
Setelah puas berbelanja , mereka pun mampir di cafe untuk sekedar memesan minum , karena mereka merasa kehausan setelah cukup lama berkeliling di mall yang cukup besar itu .
Setelah pesanan mereka datang , Delva langsung meneguk jus jeruk yang di pesan nya hingga setengah .
" Ya ampun Del... lo tuh haus atau gimana sih ??? " Tanya Gea heran .
" Gue tuh haus banget Ge , capek tau nggak sih ,dari tadi keliling mall ." Ucap Delva .
" Ya juga sih , gue juga capek banget ."Ucap Gea .
" Lo mau kemana ??? " Tanya Gea saat melihat Delva beranjak dari duduknya .
" Gue mau ke toilet sebentar , kenapa lo mau ikut ??? " Tanya Delva balik .
" Nggak ah , gue nunggu lo disini aja ." Tolak Gea .
" Oke ."
" Tapi jangan lama-lama ya ." Ucap Gea .
" Nggak akan lama kok , paling cuma setahun ." Canda Delva .
" What... kalau setahun mah bukan ke toilet ."
" Trus kemana dong...???"
" Ke akhirat kali ." Ucap Gea lalu tertawa lepas .
" Gila lo , lo pikir gue mau mati apa , tau ah capek gue ngeladenin orang gesrek kayak lo ." Ketus Delva , dia pun pergi meninggalkan Gea yang masih cekikikan melihat wajah kesal sahabatnya .
Saat Delva berjalan menuju kamar mandi , dia merasa ada orang yang diam-diam mengikutinya .
" Sepertinya ada yang ingin bermain main dengan gue ." Batin Delva .
" Baiklah... akan gue layani , lagian sudah lama kan gue gak Main ." Delva kembali membatin .
Delva terus berjalan seolah dia tidak tau jika ada yang mengikutinya .
Hingga saat dia sampai di depan toilet yang terlihat sepi , orang yang diam-diam mengikutinya ingin memukul tengkuk Delva , namun Delva membalikkan badannya dan dengan gerakan cepat dia menangkis tangan orang itu dan memelintirkannya kebelakang .
" Awsh... " Ringis orang itu kesakitan .
" Kenapa lo tiba-tiba nyerang gue , dah bosen hidup lo ." Ancam Delva .
" Gue gak takut sama lo bocah sialan ,lepasin tangan gue , kalau nggak lo ak... "
" Gue akan kenapa , akan lo bunuh ,gitu...??? " Delva tertawa .
Namun tawanya terdengar sedikit menakutkan .
" Hhh... jangankan untuk membunuh gue , menyentuh ujung rambut gue aja lo gak bakal bisa , brengsek... " Ucap Delva sembari mendorong dan menendang tubuh pria bertubuh besar itu hingga ambruk di lantai .
" Kurang ajar beraninya kau..." Pria itu menodongkan pistolnya ke arah Delva .
Dorrr...
Belum sampai pria itu meluncurkan tembakan nya , peluru Delva terlebih dahulu mendarat bebas di kening pria itu , sehingga pria itu lagi-lagi ambruk di lantai .
" Fiuh... " Delva meniup ujung pistol kesayangannya yang selalu dia bawa kemana-mana .
Delva berjalan mendekat pada pria yang saat ini tengah terkapar tak bernyawa .
__ADS_1
" Hhh... cuma segitu kemampuan lo , tubuh besar tapi otot bagai kapas , memalukan..." Ucap Delva sambil tersenyum devil .
" Bereskan dia dan kirimkan jasadnya pada bosnya ." Ucap Delva pada anak buahnya yang memang diam-diam mengikuti Delva atas perintah tangan kanan Delva .
" Baik Nona ." Ucap Bram , anak buah nya .
" Bagus... " Ucap Delva .
Sedangkan Gea merasa khawatir karena sedari tadi Delva belum datang juga .
" Tuh anak kemana sih kok lama banget , jangan-jangan dia kenapa napa lagi ." Oceh Gea khawatir .
Tak lama kemudian dia melihat orang yang di tunggunya tengah berjalan ke arahnya .
" Ya ampun Del... sebenarnya lo tuh ke toilet apa ke amrik sih kok lama banget ." Oceh Gea .
" Ke toilet sayangkuh... " Ucap Delva sembari mengedipkan sebelah matanya .
" Idih... lo kenapa jadi alay gitu , ke bentur lo ???" Ucap Gea merinding melihat tingkah Delva yang tak seperti biasanya .
" Ahahaha... sumpah muka lo lucu banget tau nggak sih ." Delva tertawa lepas saat melihat raut wajah Gea yang agak ketakutan melihat perubahan tingkah dirinya .
" Dasar gesrek... " Ketus Gea .
" Cabut yuk... " Ajak Delva .
" Mangnya dah puas ketawanya ???"Tanya Gea dengan raut wajah yang masih terlihat kesal .
" Belum sih... "Jawab Delva santai .
" Ya silahkan lo lanjutin , gue mau pulang duluan ." Ucap Gea .
" Aish... ceritanya lagi ngambek nih..." Goda Delva .
" Ya udah kita cabut aja ." Mereka pun beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan tempat itu , namun sebelumnya mereka tidak lupa membayar pesanan mereka .
🍁🍁🍁
Tak butuh waktu lama Delva pun sampai di rumahnya . Dia melangkah memasuki rumahnya dengan membawa beberapa paper bag belanjaannya .
" I am home... " Teriaknya .
" Pada kemana sih , kok sepi banget ."Oceh Delva sambil terus berjalan menuju kamarnya , hingga saat dia sampai di ruang tamu , Delva menghentikan langkahnya dan memicingkan matanya menatap pria yang tengah duduk di ruang tamu bersama Qinta dan mamahnya .
" Ngapain lo kesini ." Tanya Delva ketus .
" Delva jaga bicaramu ." Ucap Sherli sambil melototkan matanya pada Delva .
" Maaf... " Ucap Delva pelan .
Dia pun kembali melangkahkan kakinya menuju kamarnya , namun baru sampai di tangga pertama sang mama memanggilnya kembali .
" Delva ." Panggil Sherli .
" Ada apa lagi sih ma ??? " Tanya Delva sembari membalikkan badannya .
" Kenapa baru pulang ??? " Tanya Sherli sambil berjalan menghampiri putrinya .
" Sebelum pulang aku mampir ke mall sebentar ." Jawab Delva .
" Baru pulang jam segini kamu bilang cuma sebentar ."
__ADS_1
" Lah... emang sebentar kan , udahlah mah aku capek mau istirahat ." Ucap Delva .
Dia pun begitu saja tanpa menghiraukan mamahnya yang terus memanggilnya .
" Mah... biarkan saja , biar aku yang bicara padanya nanti ." Ucap Qinta .
" Menghela napas panjang . Baiklah ,kalian ngobrol aja dulu ,mama mau ke kamar ."
" Al... mama tinggal ke kamar gak papa kan...???" Tanya Sherli pada calon menantunya .
Dan dia memang menyuruh Aldan untuk memanggilnya mama , karena sebentar lagi Aldan akan menjadi menantunya .
" Iya mah ,gak papa ." Jawab Aldan .
" Oh ya Al , besok kamu bisa kan jemput aku ke sini untuk pergi ke butik , kita kan harus fitting baju pernikahan kita ."Ucap Qinta .
" Jam berapa ???" Tanya Aldan .
" Mungkin jam 09.00 pagi ." Ucap Qinta .
" Oke , besok aku jemput , lagian besok hari libur kan ."
" Iya sih..."
" Ya udah kalau gitu aku pergi dulu ya , soalnya aku harus balik ke kantor ." Pamit Aldan .
"Owh ya sudah kalau gitu aku antar sampai depan ya ."
" Hemmm ."Jawab Aldan .
Sedangkan Delva tengah merebahkan tubuhnya di kasur empuknya , setelah dia selesai membersihkan tubuhnya yang terasa lengket .
" Eughh... Seger banget , bobok siang enak kali ya ." Ucap Delva sembari memejamkan matanya yang sudah mulai tetasa berat akibat rasa kantuk yang menyerangnya .
Tak butuh waktu lama , dia pun sudah tertidur pulas .
Tok...tok...tok...
Qinta mengetuk pintu kamar Delva , namun tak ada jawaban .
" Dek... kakak masuk ya ."Ucap Qinta agak berteriak . Namun tetap saja tak ada respon . Dengan pelan Qinta memutar kenop pintu kamar Delva .
Ceklek...
" Pantesan dari tadi aku ketuk-ketuk pintu kamarnya gak ada sahutan , ternyata orangnya tidur ." Ucap Qinta sambil duduk di sisi ranjang Delva .
🍁
🍁
🍁
🍁
🍁
HAI READERS...
INGAT... TETAP TINGGALKAN JEJAK KALIAN DENGAN LIKE , KOMEN DAN VOTE SEBANYAK MUNGKIN...
OKE...👌
__ADS_1
TERIMA KASIH...😆😆😆