
Ceklek...
" Pantesan dari tadi aku ketuk-ketuk pintu kamarnya gak ada sahutan ,ternyata orangnya lagi tidur ." Ucap Qinta sambil duduk di sisi ranjang Delva .
Qinta menatap wajah polos adiknya , bahkan dia mengelus pipi mulus tanpa cacat itu dengan kasih sayang .
" Saat kamu tidur seperti ini ,kamu terlihat seperti gadis polos yang menggemaskan , tapi sayangnya saat kamu terbangun , kamu menjadi gadis nakal yang selalu membuat mama marah dan kesal , bahkan kamu bisa menjadi gadis yang kejam jika sudah berhadapan dengan musuh-musuhmu di luar sana ." Ucap Qinta pelan .
Dia mencium kening Delva dengan penuh kasih sayang .
" I love you adikku tersayang , kakak berharap jika kakak sudah tidak ada ,kamu bisa berubah menjadi gadis yang baik , penurut dan tidak membuat mama sedih dengan kelakuanmu ." Sambung Qinta , tanpa dia sadari butiran bening lolos begitu saja dari pelupuk matanya ,namun dengan cepat Qinta menghapus air matanya dan pergi meninggalkan kamar adik kesayangannya .
🌹🌹🌹
Kafindra Group...
Seorang pria tampan tengah duduk melamun di kursi kebesarannya .
Siapa lagi kalau bukan Aldan .
Setelah sampai di kantornya , Aldan duduk bersandar di kursi kebesarannya dengan pikiran yang menerawang mengingat dengan keputusan yang telah dia ambil .
Berat...
Tentu saja , karena sejujurnya dia tidak menginginkan pernikahan ini , bahkan ini menjadi cobaan terberat dalam hidupnya , karena ini menyangkut sebuah hubungan yang sakral , dan dia hanya ingin menikah sekali dalam hidupnya .
" Apakah aku sudah mengambil keputusan yang tepat ??? " Tanya Aldan kepada dirinya sendiri .
" Yang mau nikah melamun aja nih ." Sapa Anjas , sahabat Aldan yang memang suka main nyelonong ke ruangan Aldan .
" Ah kamu ngagetin aku tau nggak ." Ucap Aldan kesal .
" Makannya jangan suka melamun ." Ucap Anjas .
" Siapa yang melamun sih ." Elak Aldan .
" Kamulah masak macan ." Gerutu Anjas .
" Oh ya Al , kamu yakin mau nikah sama Qinta ." Tanya Anjas penasaran .
" Hemmm ." Jawab Aldan .
" Bukankah kamu tidak mencintainya , tapi kenapa tiba-tiba kamu menerima perjodohan ini ???"
" Karena ini permintaan terakhir Qinta , dan aku tidak mungkin menolaknya ." Ucap Aldan .
" Baiklah... aku mengerti sekarang , tapi apakah kamu harus mengorbankan perasaanmu ."
" Entahlah Jas , aku juga bingung dengan semua ini ." Jawab Aldan .
" Lagian aku yakin kalau sebenarnya Qinta juga tidak mencintaiku , tapi aku juga tidak tau apa alasan dia untuk meminta perjodohan ini ." Batin Aldan .
🌹🌹🌹
Plap...
Mata indah itu perlahan mulai terbuka , saat cacing-cacing di perutnya berteriak meminta makanan .
__ADS_1
Delva mulai mendudukkan tubuhnya dan menyandarkannya ke sandaran ranjangnya .
" Kok gue ngerasa laper banget ya ??? " Ucap Delva sembari memegang perutnya yang terasa sangat lapar .
" Oh ya , gue kan gak sempat makan siang , pantesan gue kelaparan ." Oceh Delva pada dirinya sendiri , dia bergegas pergi ke kamar mandi untuk mencuci mukanya .
Setelah itu dia langsung pergi ke dapur untuk mengisi perutnya yang kelaparan akibat tidur siang .
" Baru bangun nih ???" Tanya Qinta saat melihat Delva berjalan menuruni tangga .
" Hemmm..." Jawab Delva cuek .
" Bi Tuti... " Teriak Delva memekakan telinga siapa saja yang mendengarnya .
" Bi.... Bi Tuti..." Panggil Delva lagi .
" Aduh... bisa gak sih kalau gak teriak-teriak ." Ucap Qinta sambil menutup kedua telinganya dengan dua tangannya .
" Gak bisa ." Ketus Delva .
" Hadeuh... gini banget ya kalau punya adek kayak kamu ."
" Kenapa ??? cantik end imut kan..." Tebak Delva .
" Jelek dan menyebalkan ." Ketus Qinta .
" Nona Delva memanggil saya ???" Tanya Bi Tuti .
" Iya , tolong buatin aku makanan apa aja yang penting enak dan bisa di makan , dan yang paling penting gak pake lama soalnya aku udah laper banget ." Oceh Delva .
" Oh ya satu lagi Bi ,kalau makanannya udah siap , tolong langsung di antar ke kamarku ya ."
" Iya non ." Jawab Bi Tuti sambil menundukkan kepalanya .
Delva pun kembali ke kamarnya .
Sesampainya di kamar , dia mendudukkan tubuhnya di sofa . dan memainkan ponselnya .
Triiinggg.... Notifikasi pesan masuk di WhatsApp nya Delva .
~ Ben ~
{ Nona , saya sudah mengirim jasad pria itu kepada bos nya .}
Setelah membaca pesan itu Delva tersenyum puas , karena dia memang sudah mengetahui siapa dalang di balik semua ini .
~ Nona Aurora ~
{ Bagus Ben , dan pantau terus mereka , karena aku yakin setelah ini dia tidak akan tinggal diam .}
Balas Delva , dan memang selama ini Ben dan anak buahnya memanggil Delva dengan Aurora .
~ Ben ~
{ Baik Nona .}
Setelah itu Delva tidak lagi membalas pesan dari Ben , tangan kanan nya .
__ADS_1
" Kita liat saja nanti , seperti apa kehebatanmu ." Ucap Delva sambil tersenyum Devil .
Delva meraih foto yang dia pajang di atas nakas samping kanan tempat tidurnya , dan dia mengambil foto yang dia simpan di baliknya .
" Aku sangat merindukanmu kak , sangat-sangat merindukanmu ." Ucap Delva sambil memeluk foto itu .
Butiran bening lolos begitu saja dari pelupuk matanya .
" Aku janji , besok aku akan datang mengunjungimu , kamu pasti juga merindukanku kan... " Ucap Delva sambil tersenyum getir .
🌹🌹🌹
Ayam jantan berkokok , tanda hari sudah pagi , kehidupan akan segera di mulai .
Hari ini Delva sengaja bangun lebih pagi dari biasanya , karena dia ingin pergi ke suatu tempat yang tidak di ketahui oleh siapapun termasuk keluarganya .
Saat dia sampai di ruang makan , dia mendapati Qinta dan kedua orang tuanya sudah berada di meja makan .
" Pagi semua ." Sapa Delva .
" Pagi Delva ." Jawab mereka serempak .
" Tumben kalian kompak begini ???" Tanya Delva heran .
" Kamu sendiri tumben bangun pagi , dan udah rapi banget lagi , biasanya kan kalau hari minggu kamu selalu bangun siang ." Tanya Qinta heran , karena tidak biasanya Delva bangun pagi bila hari libur .
Dia selalu mengisi hari liburnya hanya tidur dan berdiam diri di kamar .
" Emangnya kenapa , sekali kali bangun pagi gak papa dong , lagian hari ini aku ada janji untuk pergi ke rumah temen ." Ucap Delva berbohong .
" Sudah , dari pada kalian ribut mendingan kalian sarapan aja ." Ucap Sherli .
Setelah menghabiskan sarapannya , Delva langsung pamit untuk pergi ke rumah temannya .
" Pah , mah , kak , aku berangkat dulu ya ." Pamit Delva pada mereka .
" Iya sayang ,kamu hati-hati ya ." Pesan Sang mama .
" Assiappp bos... "Ucap Delva sambil tersenyum .
" Kamu mau bawa mobil sendiri ???" Tanya Qinta .
" Iya lah , masak di anter supir gak asik lah ."Oceh Delva .
" Ya... terserah kamu saja ,tapi ingat jangan ngebut ." Pesan Qinta .
" Iya Kak Qinta ku sayang ."Ucap Delva sambil mencium kedua punggung tangan papa dan mamah nya , sekaligus mencium singkat pipi mulus kakak kesayangannya .
" Kok aku ngerasa Delva sedang berbohong ya ,apa mungkin ini hanya perasaanku saja ." Batin Qinta .
HAI... HAI... HAI... READERS KESAYANGAN .
TERUS DUKUNG KARYA AUTHOR DENGAN LIKE , KOMEN DAN VOTE SEBANYAK BANYAKNYA .
**TERIMA KASIH....😉😉😉
SEE YOU ALL**...
__ADS_1