
ilham pun menyendokkan nasinya lalu mengarahkan ke mulut sarah
"aaa." perintah ilham cepat.
Sarah masih tetap enggan membuka mulutnya.
Ilham memegang ke dua pipi Sarah. Berusaha membuka mulut Sarah sambil memelototkan matanya. Memaksa Sarah untuk melahap nasi yang di pegangnya.
"Makan Sar!" perintah Ilham
Terpaksa Sarah mengunyah nasi dengan raut kesalnya. Ilham tersenyum melihat ekspresi kekasih halalnya itu. Ilham pun menyendokkan sekali lagi dan mengarahkannya kembali pada Sarah.
Sarah menggelenggkan kepalanya cepat.
Ilham mencoba memegang pipi Sarah kembali. Tapi Sarah terus memberontak, menghirdar, memukul tangan Ilham yang berusaha menggapai pipi bulat Sarah.
"ihhh nggak, nggak! apaan sih lu Ham. gua kenyang tau nggak?!" elak Sarah terus memukul-pukul tangan Ilham.
Ilham masih terus berusaha meminta Sarah supaya mau makan. Ia kasihan melihat perut istrinya yang sedari tadi ia yakini belum makan dari sore akibat menunggu ia pulang kerja.
clingg
Bagaikan melihat setitik cahaya dalam gelap. Ilham mendapat sebuah ide untuk membujuk istrinya itu makan. Kasihan perut yang biasanya di isi bersendok-sendok nasi dengan penuh semangat itu hanya terisi sesendok nasi:v
Dengan sengaja Ilham menaruh sendok itu di atas piring dengan keras sambil terus menatap tajam Sarah.
__ADS_1
Klontangg tang tang tang tang
Sarah menatap Ilham bingung.
"Makan atau gua buang nih makanan!" ucap Ilham dengan nada tegas mengisyaratkan bahwa perkataannya tak ingin di bantah.
Sarah mengangkat ke dua bahunya cuek.
"Buang aja sih." menatap Ilham malas sambil melakukan roleeyes.
Ilham beranjak dari duduknya sambil membawa piringnya menuju tempat sampah yang berada di samping meja makan. Mengambil ancang-ancang, menghitung dalam hati.
Satuu.
Duaa.
Tepat di hitungan ke tiga, tangan Ilham di tahan oleh Sarah.
Sesuai rencana batin Ilham tersenyum tipis.
Sarah melotot tajam ke arah Ilham.
"Apa-apaan sih lu Ham?! Main buang-buang aja! Nggak ngehargain bangetsi! Udah gua susah-susah gua masak-in. Eh malah mau di buang! Kalo emang lu ga mau makan ya udah sini buat gua aja!"
Menyaut piring yang berada di tangan Ilham dengan kasar. Berjalan ke arah meja makan sambil menghentak-hentakkan kakinya kesal.
__ADS_1
Tanpa basa-basi, Sarah langsung melahap sisa makanan dari Ilham dengan rakus tanpa mengindahkan Ilham yang terus menatap ke arahnya.
Bodo amat lahh, penting gua makan. Laper banget gua. Huhh sabar ya cacing-cacingku. Ngambek juga butuh tenaga kali bang! Batin Sarah.
Ilham menatap ke arah Sarah yang sedang makan begitu lahap tersenyum puas saat melihat idenya berhasil.
Syukurlahh dia mau makan batinnya
Ilham berjalan mendekat ke arah Sarah. Mendaratkan dirinya di kursi samping Sarah. Mengusap surai rambut Sarah dengan lebut, penuh kasih sayang.
Sarah menatap bingung ke arah Ilham dengan mulut penuh makanan dan belepotan disamping bibirnya.
Ilham terkekeh pelan, menggelengkan kepalanya kagum akan cara makan istrinya ini. Mengulurkan tangan mendekat ke arah mulut sang istri. Mengambil nasi yang berada di sana.
"Kalo makan yang bener ngapa sar." ucap ilham setelahnya.
"Inie uedah beuneur haem." balas sarah sambil berusaha menelan nasi yang berada di dalam mulutnya.
Uhuk huk huk
Ilham yang melihat Sarah tersedak pun langsung mengambil air putih yang berada di dekatnya dengan cepat mengarahkannya ke Sarah.
Sarah mengambilnya langsung meminumnya cepat. Ilham menepuk-nepuk bahu sarah pelan.
"Bener dari hongkong. Kayak gitu yang katamu makan udah bener?" tanya Ilham sambil menampilkan ekspresi tak percaya.
__ADS_1
"Hehehe" Sarah hanya mengeluarkan cengiran khasnya sambil menampilkan wajah datarnya. Ia masih sangat-sangat kesal pada Ilham.