
Bel istirahat pun terdengar. Sarah yang kebetulan hari ini adalah jadwal piketnya pun menjalani salah satu tugasnya yaitu mengantar buku tugas kelasnya ke guru mapel yang mempunyai tugas tersebut.
"Key bantuin gua." ajak sarah pada keysa sambil menata buku tugas tersebut. Lalu menengok pada keysa menampilkan puppy eyesnya.
"Mon maap nih ya sar bukannya gua ga mau bantuin lu tapi-" belum selesai kaysa menjawab
Brutttt tut tut tutt
suara melodi itu sudah menjelaskan kenapa keysa tidak bisa membantu sarah.
"Busett keyy lu makan apaan dahh nih kentut baunya busuk amatt." ujar sarah sambil mengibaskan tangannya di depan hidungnya.
"He he mon maap gua makan jengkol dan sar jan banyak bacot nih taik gua udah bener bener di ujung. Be bey sayangnya akoh" ucap keysa sambil berlari menuju toilet yang berada di samping kelas mereka.
Salah satu siswa yang dari tadi terus memperhatikan keysa dan sarah ups salah maksutnya memperhatikan sarah pun bangkit dari duduknya yang berada di pojok kelas itu lalu berjalan menghampiri Sarah karena melihat sarah kesusahan membawa buku tugas tersebut.
__ADS_1
"Sini gua bantu." ujarnya sambil mengambil setengah buku yang di pengang sarah itu.
Sarah yang sedang fokus membenarkan posisi buku supaya pas di tangannya pun kaget dan spontan mendongakkan kepalanya ke atas untuk melihat siapa orang yang akan membantunya itu.
"Ehh ardi baik banget si. Makasi ya udah mau bantuin gua." ucap sarah setelah tau siapa di antara teman temannya yang ada di kelas membantunya membawa buku buku ini.
Ardi. Atau lebih lengkapnya Teuku Filardy. Pria yang memiliki kota kelahiran di kota serambi mekah atau yang sering kita sebut aceh. Salah satu di antara siswa siswa yang ada di SMA Darmabangsa yang menjadi pengagum dari seorang sarah.
"Iya sama sama. Udah yuk buruan udah di tunggu apa Bu Riri nih pasti." ajak Ardi.
Ardi yang melihat sarah udah berjalan dengan semangat di depannya pun terkekeh pelan sambil menggelengkan kepalanya pelan. Untung gua suka batin ardi berbicara.
Tak berapa lama sarah dan ardi pun sampe di depan meja bu Riri.
"Nihh bu buku tugasnye." ucap sarah sambil tersenyum ramah.
__ADS_1
"Iye iye mekeseh." ucap bu Riri.
"Makasih bu bukan mekeseh." ucap sarah.
"Yee SSR kali sar." sewot Bu riri.
"Lah apaan tuh bu." tanya Ardi yang dari tadi hanya menyimak obrolan dari gadis yang di sukainya dengan salah satu guru sedengnya. Hehe maapin bu piss ini yang nulis author bukan ardi ya bu batin ardi.
"Suka Suka Riri." ucap kompak Bu Riri dan sarah. Dengan kompaknya mereka berdua pun terkekeh.
Pluk (tepok jidat)
Cape deh
"Ya udah ya bu Sarah sama Ardi keluar dulu." pamit sarah. Bu riri hanya menganggukkan kepalanya santai sambil tersenyum.
__ADS_1
Tepat di depan pintu ruang guru sarah beserta ardi bertemu dengan Ilham. Mereka sama sama menghentikan langkah. Sarah dan ilham pun saling menatap mata. Tatapan lop lop. Tapi salah bukan. Tapi Ilham hanya menatap mereka berdua dengan tatapan yang sulit di artikan. Lalu Ilham berjalan terlebih dahulu tanpa menyapa ke duanya.