
Keesokan harinya , Delva sudah siap dengan seragam sekolahnya .
Dia pun berjalan menuruni tangga menghampiri keluarganya yang tengah menunggunya di meja makan .
" Pagi pah , pagi mah ." Sapa Delva dengan senyum termanisnya .
" Pagi sayang ." Jawab Sherli .
Sedangkan Angga hanya tersenyum menanggapi sapaan putri bungsunya .
" Pagi Kak Qinta ." Sapa Delva .
" Pagi adikku sayang....yang nakalnya kebangetan , dan bawelnya kelewatan ." Canda Qinta .
" Ish... Kak Qinta kok gitu sih ." Gerutu Delva sambil mengerucutkan bibirnya , dan tentu saja hal itu membuat Qinta tersenyum , karena baginya itu terlihat sangat menggemaskan .
Mereka pun mulai sibuk menghabiskan sarapan mereka tanpa ada yang berbicara walau hanya sepatah kata pun .
Setelah menghabiskan sarapannya , Delva pun pamit pada kedua orang tuanya untuk berangkat ke sekolah .
" Pah , mah , Delva berangkat yah ." Pamit Delva sembari mencium punggung tangan kedua orang tuanya dan mencium singkat pipi kakak kesayangannya .
" Iya , kamu hati-hati sayang ." Pesan Sherli .
" Okey mah ." Jawab Delva .
Dia pun pergi dengan mengendarai mobil sport kesayangannya .
Setelah empat puluh lima menit , Delva pun sampai di sekolahnya .
Saat Delva berjalan menyusuri koridor sekolah , tanpa sengaja dia menabrak benda keras yang membuat jidatnya lumayan terasa sakit , yang ternyata adalah dada bidang seorang pemuda tampan .
" Awwsh... " Ringis Delva sambil mengusap pelan jidat nya .
Dia pun mendongakkan kepalanya menatap pria yang sudah ditabraknya .
" Bukankah dia gadis yang di kantin waktu itu ." Batin pemuda itu .
" Kalau jalan tuh pake mata , jangan pake dengkul ." Ucap Delva ketus .
Dia pun kembali melangkahkan kakinya tanpa menghiraukan tatapan pemuda itu terhadapnya .
" Yang nabrak siapa , yang di salahin siapa ??? dasar gadis aneh , tapi cukup menarik ." Batin pemuda itu yang tak lain adalah Reza , ketua osis yang terkenal dengan ketampanan nya dan kecerdasan nya ,sekaligus anak orang kaya .
" Dia kan siswa baru yang masuk beberapa bulan yang lalu kan ??? " Tanya Hilman , sahabat Reza .
" Sepertinya sih iya , tapi gak nyangka gue , ternyata ada juga cewek yang bersikap jutek sama Reza ." Sambung Deni , yang juga sahabat Reza .
" Hhh... masa bodo ." Jawab Reza cuek .
Dia pun berjalan meninggalkan kedua sahabatnya .
Sesampainya di kelas , Delva langsung mendudukkan tubuhnya dengan kasar di kursi samping Gea .
" Lo kenapa Del , kok mukanya kusut gitu , belum di setrika ya ." Ledek Gea yang melihat wajah sahabatnya yang terlihat kesal .
" Enak aja , lo pikir muka gue baju apa , pake harus di setrika segala ." Gerutu Delva .
" Makannya senyum biar keliatan cantik ."
" Gue tuh lagi kesel Ge ."
" Kesel kenapa ??? " Tanya Gea .
__ADS_1
" Tau... " Jawab Delva ngasal .
Entah kenapa mood nya menjadi buruk semenjak dia tidak sengaja menabrak Reza .
" Hadeh... capek deh ngomong sama lo ." Ucap Gea kesal .
" Kalau capek , ya gak usah ngomong lah ,gitu aja kok repot ." Ketus Delva .
" Ya... terserah lo aja lah... " Ucap Gea mengalah , karena dia merasa percuma berdebat dengan Delva , apalagi saat mood nya sedang buruk .
Tak lama kemudian bel tanda masuk berbunyi , semua siswa berhamburan masuk ke kelasnya masing-masing .
-----
Jam istirahat Delva dan Gea langsung pergi ke kantin , karena sedari tadi perut mereka bernyanyi ria akibat menahan rasa lapar .
Seperti biasa , sesampainya di kantin , Delva langsung duduk di kursi yang berada di pojokan , karena itulah tempat favoritnya .
" Del , lo mau gue pesanin apa ??? " Tanya Gea .
" Samain aja kek pesanan lo ." Jawab Delva sambil memainkan ponselnya .
" Oke ." Gea pun pergi memesan makanan .
Tak butuh waktu lama , Gea datang membawa pesanan mereka .
" Widih... tumben cepet ." Ucap Delva saat melihat Gea datang membawa nampan yang berisikan pesanan mereka .
" Iya lah... soalnya jatah orang gue embat duluan ." Jawab Gea santai .
" Wah... parah lo ."
" Abisnya gue bosen kalau harus nunggu kelamaan ,ya udah lah makan yuk , gue dah laper banget nih ." Ucap Gea .
Saat mereka tengah asyik dengan makanan mereka , tiba-tiba terdengar suara riuh dari para siswi yang berteriak histeris saat melihat tiga cowok tampan memasuki kantin , dan hal itu membuat Delva dan Gea mengalihkan pandangannya pada pintu masuk kantin .
" Hhh.... mereka lebay amet sih , cuman liat cowok kayak mereka aja , mereka udah sampe berteriak histeris gitu ." Ucap Delva .
" Yah... namanya juga penggemar cogan , liat cowok tampan dikit aja ,udah sampe mau pingsan ." Sambung Gea , yang akhirnya membuat mereka tertawa kecil .
Tanpa mereka sadari tiga cowok tampan itu sudah berdiri di belakang mereka .
" Ehemmm... boleh kita gabung nggak ." Tanya Reza .
" Nggak... " Jawab Delva dan Gea serempak .
" Kompak banget sih kalian ." Ucap Hilman heran .
Sedangkan Reza tidak menghiraukan ucapan Delva , dia langsung mendudukan tubuhnya di sebelah Delva , meski Delva tidak memperbolehkannya .
" Lo budek ya..." Ucap Delva kesal dengan tingkah Reza .
" Mungkin... " Jawab Reza santai .
" Ck... kenapa kalian gak cari tempat duduk yang lain aja sih ." Gerutu Delva .
" Yah... kalau kita maunya duduk satu meja sama kalian gimana ,ya kan bro ???." Tanya Reza pada teman-temannya .
" Yoi... " Jawab kedua sahabatnya serempak .
" Tapi kita gak mau duduk satu meja sama kalian ." Ucap Gea kesal .
" Ge... cabut yuk ." Ajak Delva .
__ADS_1
" Ayo... " Mereka pun beranjak dari duduknya dan pergi begitu saja tanpa menghiraukan tiga cowok yang katanya cowok terpopuler di sekolah .
"Gila... tuh cewek judes banget sih ,susah bener di deketin ." Ucap Deni .
" Itulah yang menarik , minta di kejar bukan malah ngejar-ngejar ." Jawab Reza sambil tersenyum devil .
Setelah pergi dari kantin , Delva dan Gea tidak langsung kembali ke kelasnya , tapi mereka memilih pergi ke taman sekolah .
" Del mereka tuh resek banget ya , mereka pikir kita bakal terpesona apa sama ketampanan mereka yang masih di bawah standar ." Oceh Gea .
" Ya... mungkin mereka mengira kita sama dengan siswa lainnya , yang begitu menggemari cogan ." Ucap Delva .
" Udahlah , gak perlu di bahas , gak penting juga kan... " Sambung Delva .
" Iya juga sih... "
" Oh ya del , gimana kalau sepulang sekolah kita ngemall dulu ." Usul Gea .
" Boleh juga ." Jawab Delva sembari tersenyum manis .
" Oke ,deal ya , gak ada acara batal segala ." Ucap Gea , karena dia takut Delva membatalkan rencananya seperti hari-hari sebelumnya .
" Iya , tenang aja , gue jamin kali ini pasti jadi , ya udah yuk balik ke kelas aja , bentar lagi kan masuk ." Ajak Delva .
" Ayukkk... " Mereka pun pergi ke kelasnya .
-----
Sesuai rencana , sepulang sekolah mereka tidak langsung pulang ke rumahnya , melainkan pergi ke mall .
" Del kita mau belanja atau gimana nih ??? " Tanya Gea .
" Menurut lo... "Delva balik tanya .
" Ya... belanja lah , masak mau kemping ." Ucap Gea .
" Nah itu lo tau , kenapa masih nanya ." Ketus Delva .
" Hehehe... ya kali aja lo cuman mau liat-liat doang ." Ucap Gea sambil cengengesan .
" Ya kali mau ke sini cuman mau liat-liat doang , gue gak se kere itu kali ." Ucap Delva .
" Ya deh anak sultan , sorry gue kan cuma becanda doang , jadi gak perlu di ambil hati , di ambil jantung aja ." Oceh Gea .
" Lah... mati dong ." Mereka pun tertawa .
-
-
-
-
-
HAI READERS KESAYANGAN...
TERUS DUKUNG KARYA AUTHOR YAH....
DENGAN LIKE , KASIH KOMENTAR ATAU KASIH SARAN JUGA GAK APA-APA DAN YANG TERPENTING KASIH VOTE SEBANYAK BANYAK NYA .
**TERIMA KASIH....😘😘😘
__ADS_1
See you all**...