Ketulusan Cinta Tuan Muda

Ketulusan Cinta Tuan Muda
Episode 04


__ADS_3

Keesokan harinya , Delva sudah siap dengan seragam sekolahnya .


Dia pun berjalan menuruni tangga menghampiri keluarganya yang tengah menunggunya di meja makan .


" Pagi pah , pagi mah ." Sapa Delva dengan senyum termanisnya .


" Pagi sayang ." Jawab Sherli .


Sedangkan Angga hanya tersenyum menanggapi sapaan putri bungsunya .


" Pagi Kak Qinta ." Sapa Delva .


" Pagi adikku sayang....yang nakalnya kebangetan , dan bawelnya kelewatan ." Canda Qinta .


" Ish... Kak Qinta kok gitu sih ." Gerutu Delva sambil mengerucutkan bibirnya , dan tentu saja hal itu membuat Qinta tersenyum , karena baginya itu terlihat sangat menggemaskan .


Mereka pun mulai sibuk menghabiskan sarapan mereka tanpa ada yang berbicara walau hanya sepatah kata pun .


Setelah menghabiskan sarapannya , Delva pun pamit pada kedua orang tuanya untuk berangkat ke sekolah .


" Pah , mah , Delva berangkat yah ." Pamit Delva sembari mencium punggung tangan kedua orang tuanya dan mencium singkat pipi kakak kesayangannya .


" Iya , kamu hati-hati sayang ." Pesan Sherli .


" Okey mah ." Jawab Delva .


Dia pun pergi dengan mengendarai mobil sport kesayangannya .


Setelah empat puluh lima menit , Delva pun sampai di sekolahnya .


Saat Delva berjalan menyusuri koridor sekolah , tanpa sengaja dia menabrak benda keras yang membuat jidatnya lumayan terasa sakit , yang ternyata adalah dada bidang seorang pemuda tampan .


" Awwsh... " Ringis Delva sambil mengusap pelan jidat nya .


Dia pun mendongakkan kepalanya menatap pria yang sudah ditabraknya .


" Bukankah dia gadis yang di kantin waktu itu ." Batin pemuda itu .


" Kalau jalan tuh pake mata , jangan pake dengkul ." Ucap Delva ketus .


Dia pun kembali melangkahkan kakinya tanpa menghiraukan tatapan pemuda itu terhadapnya .


" Yang nabrak siapa , yang di salahin siapa ??? dasar gadis aneh , tapi cukup menarik ." Batin pemuda itu yang tak lain adalah Reza , ketua osis yang terkenal dengan ketampanan nya dan kecerdasan nya ,sekaligus anak orang kaya .


" Dia kan siswa baru yang masuk beberapa bulan yang lalu kan ??? " Tanya Hilman , sahabat Reza .


" Sepertinya sih iya , tapi gak nyangka gue , ternyata ada juga cewek yang bersikap jutek sama Reza ." Sambung Deni , yang juga sahabat Reza .


" Hhh... masa bodo ." Jawab Reza cuek .


Dia pun berjalan meninggalkan kedua sahabatnya .


Sesampainya di kelas , Delva langsung mendudukkan tubuhnya dengan kasar di kursi samping Gea .


" Lo kenapa Del , kok mukanya kusut gitu , belum di setrika ya ." Ledek Gea yang melihat wajah sahabatnya yang terlihat kesal .


" Enak aja , lo pikir muka gue baju apa , pake harus di setrika segala ." Gerutu Delva .


" Makannya senyum biar keliatan cantik ."


" Gue tuh lagi kesel Ge ."


" Kesel kenapa ??? " Tanya Gea .

__ADS_1


" Tau... " Jawab Delva ngasal .


Entah kenapa mood nya menjadi buruk semenjak dia tidak sengaja menabrak Reza .


" Hadeh... capek deh ngomong sama lo ." Ucap Gea kesal .


" Kalau capek , ya gak usah ngomong lah ,gitu aja kok repot ." Ketus Delva .


" Ya... terserah lo aja lah... " Ucap Gea mengalah , karena dia merasa percuma berdebat dengan Delva , apalagi saat mood nya sedang buruk .


Tak lama kemudian bel tanda masuk berbunyi , semua siswa berhamburan masuk ke kelasnya masing-masing .


-----


Jam istirahat Delva dan Gea langsung pergi ke kantin , karena sedari tadi perut mereka bernyanyi ria akibat menahan rasa lapar .


Seperti biasa , sesampainya di kantin , Delva langsung duduk di kursi yang berada di pojokan , karena itulah tempat favoritnya .


" Del , lo mau gue pesanin apa ??? " Tanya Gea .


" Samain aja kek pesanan lo ." Jawab Delva sambil memainkan ponselnya .


" Oke ." Gea pun pergi memesan makanan .


Tak butuh waktu lama , Gea datang membawa pesanan mereka .


" Widih... tumben cepet ." Ucap Delva saat melihat Gea datang membawa nampan yang berisikan pesanan mereka .


" Iya lah... soalnya jatah orang gue embat duluan ." Jawab Gea santai .


" Wah... parah lo ."


" Abisnya gue bosen kalau harus nunggu kelamaan ,ya udah lah makan yuk , gue dah laper banget nih ." Ucap Gea .


Saat mereka tengah asyik dengan makanan mereka , tiba-tiba terdengar suara riuh dari para siswi yang berteriak histeris saat melihat tiga cowok tampan memasuki kantin , dan hal itu membuat Delva dan Gea mengalihkan pandangannya pada pintu masuk kantin .


" Hhh.... mereka lebay amet sih , cuman liat cowok kayak mereka aja , mereka udah sampe berteriak histeris gitu ." Ucap Delva .


" Yah... namanya juga penggemar cogan , liat cowok tampan dikit aja ,udah sampe mau pingsan ." Sambung Gea , yang akhirnya membuat mereka tertawa kecil .


Tanpa mereka sadari tiga cowok tampan itu sudah berdiri di belakang mereka .


" Ehemmm... boleh kita gabung nggak ." Tanya Reza .


" Nggak... " Jawab Delva dan Gea serempak .


" Kompak banget sih kalian ." Ucap Hilman heran .


Sedangkan Reza tidak menghiraukan ucapan Delva , dia langsung mendudukan tubuhnya di sebelah Delva , meski Delva tidak memperbolehkannya .


" Lo budek ya..." Ucap Delva kesal dengan tingkah Reza .


" Mungkin... " Jawab Reza santai .


" Ck... kenapa kalian gak cari tempat duduk yang lain aja sih ." Gerutu Delva .


" Yah... kalau kita maunya duduk satu meja sama kalian gimana ,ya kan bro ???." Tanya Reza pada teman-temannya .


" Yoi... " Jawab kedua sahabatnya serempak .


" Tapi kita gak mau duduk satu meja sama kalian ." Ucap Gea kesal .


" Ge... cabut yuk ." Ajak Delva .

__ADS_1


" Ayo... " Mereka pun beranjak dari duduknya dan pergi begitu saja tanpa menghiraukan tiga cowok yang katanya cowok terpopuler di sekolah .


"Gila... tuh cewek judes banget sih ,susah bener di deketin ." Ucap Deni .


" Itulah yang menarik , minta di kejar bukan malah ngejar-ngejar ." Jawab Reza sambil tersenyum devil .


Setelah pergi dari kantin , Delva dan Gea tidak langsung kembali ke kelasnya , tapi mereka memilih pergi ke taman sekolah .


" Del mereka tuh resek banget ya , mereka pikir kita bakal terpesona apa sama ketampanan mereka yang masih di bawah standar ." Oceh Gea .


" Ya... mungkin mereka mengira kita sama dengan siswa lainnya , yang begitu menggemari cogan ." Ucap Delva .


" Udahlah , gak perlu di bahas , gak penting juga kan... " Sambung Delva .


" Iya juga sih... "


" Oh ya del , gimana kalau sepulang sekolah kita ngemall dulu ." Usul Gea .


" Boleh juga ." Jawab Delva sembari tersenyum manis .


" Oke ,deal ya , gak ada acara batal segala ." Ucap Gea , karena dia takut Delva membatalkan rencananya seperti hari-hari sebelumnya .


" Iya , tenang aja , gue jamin kali ini pasti jadi , ya udah yuk balik ke kelas aja , bentar lagi kan masuk ." Ajak Delva .


" Ayukkk... " Mereka pun pergi ke kelasnya .


-----


Sesuai rencana , sepulang sekolah mereka tidak langsung pulang ke rumahnya , melainkan pergi ke mall .


" Del kita mau belanja atau gimana nih ??? " Tanya Gea .


" Menurut lo... "Delva balik tanya .


" Ya... belanja lah , masak mau kemping ." Ucap Gea .


" Nah itu lo tau , kenapa masih nanya ." Ketus Delva .


" Hehehe... ya kali aja lo cuman mau liat-liat doang ." Ucap Gea sambil cengengesan .


" Ya kali mau ke sini cuman mau liat-liat doang , gue gak se kere itu kali ." Ucap Delva .


" Ya deh anak sultan , sorry gue kan cuma becanda doang , jadi gak perlu di ambil hati , di ambil jantung aja ." Oceh Gea .


" Lah... mati dong ." Mereka pun tertawa .


-


-


-


-


-


HAI READERS KESAYANGAN...


TERUS DUKUNG KARYA AUTHOR YAH....


DENGAN LIKE , KASIH KOMENTAR ATAU KASIH SARAN JUGA GAK APA-APA DAN YANG TERPENTING KASIH VOTE SEBANYAK BANYAK NYA .


**TERIMA KASIH....😘😘😘

__ADS_1


See you all**...


__ADS_2