Ketulusan Cinta Hasan Untuk Saidah

Ketulusan Cinta Hasan Untuk Saidah
63


__ADS_3

keesokan paginya setelah sholat subuh berjamaah, saidah di sibukkan dengan mengemasi barang-barang untuk Zara bawa ke pondok pesantren yang akan ia tinggali selama lima belas tahun.


ada perasaan sedih saat saidah mengemasi barang-barang zara.tapi dengan bersedih juga tidak ada gunanya,ia harus melepaskan kepergian Zara untuk kebaikan masa depannya.


setelah selesai dengan mengemasi barang-barang Zara,Hasan dan saidah pun akhirnya berangkat menuju ke pondok pesantren an nur untuk mengantar putrinya itu.sepanjang perjalanan menuju ke pondok pesantren an nur, saidah tidak henti hentinya memeluk putrinya itu.


saidah ingin memeluk putrinya itu selama lamanya untuk bisa menenangkan dirinya sendiri dan juga Zara.


"Zara..... jangan lupa makan yang teratur, tidur yang cukup dan jaga kesehatan ya nak... maafkan umik karena harus mengirimmu ke pondok pesantren itu.karena umik dan Abi punya pendidikan agama Islam yang baik." ucap saidah

__ADS_1


"iya umik....Zara mengerti kok.umik dan Abi tidak perlu terlalu khawatir....Zara akan baik baik saja kok...." ucap Zara


tak lama kemudian mereka bertiga pun akhirnya sampai di pondok pesantren an nur.saidah dan Hasan bergantian memeluk dan mencium wajah Zara sebagai bentuk salam perpisahan.setelah itu mereka membiarkan Zara masuk bersama satu orang pengurus pondok pesantren an nur untuk mengantar dan membawa barang bawaan Zara ke kamarnya.


sesampainya Zara disana ia membuka barang bawaannya dan menatanya di rak dan lemari di kamarnya.tidak lupa Zara juga meletakkan Al Qur'an pemberian Fahri di atas meja belajarnya dan terus menerus menatap Al Qur'an itu.


"Fahri..... sekarang Zara sudah sampai di pondok pesantren..... kalau Fahri bagaimana?????


waktu demi waktu Zara habiskan dengan belajar,mengaji dan menghadiri kegiatan keagamaan di pondok pesantren.tak lupa juga disela sela sholat dan mengajinya Zara selalu mengaji dengan menggunakan Al Qur'an pemberian Fahri dan tak lupa ia juga mendoakan kedua orang tuanya dan juga Fahri.

__ADS_1


sementara itu.... hari demi hari saidah mencoba menghabiskan waktunya di rumah tanpa kehadiran Zara dengan sibuk menjalankan tugasnya sebagai seorang istri yang baik untuk hasan.


di lain tempat Fahri juga menghabiskan waktunya dengan belajar dan ibadah di pondok pesantren tempatnya menuntut ilmu.sesekali Fahri belajar tentang bagaimana cara berbisnis yang baik menurut Islam,karena orang tua Fahri ingin anaknya itu bisa meneruskan perjalanan bisnis orang tuanya.


lima belas tahun kemudian pun berlalu..... terlihat di pondok pesantren an nur ada seorang gadis yang sedang serius dengan mengajinya itu.gadis itu mempunyai wajah yang siapapun orang yang melihatnya ia akan langsung jatuh hati pada pandangan pertama.suaranya bagaikan harmoni surga yang menggema dengan lembutnya dan mampu membuat siapapun yang mendengarnya akan langsung membuat hati damai.dialah Zara.....santri yang sangat populer di pondok pesantren an nur.ia adalah salah satu santri yang sangat dikagumi oleh semua santri laki laki di pondok pesantren an nur.


sementara itu di sisi lain Fahri tumbuh menjadi seseorang yang tampan, bijaksana di balik kacamatanya itu dan terlebih lagi ia adalah pewaris di perusahaan ayahnya.


sambil melihat awan di luar ruang kerjanya Fahri menyebut nama Zara.

__ADS_1


"Zara.....aku akan segera datang untuk menjemput mu sebagai pasangan hidupku" ucap Fahri


__ADS_2