Ketulusan Cinta Tuan Muda

Ketulusan Cinta Tuan Muda
Episode 06


__ADS_3

Ceklek...


" Pantesan dari tadi aku ketuk-ketuk pintu kamarnya gak ada sahutan ,ternyata orangnya lagi tidur ." Ucap Qinta sambil duduk di sisi ranjang Delva .


Qinta menatap wajah polos adiknya , bahkan dia mengelus pipi mulus tanpa cacat itu dengan kasih sayang .


" Saat kamu tidur seperti ini ,kamu terlihat seperti gadis polos yang menggemaskan , tapi sayangnya saat kamu terbangun , kamu menjadi gadis nakal yang selalu membuat mama marah dan kesal , bahkan kamu bisa menjadi gadis yang kejam jika sudah berhadapan dengan musuh-musuhmu di luar sana ." Ucap Qinta pelan .


Dia mencium kening Delva dengan penuh kasih sayang .


" I love you adikku tersayang , kakak berharap jika kakak sudah tidak ada ,kamu bisa berubah menjadi gadis yang baik , penurut dan tidak membuat mama sedih dengan kelakuanmu ." Sambung Qinta , tanpa dia sadari butiran bening lolos begitu saja dari pelupuk matanya ,namun dengan cepat Qinta menghapus air matanya dan pergi meninggalkan kamar adik kesayangannya .


🌹🌹🌹


Kafindra Group...


Seorang pria tampan tengah duduk melamun di kursi kebesarannya .


Siapa lagi kalau bukan Aldan .


Setelah sampai di kantornya , Aldan duduk bersandar di kursi kebesarannya dengan pikiran yang menerawang mengingat dengan keputusan yang telah dia ambil .


Berat...


Tentu saja , karena sejujurnya dia tidak menginginkan pernikahan ini , bahkan ini menjadi cobaan terberat dalam hidupnya , karena ini menyangkut sebuah hubungan yang sakral , dan dia hanya ingin menikah sekali dalam hidupnya .


" Apakah aku sudah mengambil keputusan yang tepat ??? " Tanya Aldan kepada dirinya sendiri .


" Yang mau nikah melamun aja nih ." Sapa Anjas , sahabat Aldan yang memang suka main nyelonong ke ruangan Aldan .


" Ah kamu ngagetin aku tau nggak ." Ucap Aldan kesal .


" Makannya jangan suka melamun ." Ucap Anjas .


" Siapa yang melamun sih ." Elak Aldan .


" Kamulah masak macan ." Gerutu Anjas .


" Oh ya Al , kamu yakin mau nikah sama Qinta ." Tanya Anjas penasaran .


" Hemmm ." Jawab Aldan .


" Bukankah kamu tidak mencintainya , tapi kenapa tiba-tiba kamu menerima perjodohan ini ???"


" Karena ini permintaan terakhir Qinta , dan aku tidak mungkin menolaknya ." Ucap Aldan .


" Baiklah... aku mengerti sekarang , tapi apakah kamu harus mengorbankan perasaanmu ."


" Entahlah Jas , aku juga bingung dengan semua ini ." Jawab Aldan .


" Lagian aku yakin kalau sebenarnya Qinta juga tidak mencintaiku , tapi aku juga tidak tau apa alasan dia untuk meminta perjodohan ini ." Batin Aldan .


🌹🌹🌹


Plap...


Mata indah itu perlahan mulai terbuka , saat cacing-cacing di perutnya berteriak meminta makanan .

__ADS_1


Delva mulai mendudukkan tubuhnya dan menyandarkannya ke sandaran ranjangnya .


" Kok gue ngerasa laper banget ya ??? " Ucap Delva sembari memegang perutnya yang terasa sangat lapar .


" Oh ya , gue kan gak sempat makan siang , pantesan gue kelaparan ." Oceh Delva pada dirinya sendiri , dia bergegas pergi ke kamar mandi untuk mencuci mukanya .


Setelah itu dia langsung pergi ke dapur untuk mengisi perutnya yang kelaparan akibat tidur siang .


" Baru bangun nih ???" Tanya Qinta saat melihat Delva berjalan menuruni tangga .


" Hemmm..." Jawab Delva cuek .


" Bi Tuti... " Teriak Delva memekakan telinga siapa saja yang mendengarnya .


" Bi.... Bi Tuti..." Panggil Delva lagi .


" Aduh... bisa gak sih kalau gak teriak-teriak ." Ucap Qinta sambil menutup kedua telinganya dengan dua tangannya .


" Gak bisa ." Ketus Delva .


" Hadeuh... gini banget ya kalau punya adek kayak kamu ."


" Kenapa ??? cantik end imut kan..." Tebak Delva .


" Jelek dan menyebalkan ." Ketus Qinta .


" Nona Delva memanggil saya ???" Tanya Bi Tuti .


" Iya , tolong buatin aku makanan apa aja yang penting enak dan bisa di makan , dan yang paling penting gak pake lama soalnya aku udah laper banget ." Oceh Delva .


" Oh ya satu lagi Bi ,kalau makanannya udah siap , tolong langsung di antar ke kamarku ya ."


" Iya non ." Jawab Bi Tuti sambil menundukkan kepalanya .


Delva pun kembali ke kamarnya .


Sesampainya di kamar , dia mendudukkan tubuhnya di sofa . dan memainkan ponselnya .


Triiinggg.... Notifikasi pesan masuk di WhatsApp nya Delva .


~ Ben ~


{ Nona , saya sudah mengirim jasad pria itu kepada bos nya .}


Setelah membaca pesan itu Delva tersenyum puas , karena dia memang sudah mengetahui siapa dalang di balik semua ini .


~ Nona Aurora ~


{ Bagus Ben , dan pantau terus mereka , karena aku yakin setelah ini dia tidak akan tinggal diam .}


Balas Delva , dan memang selama ini Ben dan anak buahnya memanggil Delva dengan Aurora .


~ Ben ~


{ Baik Nona .}


Setelah itu Delva tidak lagi membalas pesan dari Ben , tangan kanan nya .

__ADS_1


" Kita liat saja nanti , seperti apa kehebatanmu ." Ucap Delva sambil tersenyum Devil .


Delva meraih foto yang dia pajang di atas nakas samping kanan tempat tidurnya , dan dia mengambil foto yang dia simpan di baliknya .


" Aku sangat merindukanmu kak , sangat-sangat merindukanmu ." Ucap Delva sambil memeluk foto itu .


Butiran bening lolos begitu saja dari pelupuk matanya .


" Aku janji , besok aku akan datang mengunjungimu , kamu pasti juga merindukanku kan... " Ucap Delva sambil tersenyum getir .


🌹🌹🌹


Ayam jantan berkokok , tanda hari sudah pagi , kehidupan akan segera di mulai .


Hari ini Delva sengaja bangun lebih pagi dari biasanya , karena dia ingin pergi ke suatu tempat yang tidak di ketahui oleh siapapun termasuk keluarganya .


Saat dia sampai di ruang makan , dia mendapati Qinta dan kedua orang tuanya sudah berada di meja makan .


" Pagi semua ." Sapa Delva .


" Pagi Delva ." Jawab mereka serempak .


" Tumben kalian kompak begini ???" Tanya Delva heran .


" Kamu sendiri tumben bangun pagi , dan udah rapi banget lagi , biasanya kan kalau hari minggu kamu selalu bangun siang ." Tanya Qinta heran , karena tidak biasanya Delva bangun pagi bila hari libur .


Dia selalu mengisi hari liburnya hanya tidur dan berdiam diri di kamar .


" Emangnya kenapa , sekali kali bangun pagi gak papa dong , lagian hari ini aku ada janji untuk pergi ke rumah temen ." Ucap Delva berbohong .


" Sudah , dari pada kalian ribut mendingan kalian sarapan aja ." Ucap Sherli .


Setelah menghabiskan sarapannya , Delva langsung pamit untuk pergi ke rumah temannya .


" Pah , mah , kak , aku berangkat dulu ya ." Pamit Delva pada mereka .


" Iya sayang ,kamu hati-hati ya ." Pesan Sang mama .


" Assiappp bos... "Ucap Delva sambil tersenyum .


" Kamu mau bawa mobil sendiri ???" Tanya Qinta .


" Iya lah , masak di anter supir gak asik lah ."Oceh Delva .


" Ya... terserah kamu saja ,tapi ingat jangan ngebut ." Pesan Qinta .


" Iya Kak Qinta ku sayang ."Ucap Delva sambil mencium kedua punggung tangan papa dan mamah nya , sekaligus mencium singkat pipi mulus kakak kesayangannya .


" Kok aku ngerasa Delva sedang berbohong ya ,apa mungkin ini hanya perasaanku saja ." Batin Qinta .


HAI... HAI... HAI... READERS KESAYANGAN .


TERUS DUKUNG KARYA AUTHOR DENGAN LIKE , KOMEN DAN VOTE SEBANYAK BANYAKNYA .


**TERIMA KASIH....😉😉😉


SEE YOU ALL**...

__ADS_1


__ADS_2