Ketulusan Cinta Tuan Muda

Ketulusan Cinta Tuan Muda
Pengenalan tokoh


__ADS_3

Revano Aldan Kafindra .


Pria berusia 25 tahun yang merupakan putra presdir perusahaan terbesar pertama di negaranya .


Pria tampan yang biasa di sapa Aldan itu , terkenal dengan sikapnya yang dingin dan tegas , bahkan bisa di bilang pria kulkas , karena saking dingin nya kepada kawan maupun lawan . Dan sudah lima tahun ini dia menggantikan sang daddy untuk memegang kendali perusahan Kafindra Group .


Awalnya Aldan adalah pria yang sangat ramah dan humoris . Namun kematian sang adik perempuan kesayangannya enam bulan yang lalu membuat Aldan berubah menjadi sosok pria yang yang dingin dan tegas juga pendiam . Apalagi sang adik meninggal akibat hamil di luar nikah dan akhirnya bunuh diri , karena laki-laki bejat yang sudah menghamilinya tidak mau bertanggung jawab dan malah pergi entah kemana . Dan hal itulah yang membuat Aldan marah , apalagi sang pelaku sampai saat ini masih belum di temukan .



Laura Syafira Kafindra .


Gadis cantik yang meninggal di usianya yang baru saja menginjak 17 tahun . Gadis polos itu di duga hamil di luar nikah , dan pada akhirnya dia bunuh diri karena dia tidak mau keluarga besarnya menanggung malu . Apalagi pria yang sudah menghamilinya tidak mau bertanggung jawab dan hal itu membuat Laura putus asa sehingga gadis itu memilih mati dari pada hidup menanggung malu .



Delva Putri Aurora Bramasta .


Gadis cantik yang saat ini masih berusia 17 tahun dan masih duduk di kelas 3 SMA .


Delva terkenal dengan sikapnya yang sedikit bar bar dan manja namun ceria . Delva baru beberapa bulan tinggal di indonesia , karena semenjak Delva berusia 12 tahun , dia tinggal di London bersama Opa dan Omanya ,orang tua kandung dari mamanya . Dan Kakak kesayangannya lah yang menjadi alasan Delva untuk kembali ke negara nya , karena dia tau bahwa Kakak perempuan nya tengah mengidap penyakit kanker otak . Walaupun Delva gadis yang bar bar ,bukan berarti dia tidak pintar , bahkan bisa di bilang dia gadis yang sangat jenius , karena meski tanpa belajar dia mampu meraih peringkat satu di sekolahnya . Namun di balik sikap bar bar nya ada sesuatu yang sampai saat ini tidak di ketahui oleh siapapun termasuk sang mama .



Regina Qinta Bramasta


Jika adiknya gadis yang bar bar , lain halnya dengan Qinta yang memiliki sifat baik dan polos .Di usia nya yang kini sudah menginjak 22 tahun , Qinta di nyatakan mengidap kanker otak , dan tentu saja kenyataan itu membuatnya sedih dan terpukul ,namun kehadiran kembali sang adik tercintanya , membuat Qinta tegar dan perlahan lahan mau menerima takdirnya . Sejak kecil Qinta sudah bersahabat dengan Aldan dan adiknya , Laura . Dan semenjak Laura meninggal dan sikap Aldan yang berubah , membuat Qinta dan Aldan jarang bertemu bahkan jarang berkomunikasi , karena kepergian sang adik membuat Aldan sangat sulit untuk di dekati .


__ADS_1


Arsyila Silvagea jonathan


Gadis cantik yang beberapa bulan ini menjadi sahabat Delva , semenjak Delva pindah ke sekolahnya , Dan usianya pun tidak jauh berbeda dengan sahabatnya , bahkan mereka memiliki kesamaan , yaitu sama-sama bar bar dan ceria , hanya saja Gea lebih bawel darinya .



🌹🌹🌹


Di pagi hari , seorang pria tampan tengah mengumpat kesal di kamarnya setelah sang mommy menyampaikan bahwa dirinya akan di jodohkan dengan sahabat kecilnya , Qinta . Gadis yang selama ini dia anggap seperti adiknya sendiri . Dan katanya itu atas permintaan terakhir dari Qinta sebelum dia menghembuskan nafas terakhirnya , karena penyakitnya yang semakin parah .


" Apa-apaan ini , aku harus menikah dengan gadis yang sama sekali tidak aku cintai bahkan gadis yang sudah aku anggap seperti adikku sendiri , itu tidak mungkin aku lakukan , dan kenapa Qinta membuat permintaan konyol seperti itu ." Umpat nya kesal . Dia pun meraih ponsel yang ia letakkan di atas nakas samping kanan ranjangnya . Aldan menelpon seseorang yang memang selalu siap siaga untuknya , siapa lagi kalau bukan Frans .


Asisten pribadinya sekaligus orang kepercayaannya . Dan sikap nya pun tak jauh berbeda dengan Aldan , sama-sama dingin dan tegas . Bahkan dia akan membunuh siapa pun jika ada yang berani mengganggu dan mengusik Tuan muda nya beserta keluarga besarnya .


" Halo , Frans jemput Qinta sekarang juga , dan katakan padanya bahwa aku ingin bertemu dengannya di tempat biasa ." Ucap Aldan setelah telpon nya tersambung .


" Baik Tuan ." Ucap Frans .


Di lain tempat , dua gadis cantik tengah asyik menyantap makanan nya di kantin sekolah nya , Siapa lagi kalau bukan Delva dan Sahabatnya Gea . Sesekali Delva tertawa mendengar ocehan sahabatnya yang sangat lucu menurutnya .


" Oh ya Del , gimana keadaan Kak Qinta saat ini ." Tanya Gea yang memang sudah mengetahui tentang penyakit yang di derita Kakak sahabatnya itu .


Mendengar pertanyaan itu , seketika raut wajah Delva berubah menjadi murung dan sedih , apalagi mengingat kondisi kakaknya yang semakin hari semakin parah , namun Qinta masih bersikeras menolak untuk di rawat inap di rumah sakit , dia lebih memilih di rawat di rumah meski papa dan mama nya sudah memaksanya . Bahkan rengekan sang adik tercintanya yang meminta dia untuk di rawat di rumah sakit , sama sekali tak di gubrisnya .


" Keadaan Kak Qinta makin parah Ge , tapi dia masih saja bersikap seolah olah dia baik-baik saja saat berada di depan semua keluarga , dia juga selalu menolak saat gue dan keluarga gue membujuknya untuk di bawa ke rumah sakit ." Ucap Delva sedih .


" Kak Qinta benar-benar perempuan yang kuat , dan gue yakin dia pasti bisa ngelewatin semua ini ."


" Ya... aku harap begitu ." Ucap Delva sedih .

__ADS_1


" Del , lo juga gak boleh nunjukin rasa sedih lo di depan Kak Qinta , kalau dia aja bisa terlihat tegar , maka lo juga harus bisa , karena saat ini dia butuh dukungan semangat dari keluarganya , terlebih lagi lo , lo kan adik kesayangannya ."


" Ya... kan lo tau sendiri kan gimana sikap gue , gue paling gak suka kalau terlihat lemah di depan orang lain , termasuk keluarga gue sendiri ."


" Bener tuh... dan kayaknya kesamaan kita nambah lagi tuh ,gue juga gak mau terlihat lemah di depan siapa pun kecuali lo ." Ucap Gea sembari tersenyum menatap Delva .


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka sejak tadi .


Bahkan mendengar pembicaraan mereka .


-


-


-


-


-


Hai semua...


Semoga kalian juga suka ya sama karya keduaku .


TINGGALKAN LIKE , KOMEN & VOTE .


KARENA ITU VITAMIN TERBAIKKU


SUPAYA TETAP SEMANGAT NULISNYA .

__ADS_1


TERIMA KASIH...😆😆😆


__ADS_2