Ketulusan Cinta Tuan Muda

Ketulusan Cinta Tuan Muda
Episode 05


__ADS_3

Setelah puas berbelanja , mereka pun mampir di cafe untuk sekedar memesan minum , karena mereka merasa kehausan setelah cukup lama berkeliling di mall yang cukup besar itu .


Setelah pesanan mereka datang , Delva langsung meneguk jus jeruk yang di pesan nya hingga setengah .


" Ya ampun Del... lo tuh haus atau gimana sih ??? " Tanya Gea heran .


" Gue tuh haus banget Ge , capek tau nggak sih ,dari tadi keliling mall ." Ucap Delva .


" Ya juga sih , gue juga capek banget ."Ucap Gea .


" Lo mau kemana ??? " Tanya Gea saat melihat Delva beranjak dari duduknya .


" Gue mau ke toilet sebentar , kenapa lo mau ikut ??? " Tanya Delva balik .


" Nggak ah , gue nunggu lo disini aja ." Tolak Gea .


" Oke ."


" Tapi jangan lama-lama ya ." Ucap Gea .


" Nggak akan lama kok , paling cuma setahun ." Canda Delva .


" What... kalau setahun mah bukan ke toilet ."


" Trus kemana dong...???"


" Ke akhirat kali ." Ucap Gea lalu tertawa lepas .


" Gila lo , lo pikir gue mau mati apa , tau ah capek gue ngeladenin orang gesrek kayak lo ." Ketus Delva , dia pun pergi meninggalkan Gea yang masih cekikikan melihat wajah kesal sahabatnya .


Saat Delva berjalan menuju kamar mandi , dia merasa ada orang yang diam-diam mengikutinya .


" Sepertinya ada yang ingin bermain main dengan gue ." Batin Delva .


" Baiklah... akan gue layani , lagian sudah lama kan gue gak Main ." Delva kembali membatin .


Delva terus berjalan seolah dia tidak tau jika ada yang mengikutinya .


Hingga saat dia sampai di depan toilet yang terlihat sepi , orang yang diam-diam mengikutinya ingin memukul tengkuk Delva , namun Delva membalikkan badannya dan dengan gerakan cepat dia menangkis tangan orang itu dan memelintirkannya kebelakang .


" Awsh... " Ringis orang itu kesakitan .


" Kenapa lo tiba-tiba nyerang gue , dah bosen hidup lo ." Ancam Delva .


" Gue gak takut sama lo bocah sialan ,lepasin tangan gue , kalau nggak lo ak... "


" Gue akan kenapa , akan lo bunuh ,gitu...??? " Delva tertawa .


Namun tawanya terdengar sedikit menakutkan .


" Hhh... jangankan untuk membunuh gue , menyentuh ujung rambut gue aja lo gak bakal bisa , brengsek... " Ucap Delva sembari mendorong dan menendang tubuh pria bertubuh besar itu hingga ambruk di lantai .


" Kurang ajar beraninya kau..." Pria itu menodongkan pistolnya ke arah Delva .


Dorrr...


Belum sampai pria itu meluncurkan tembakan nya , peluru Delva terlebih dahulu mendarat bebas di kening pria itu , sehingga pria itu lagi-lagi ambruk di lantai .


" Fiuh... " Delva meniup ujung pistol kesayangannya yang selalu dia bawa kemana-mana .


Delva berjalan mendekat pada pria yang saat ini tengah terkapar tak bernyawa .

__ADS_1


" Hhh... cuma segitu kemampuan lo , tubuh besar tapi otot bagai kapas , memalukan..." Ucap Delva sambil tersenyum devil .


" Bereskan dia dan kirimkan jasadnya pada bosnya ." Ucap Delva pada anak buahnya yang memang diam-diam mengikuti Delva atas perintah tangan kanan Delva .


" Baik Nona ." Ucap Bram , anak buah nya .


" Bagus... " Ucap Delva .


Sedangkan Gea merasa khawatir karena sedari tadi Delva belum datang juga .


" Tuh anak kemana sih kok lama banget , jangan-jangan dia kenapa napa lagi ." Oceh Gea khawatir .


Tak lama kemudian dia melihat orang yang di tunggunya tengah berjalan ke arahnya .


" Ya ampun Del... sebenarnya lo tuh ke toilet apa ke amrik sih kok lama banget ." Oceh Gea .


" Ke toilet sayangkuh... " Ucap Delva sembari mengedipkan sebelah matanya .


" Idih... lo kenapa jadi alay gitu , ke bentur lo ???" Ucap Gea merinding melihat tingkah Delva yang tak seperti biasanya .


" Ahahaha... sumpah muka lo lucu banget tau nggak sih ." Delva tertawa lepas saat melihat raut wajah Gea yang agak ketakutan melihat perubahan tingkah dirinya .


" Dasar gesrek... " Ketus Gea .


" Cabut yuk... " Ajak Delva .


" Mangnya dah puas ketawanya ???"Tanya Gea dengan raut wajah yang masih terlihat kesal .


" Belum sih... "Jawab Delva santai .


" Ya silahkan lo lanjutin , gue mau pulang duluan ." Ucap Gea .


" Aish... ceritanya lagi ngambek nih..." Goda Delva .


" Ya udah kita cabut aja ." Mereka pun beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan tempat itu , namun sebelumnya mereka tidak lupa membayar pesanan mereka .


🍁🍁🍁


Tak butuh waktu lama Delva pun sampai di rumahnya . Dia melangkah memasuki rumahnya dengan membawa beberapa paper bag belanjaannya .


" I am home... " Teriaknya .


" Pada kemana sih , kok sepi banget ."Oceh Delva sambil terus berjalan menuju kamarnya , hingga saat dia sampai di ruang tamu , Delva menghentikan langkahnya dan memicingkan matanya menatap pria yang tengah duduk di ruang tamu bersama Qinta dan mamahnya .


" Ngapain lo kesini ." Tanya Delva ketus .


" Delva jaga bicaramu ." Ucap Sherli sambil melototkan matanya pada Delva .


" Maaf... " Ucap Delva pelan .


Dia pun kembali melangkahkan kakinya menuju kamarnya , namun baru sampai di tangga pertama sang mama memanggilnya kembali .


" Delva ." Panggil Sherli .


" Ada apa lagi sih ma ??? " Tanya Delva sembari membalikkan badannya .


" Kenapa baru pulang ??? " Tanya Sherli sambil berjalan menghampiri putrinya .


" Sebelum pulang aku mampir ke mall sebentar ." Jawab Delva .


" Baru pulang jam segini kamu bilang cuma sebentar ."

__ADS_1


" Lah... emang sebentar kan , udahlah mah aku capek mau istirahat ." Ucap Delva .


Dia pun begitu saja tanpa menghiraukan mamahnya yang terus memanggilnya .


" Mah... biarkan saja , biar aku yang bicara padanya nanti ." Ucap Qinta .


" Menghela napas panjang . Baiklah ,kalian ngobrol aja dulu ,mama mau ke kamar ."


" Al... mama tinggal ke kamar gak papa kan...???" Tanya Sherli pada calon menantunya .


Dan dia memang menyuruh Aldan untuk memanggilnya mama , karena sebentar lagi Aldan akan menjadi menantunya .


" Iya mah ,gak papa ." Jawab Aldan .


" Oh ya Al , besok kamu bisa kan jemput aku ke sini untuk pergi ke butik , kita kan harus fitting baju pernikahan kita ."Ucap Qinta .


" Jam berapa ???" Tanya Aldan .


" Mungkin jam 09.00 pagi ." Ucap Qinta .


" Oke , besok aku jemput , lagian besok hari libur kan ."


" Iya sih..."


" Ya udah kalau gitu aku pergi dulu ya , soalnya aku harus balik ke kantor ." Pamit Aldan .


"Owh ya sudah kalau gitu aku antar sampai depan ya ."


" Hemmm ."Jawab Aldan .


Sedangkan Delva tengah merebahkan tubuhnya di kasur empuknya , setelah dia selesai membersihkan tubuhnya yang terasa lengket .


" Eughh... Seger banget , bobok siang enak kali ya ." Ucap Delva sembari memejamkan matanya yang sudah mulai tetasa berat akibat rasa kantuk yang menyerangnya .


Tak butuh waktu lama , dia pun sudah tertidur pulas .


Tok...tok...tok...


Qinta mengetuk pintu kamar Delva , namun tak ada jawaban .


" Dek... kakak masuk ya ."Ucap Qinta agak berteriak . Namun tetap saja tak ada respon . Dengan pelan Qinta memutar kenop pintu kamar Delva .


Ceklek...


" Pantesan dari tadi aku ketuk-ketuk pintu kamarnya gak ada sahutan , ternyata orangnya tidur ." Ucap Qinta sambil duduk di sisi ranjang Delva .


🍁


🍁


🍁


🍁


🍁


HAI READERS...


INGAT... TETAP TINGGALKAN JEJAK KALIAN DENGAN LIKE , KOMEN DAN VOTE SEBANYAK MUNGKIN...


OKE...👌

__ADS_1


TERIMA KASIH...😆😆😆


__ADS_2