
Sarah berjalan di belakang heru dan vera. Sedangkan sera ia berjalan si sebelahnya sambil menggenggam tangan sarah berusaha menenangkan sang adik yang terlihat gugup. Sarah memang merasa gugup sangat gugup lebib tepatnya. Karena gugup ini beda dengan gugup menghadapi guru paling killer di sekolahnya.
Sarah pun duduk di samping sera sang kakak. Tak berapa lama keluarga yang di tunggu tunggu pun datang. Sarah merasa keringat dingin sekarang. Ia menengok ke arah pintu melihat mata yang sangatt indah. Mata yang selama ini hanya bisa ia lihat dari jauh. Mata dari seorang Ilham Hersyandi. Seseorang yang telah lama ia kagumi. Huftt senang rasanya kalo memang dia yang di jodohkan sama gua. Begitu pikirnya.
"Silahkan duduk nan." ucap heru sebagai sang kepala keluarga mempersilahkan keluarga calon besan untuk duduk. Sarah tanpa di minta ia langsung berjalan menuju hilya dan nanda mencium punggung tangan keduanya. Sontak Hilya dan Nanda makin mantap menjodohkan sang anak pada gadis di depan mereka ini. Ilham yang melihat apa yang dilakukan sarah pun tersenyum.
"Ini anak lo ver?" tanya hilya.
"Iya gimana cantikan?" tanya vera bangga. Hilya pun menganggukkan kepala karena memang sarah saat ini terlihat sangat memukau dengan dress maroon yang pas dibadannya dan pita di rambutnya. Taklupa dengan make up tipis yang digunakannya tidak menor dan tidak berlebihan pas untuk anak seumuran dengannya. Tanpa diketahui yang lain Ilham terus menatap sarah tanpa berkedip hingga tak sengaja sella sang kakak yang berada disampingnya melihatnya pun tersenyum lalu mencubit sang adik.
"Adohh kok di cubit sih kak?" ucap ilham. Ilham yang tak menyadari ia berkata lumayan keras pun menjadi sorotan 2 keluarga itu. Ilham pun tersadar dan langsung menampilkan cengiran khas nya.
"Hihi maaf piss" sambil menunjukkan 2 jari.
Sella pun tersenyum. Kedua keluarga itu pun langsung membicarakan soal perjodohan yang sudh direncanakan jauh jauh hari. Hingga di ujung pertemuan Nanda bicara.
"Langsung ke intinya aja ya ham sarahh. Ini hanya perkenalan saja kok. Jadi untuk lebih lanjutnya kalian bisa memutuskan sendiri. Kami sebagai orang tua tidak memaksa dan mengharuskan kalian untuk bersatu."
__ADS_1
Kompak sarah dan ilham menjawab.
"Aku mau kok pah./ sarah mau kok om"
Kedua keluarga yang melihat itu pun terkekeh. Tadi aja pas dibilangin mau dijodohin nggak mau eh pas ketemu semangat amat neng. Begitu pikir mereka.
"Hehe yaudah kalo sama sama mau mah ga masalah iya kan hil?" tanya vera. Hilya yang di tanya pun hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum melihat respon anak dan calon menantunya.
"Ahaha yaudah sekalian kita bahas kapan acaranya aja ya nan." usul heru.
"Iyaa. Tapi kan ini si sera anak pertama kamu katanya mau nikah ya?" tanya nanda sambil melihat ke arah sera.
"Emmm kalo gitu kita barengin aja ver pernikahan sera sama sarah." usul hilya sang calon besan. Ilham dan sarah yang mendengar usul hilya pun spontan berkata
"Tidakk/No" ucap keduanya kompak.
"Kok ngga mau sayang?" tanya vera heran.
__ADS_1
"Hemm gini ya bun, yah, tante dan om. Sarah sama Ilham kan masih sekolah. Masih pada sma jugak. Ga mau nikahnya cepet cepet. Tunangan dulu aja ga masalah kok." ucap sarah menjelaskan. Ilham yang merasa setuju dengan jawaban sarah pun menganggukkan kepalanya dan berkata
"Iya mah lagian kalo nikahnya barengan sama kak sera nanti otomatis seluruh undangankan pada tau kalo ilham sama sarah nikah. Ilham maunya kalo emang harus nikah sekarang sih gapapa tapi jangan barengan sama kak sera. Di rahasiain aja soalnya ilham masi pengen sekolah. Sarah pasti juga pengen ngraih cita citanya kan." ilham membantu menjelaskan.
Kedua orang tua masing masing pun menganggukan kepalanya sambil berkata 'iya ya' dan mencoba mencerna penjelasan sang anak dan calon menantu masing masing.
"Hem yaudah kalo gitu gimana kalo 3 hari dari sekarang? Sera ga papap kan di langkahi sama sarah 4 hari?" ucap vera memberi usul sambil menatap suami beserta calon besannya. Sera mengganggukkan kepala.
Sarah dan ilham yang mendengar usulan itu pun spontan melototkan mata masing masing sambil teriak
"WHATTT KOK CEPET" teriak keduanya.
-- h i h i s a l a m d a ri d i di--
Chitchatsama didi
Baca terus ya kak jangan bosen. Jangan lupa like coment sama share supaya temen kakak bisa tau cerita ini. Makasih sebelumnya udah baca cerita ga jelas ini. Didi tambah semangat jadinya.
__ADS_1
Salam di jambi:) kuamang kuning tepatnya: