dan membuatkan teh untuk ilham.


ketika ilham keluar kamar mandi ia terbelalak melihat tak ada istrinya di kasur. Tercium harum makanan yang sangat lezat membuat cacing cacing di perutnya meronta ronta karena sedari tadi ia belum memasukkan makanan sedikit pun.


Ilham buru buru memakai baju yang tadi sempat di siapkan oleh sarah. Berjalan ke luar kamar dengan senyum tercetak lebar di wajah tampannya.


Sampai di dapur ia melihat sarah yang asik memanaskan makanan sambil bersenandung kecil. ilham berjalan mendekati sarah memeluknya dari belakang.


pluk


sarah memukul tangan ilham yang ada di pinggangnya.


"ngagetin aja sih ham." ucap sarah dengan nada sewotnya sambil terus membolak balik masakannya.


"maaf." ucap ilham mengecup pipi sarah.


sarah hanya menganggukkan kepalanya pelan tanpa menjawab ilham.


"Sarah kok gak di jawab si." rengek ilham.

__ADS_1


Sarah menghendikan bahunya acuh. ia kesal ilham pulang larut malam tanpa membalas pesan pesan yang ia kirimkan ke ilham.


Ilham mematikan kompor membalik badan sarah menjadi menghadapnya. Dengan wajah betenya Sarah menatap ke arah ilham.


"Kenapa?!" tanya Sarah cuek.


"maaf." jawab ilham cepat.


"maaf kenapa. emang lo punya salah sama gue?!" ucap sarah menggunakan lo gue nggak aku kamuan lagi.


Ilham mengerutkan kening menunjukkan wajah tidak suka mendengar ucapan sarah tadi.


"kok lo gue sih sar. aku kamu dong!" perintah ilham.


"nih di minum." ucap sarah setelah mendudukkan dirinya di kursi. ilhan berjalan mendekat mendudukan diri di kursi samping sarah. memegang lembut tangan sarah


"iya. makasih." ucap ilham sambil meminum tehnya.


sarah meninggalkan ilham sendiri di meja makan. ia mengambil makanan yang sudah ia hangatkan tadi. menghidangkannya di piring. mengambilkan nasi untuk ilham.


"kamu nggak makan?" tanya ilham saat sarah meletakkan piring berisi nasi dan cumi pedas manis di depannya.


"enggak gue udah kenyang." ucap sarah cuek.


ilham menghela nafas kasar. tanpa banyak tanya lagi ia memakan masakkan istrinya itu. rasanya sangat pas di lidah ilham. ini makanan terenak nomor dua (yang pertama mamahnya dong) yang pernah ia makan.

__ADS_1


ilham makan dengan tenang. ia berniat tidak membahas masalah tadi di meja makam. ia akan membicarakannya di kamar saja bersama sarah nanti.


Sarah semakin cemberut karena ilham sama sekali tidak menyuruhnya makan. padahal ia sebenarnya lapar. sangat lapar bahkan. Sarah belum makan malam dari tadi karena ia sengaja menunggu ilham pulang. ingin makan bersama dengan sang suami.


ilham melirim sarah yang cemberut dengan alis berkerut. Kenapa kok tambah cemberut sih. batin ilham


kruyukkk yukk


terdengar bunyi lolongan perut dengan sangat keras. perut siapa lagi kalau bukan sarah. suara itu menjelaskan kenapa sarah menjadi tambah cemberut. Ilham menjadi paham karenanya.


ilham menggelenggkan kepala sambil berusaha menahan tawa melihat ekspresi sarah yang meringis malu akibat suara perutnya itu.


malu maluin banget sih ni perutt. mana kenceng banget lagi. ilham jadi ngetawain gue kan. batin sarah.


sarah mendelik ke arah ilham


"ngapa lu liat liat. kalau mau ketawa ketawa aja nggak usah di tahan!!" sewot sarah.


ilham pun menyemburkan tawa nya puas. sangat lucu istrinya ini. ilham berusaha menghentikan ketawanya itu saat melihat eskpresi sarah yang sangat tidak di enakkan untuk di pandang.


ilham pun menyendokkan nasinya lalu mengarahkan ke mulut sarah


"aaa." perintah ilham cepat.


Sarah masih tetap enggan membuka mulutnya.

__ADS_1


__ADS_2