Ketosku Suamiku

Ketosku Suamiku
KS-27


__ADS_3

Sarah melangkahkan kaiknya memasuki apartemennya bersama ilham. Ia masuk lalu mengedarkan matanya ke seluruh ruangan mencari keberadaan ilham.


"Hamm. Aku pulang." ucapnya memanggil ilham.


Tak ada balasan. Biasanya ilham akan menunggu dia di depan tv sambil menonton sinetron indosiar ku menangis.


Sarah berjalan ke kamar siapa tahu ilham di dalam. Tapi setelah membuka pintu kamar tak terlihat seorang pun di dalam. Tak ada satupun bekas yang menandakan ilham sudah pulang ke rumah. Tas sekolag ilham pun tak ada.


Mungkin ilham langsung ke cave. Mandi dulu aja lah siapa tahu pas aku selesai nanti ilham sudah di rumah. Fikir sarah.


Sarah meletakkan tasnya berjalan mengambil handuk melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


Sarah sudah selesai mandi dan urusan berganti bajunya. Sarah keluar kamar dengan wajah segar yang menandakan seseorang habis mandi.


Ia mengambil hp yang di carger di samping tv. Mencoba mengirimkan pesan ke ilham.


To : ilham


Ham? Kamu di cave ya? Kok belum pulang? Ini udah malem lo.


Send.


Terlihat tanda centang dua di layar hp sarah. Menandakan pesan yang ia kirim sudah masuk ke hp suaminya.


Sarah meletakkan hpnya berjalan ke dapur mengambil beberapa cemilan untuk menemaninya menonton tv guna menunggu sang suami pulang.


Tayangan yang di tonton oleh sarah sudah habis. Sekarang sudah di gantikan dengan acara lain. Tapi tak ada tanda tanda ilham pulang atau pun membalas pesannya. Sarah berusaga untuk terus berfikiran positif.


Mungkin di cave baru rame jadi ilham harus turun tangan. Mending aku buatin dia makan malam special. begitu fikirnya dengan semangat melangkahkan kakinya ke dapur.


Dengan cekatan ia memotong semua bahan bahan yang ingin dia masak. Menghaluskan bumbu dengan cobek. Dan lain sebagainya. Tak butuh waktu lama masakan dari chef sarah itu sudah matang. Sarah tersenyum bangga melihat hasil masakannya.


Sarah menaruh msakan itu ke piring lalu menatanya di meja makan dengan rami. Ia mengeluarkan hpnya memfoto masakannya di kirimkan ke ilham.

__ADS_1


Ckrikk


To : ilham.


(Anggep aja ada gambarnya wkwkk)


Ham aku udah masak cumi pedas manis ke sukaan kamu. Buruan pulang ya. Jangan pulang malem malem. Aku tunggu di rumah.


Send.


Sarah tersenyum melihat pesan itu terkirim. Tapi nyatanya sudah lama dari ia mengirim foto itu ponselnya tidak ada menandakan balasan sama sekali dari ilham. senyum manis yang dari tadi mengembang di bibir sarah mulai memudar.


Di ceknya lagi kolom pesan sarah bersama ilham. Ia membelalaklan matanya saat mengetahui pesan yang sedari tadi ia kirimkan tidak ada satu pun yang di baca oleh ilham.


Sarah mondar mandir cemas seperti strikaan di depan pintu kamarnya bersama ilham. Berbagai fikiran negatif mulai merambah masuk ke otaknya. Sarah mulai mengkhawatirkan ilham.


Jangan jangan ilham kenapa napa lagi. Jangan jangan ilham aneh aneh lagi di luar sana. Jangan jangan ilham lagi kencan lagi sama pacarnya. Dan masih banyak lagi fikiran negatif yang menghantui sarah.


Di posisi ilham.


Ia tidak langsung pulang karena tadi ada telefon dari salah satu pegawainya mengatakan ada yang ingin bertemu dengannya membicarakan tentang kerja sama yang di tawarkan kepada ilham.


Ilham dengan buru buru meneju cavenya merasa ini kesempatan yang bagus guna mengembangkan cave miliknya.


Siapa tau bisa jadi restoran. Kesempatan ngga ada yang dateng dua kalli. Jadi gua harus manfaatin kesempatan ini dengan sebaik baiknya. Begitu fikirnya hingga ia lupa mengabari sarah.


Sebenarnya urusan itu sudah selesai jauh beberapa jam yang lalu. Tapi ia masih merasa enggan untuk pulang. Ia masih enggan bertemu sarah.


Ting


Terdengar bunti notifikasi menandakan pesan masuk di hp ilham. Terlihat pintasan chat siapa yang mengiriminya pesan.


Sarah.

__ADS_1


Ya pesan itu dari sarah. Ilham hanya melihatnya tanpa ada niatan membalas maupun membuka ingin rasanya ia membaca dan langsung membalas pesan dari istrinya itu. Tapi ia merasa butuh waktu sendiri untuk menenangkan fikirran.


Ilham menghidupkan musik lewat speker bluetoothnya mencoba menghalau semua gambaran tentang sarah yang berboncengan dengan laki laki lain segara menghilang dari otaknya.


Ilham terus menghidupkan musik itu hingga beberapa jam. Merasa sudah agak enakan ia mematikan lagu yang dari tadi menemaninya.


Tak berapa lama terdengar bunyi notifikasi pesan masuk di hpnya.


Tingg


Siapa lagi kalau bukan sarah. Sarah mengirimkan ilham foto makanan yang sudah di tata rapi di atas meja makan.


Ilham melihat foto dan membaca pesan singkat itu walaupun hanya lewat pintasan chat tanpa membuka langsung.


(Ahh dasar suami istri sama saja. Sama sama luluh kalau di sogok sama yang namanya makanan)


Senyum ilham mengembang di bibirnya. Ia tahu sarah sudah memasak untuknya. Ia tahu bahwa sarah telah membuatkan masakan special untuknya. Sarah memasak cumi pedas manis kesukaannya. Senyum ilham mengembang dengan sempurna menambah tingkat ke tampanan seorang ilham hersyandi.


Tanpa membalas pesan sarah ilham segera membereskan segera pekerjaannya. Berjalan terburu buru ke arah parkir mobil dengan senyum yang masih mengembang di bibirnya.


Ia berputar putar keliling kota guna mencari toko bunga yang masih buka untuk membelikan sarah bunga lily kesukaannya. Ilham menemukannya. Walaupun jaraknya jauh dan harus memutar ia dengan senang hati melakukannya untuk menyogok sarah supaya memaafkannya.


Ia merasa bersalah mengabaikan sarah dari tadi sepulang sekolah hingga sekarang. Ia menyesal mengabaikan sarah karena kesal melihat sarah tadi tanpa bertanya lebih dulu. Ia merasa itu malah membuat dirinya di siksa oleh rindu yang di buatnya sendiri.


Bunga yang di pesannya sudah siap. Ia membayar lalu memasuki mobilnya menancapkan gas menuju apartemen.


Ilham lupa kalau sedari tadi ia belum membalas dan masih mengabaikan pesan pesan dari sarah. Ia tak tau sarah sedang khawatir sekarang.


Satu jam berlalu. Ilham baru sampai di bestmen apartemen. Ia melangkahkan kaki sedikit terburu buru dengan membawa bunga lily di salah satu tangannya.


Saat membuka pintu apartemen ia membelalakkan matanya kaget saat di suguhkan pemandangan yang waw di mata. Ia melihat sarah tidur di kursi ruang tamu dengan posisi yang waw. Kepala di pinggir kursi hampir jatuh. Tangan mengelepat menyentuh lantai. Kaki di tempat sandaran. Di sertai dengan dengkuran khas sarah saat tertidur.


Sungguh emezing posisi tidur istriku ini gumam ilham sambil menggelengkan kepalanya takjub.

__ADS_1


Ilham meletakkan bunga di meja ruang tamu. Ia menggendong sarah ke kamar meletakkan dengan lembut dan pelan pelan takut sarah terbangun.


__ADS_2