Ketosku Suamiku

Ketosku Suamiku
KS-7


__ADS_3

Tak terasa hari untuk melakukan akad nikah sudah di depan mata. Sarah sudah memakai gaun pengantin berwarna putih atas pilihan mama dan bundanya. Sarah dan Ilham tidak perlu repot ini repot itu karena memang semua sudah di siapkan secara matang oleh ke dua orang tua mempelai masing masing. Jadi sarah dan ilham hanya perlu menyiapkan mental diri saja.


Pernikahan Ilham dan Sarah di lakukan secara tertutup dan rahasia. Karena permintaan Ilham dan juga sarah. Hanya keluarga inti dan sahabat terdekat saja yang hadir.


"Ciee yang mau nikahh. Cantik bangett sii" goda sera pada sarah. Sarah yang di goda pun memberenggut sebal.


"Ihh apaan si lu kak. Lu juga mau nikah kali." sewot sarah.


"Tapi kan gua masih 4 hari lagi. Lah elu hari ini wekk." ucap sera sambi menjulurkan lidah.


"Kakakk." rengek sarah dengan mata berkaca kaca. Sera yang melihat sarah udah mau nangis pun memeluk sang adikk.


"Ssst adek kakak ngapa jadi cengeng kek gini sii. Harus nya kamu seneng dong udah ada yang jagain udah ada yang jadi ladang pahala buat kamu. Ada yang jadi imam kamu. Ada yang harus kamu amini saat sholat. Adek kakak ga boleh nangis yaa. Untungg make up kamu waterprof jadi ga bakal luntur. Udah yuk diem tuhh bentar lagi ilham bakal ngucap ijab kobul." sera terus mencoba menenangkan sarah.


"Saya terima nikah dan kawinnya Sarah Veranosa binti Heru atmaja dengan maskawin tersebut di bayar tunai." ucap ilham lantang dengan satu tarikan nafas. Lega rasanya setelah mengucap kalimat itu.

__ADS_1


"Gimana saksi? Sah?" tanya penghulu.


"Sahh"


"Alhamdulillah."


Sarah yang mendengar Ilham mengucapkan ijab kobul dengan lantang dan lancar mengucap syukur.


Tak berapa lama Vera dan hilya datang menjemput sang putri satu hari ini. Vera menatap sarah dengan penuh haru. Ia merasa baru kemarin mengandung anaknya, melatih bicara, berjalan, dan mengantarkan sarah sekolah. Eh sekarang vera sudah mengantar anaknya ke suaminya.


Vera dan hilya menuntun sarah menuruni tangga dengan hati hati. Sarah menundukkan kepalanya ketika semua orang menatapnya kagum. Ternyata begini rasanya menjadi pusat perhatian batin sarah.


Sarah yang menunduk tak sadar ia telah sampai di samping Ilham yang menatapnya penuh kagum tanpa berkedip. Merka lalu menandatangani berkas dan memasangkan cincin di jari masing masing.


.

__ADS_1


Setelah acara akad berakhir mereka masuk kedalam kamar. Untuk resepsi mungkin akan tetap dilakukan sesuai kesepakatan yaitu setelah Sarah lulus Sma.


"Sar" "Ham" panggil mereka bersamaan.


"Duluan deh Ham." ucap sarah mempersilahkan sang suami untuk berbicara terlebih dahulu.


"Kamu cantik." ucap ilham dengan tatapan penuh kagum. Sarah pun merasa Pipinya memanas hingga tak sadar pipinya bersemu merah. Ilham yang melihat reaksi sarah terkekeh pelan.


"Apaan sih kamu ham. Bisa aja deh." ucap sarah malu malu sekaligus senang.


"Oh iya ham. Kita di sekolah tetep kaya biasa ya. Jangan ada yang tau kalo kita ada hubungan. Aku ngga mau kalo sampe sekolah tau. Karna kamu pasti tau sendiri rusikonya kan" jelas sarah.


"Iya sar. Tapi kamu inget ya harus jaga batasan. Inget kalo kamu udah jadi istri aku. Istri dari Ilham Hersyandi." peringat ilham sambil mencolek hidung sarah.


"Asiap suamiku:v kamu juga ya." ucap sarah malu malu sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

__ADS_1


Setelah percakapan singkat itu mereka lalu membersihkan diri masing masing dilanjut dengan istirahat.


__ADS_2