Ketulusan Cinta Hasan Untuk Saidah

Ketulusan Cinta Hasan Untuk Saidah
46


__ADS_3

"saudari Shinta sekarang anda harus ikut ke penjara karena melakukan percobaan pembunuhan....." ucap polisi


"tidak....aku tidak mau.....mas....mas Hasan.... tolong aku mas....." pinta Shinta


Hasan pun segera bangkit dan menghampiri shinta,tanpa di duga Hasan tiba tiba mengangkat tangannya dan menampar wajah shinta.plaak......tamparan tangan Hasan membekas di wajah shinta.shinta tidak percaya kalau Hasan bisa menampar dirinya.


"mas..... yang kamu lakukan barusan....." ucap Shinta


"APA..... tamparan barusan masih belum ada apa apanya dengan yang akan kamu lakukan pada istriku.seharusnya aku tidak menolongmu waktu itu dan membawamu masuk ke dalam hubungan rumah tanggaku dengan saidah.


sekarang aku tidak akan membiarkan kamu menyakiti saidah lagi.dan untuk yang terakhir kalinya aku peringatkan kamu jika terjadi sesuatu pada istriku saidah.....maka aku tidak segan segan menghadapi dirimu....." ancam Hasan


"mas...." ucap Shinta lesu


"pak polisi bawa orang ini pergi.....aku tidak mau melihat mukanya lagi....." ucap Hasan


"baik....." jawab pak polisi

__ADS_1


setelah itu Shinta dibawa ke kantor polisi dan di proses hukum.sementara itu Hasan menggendong tubuh saidah dan membaringkannya di ranjang.setelah itu Hasan menelepon dokter agar segera datang ke rumahnya untuk memeriksa kondisi saidah.


tidak lama kemudian dokter datang dan menyuruh Hasan untuk menunggu di luar selagi dokter memeriksa keadaan saidah.lima menit kemudian dokter memanggil Hasan untuk masuk ke kamar dan memberitahu kondisi saidah.


"dokter..... bagaimana kondisi istri saya dok....?" tanya Hasan


"istri bapak baik baik saja..... Hanya saja dia kaget karena kejadian itu ditambah dia mengalami anemia......kali ini bapak harus memperhatikan kesehatan istri bapak dan juga anak bapak....." ucap dokter


"a...anak....??? apa maksud dokter????" tanya Hasan


"istri bapak sedang hamil....... tolong bapak jaga kesehatannya jangan sampai stress dan juga tertekan....." ucap dokter


"mari...." jawab dokter


setelah itu Hasan mengantar dokter keluar sampai di depan rumahnya.kemudian Hasan langsung bergegas menuju ke kamar dan menengok kondisi saidah.....


di kamar saidah sedang mengigau ketakutan sambil menyebut nama suaminya.hasan yang melihat hal itu langsung membangunkan saidah.

__ADS_1


"mas Hasan....." teriak saidah


"saidah....saidah.... bangun sayang...." ucap Hasan


"mas....mas Hasan (sambil memeluk tubuh Hasan) syukurlah kalau kamu baik baik saja.... saidah....saidah takut mas Hasan kenapa Napa ..." cemas saidah


"tenang saidah..... tenang....mas gak papa kok.... masalah tadi sudah beres saidah....yang paling penting sekarang kamu jaga kondisi kesehatan kamu dan juga anak kita ya...." ucap Hasan


"anak.....???? apa maksudmu barusan mas...?" tanya saidah


"istriku.....kamu sekarang ini sedang hamil.... dokter tadi memeriksamu tadi dan mengatakan bahwa kamu sedang hamil....." ucap Hasan


"mas....aku hamil.....????" tanya saidah tidak percaya..


"iya sayang..... terima kasih karena sudah memberikan hadiah yang sangat istimewa untuk mas.... akhirnya kita akan segera memiliki momongan....." ucap Hasan


"sama sama mas....itu semua sudah menjadi kewajiban saidah sebagai seorang istri...." ucap saidah

__ADS_1


"ya sudah.... sekarang kamu istirahat dulu ya.... kondisimu masih belum benar benar pulih....." ucap Hasan


setelah itu Hasan merebahkan tubuh istrinya di ranjang supaya bisa istirahat dan memulihkan kondisi tubuhnya dari kejadian yang barusan terjadi.hasan kemudian tidur di sebelah istrinya sambil mengusap kepala istrinya seraya menenangkan diri saidah.


__ADS_2