
" Hmmm... Kak Qinta keceplosan nih , jadi Kak Qinta tadi habis ketemu sama dia ." Goda Delva .
" Ah... kamu ini memang pintar sekali memancing kakak untuk berkata jujur ." Ucap Qinta sembari tersenyum .
" Ya lah... siapa dulu , Delva gitu loh ." Ucap Delva membanggakan dirinya sendiri .
" Oh ya , seperti apa sih Kak wajah dia sekarang , pasti makin jelek , ya kan..." Tebak Delva .
" Siapa bilang ,justru dia makin tampan , dan Kakak yakin , kalau kamu sudah bertemu dengannya kamu pasti juga akan jatuh hati padanya ."
" Ya gak mungkin lah Kak, aku tidak mungkin jatuh cinta pada pria kulkas seperti dia , apalagi dia itu bukan tipe ku ." Ucap Delva .
" Yakin nih...??? " Goda Qinta .
" 1000% yakin ." Ucap Delva mantap .
" Ya udah, sebaiknya Kak Qinta istirahat di kamar aja, ayo aku antar ."
" Tidak usah ,Kakak bisa sendiri kok ." Tolak Qinta .
" Kak Qinta yakin ." Tanya Delva .
" Iya adikku sayang... " Ucap Qinta sembari tersenyum manis . Dia pun beranjak dari duduknya dan pergi ke kamarnya .
" Kok mau ya , Kak Qinta menikah dengan pria kulkas seperti dia , gak perduli mau setampan apa pun dia , tetap aja dia pria kulkas yang berwajah datar ." Oceh Delva seorang diri .
Dia pun juga memilih pergi ke kamarnya .
-----
Pukul 19.00
Di kediaman Bramasta .
Delva tengah memainkan ponselnya sembari duduk santai di kursi yang berada di balkon kamarnya .
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar kamarnya , dengan malas Delva berjalan membuka pintu .
" Kak Qinta , ada apa ???" ya... yang mengetuk pintu kamar Delva adalah Qinta .
" Sekarang cepat kamu ganti baju dan dandan yang cantik lalu ikut aku ke bawah . " Ajak Qinta .
" Untuk apa , dan kenapa juga aku harus ikut kakak ke bawah ." Tanya Delva bingung .
" Sebentar lagi Aldan dan kedua orang tuanya akan datang ke sini untuk memenuhi undangan papa untuk acara makan malam , dan sekalian untuk menentukan tanggal pernikahanku dan Aldan ." Jelas Qinta .
" Terus apa hubungannya denganku ???" Tanya Delva masih belum mengerti .
" Papa memintaku untuk memanggilmu karena kamu juga harus ikut makan malam bersama dengan keluarga Kafindra ." Ucap Qinta .
" Sudahlah Kak , aku tidak mau bergabung dengan kalian dan aku lebih memilih makan malam di kamar saja ." Ucap Delva .
" Tidak bisa Dek , kalau kamu menolak papa pasti akan marah , dan kamu tau sendiri kan apa yang akan papa lakukan jika kamu membuatnya marah ."
__ADS_1
" Hmmm... baiklah , Kak Qinta ke bawah duluan , nanti aku nyusul ." Ucap Delva .
" Oke , tapi jangan lama-lama ya ."
" Hmmm ." Delva hanya berdehem .
Sebenarnya dia malas sekali untuk bergabung dengan mereka , apalagi dengan keluarga Kafindra , yang otomatis akan membuat Delva bertemu dengan musuh bebuyutan nya sejak kecil .
" Sejujurnya gue males banget untuk ketemu dengan pria kulkas itu , tapi gue gak punya pilihan lain ." Gerutu Delva sembari pergi ke ruang ganti untuk mengganti pakaiannya .
Setelah selesai mengganti pakaiannya , Delva memoles wajah cantiknya dengan sedikit makeup , yang terkesan natural .
Setelah di rasa cukup , dia pun bergegas pergi ke lantai bawah , lebih tepat nya di ruang tamu ,dimana keluarganya dan keluarga Kafindra sudah menunggunya .
Di ruang tamu...
Mereka tengah mengobrol tentang bisnis dan tentang penentuan tanggal pernikahan anak-anak mereka .
Saat mereka tengah asyik mengobrol , tiba-tiba pandangan nyonya Kafindra beralih kepada Delva yang saat ini sedang menuruni tangga dan menghampiri keluarganya di ruang tamu sambil tesenyum kepada tamu daddy nya .
" Halo om... tante..." Delva mencium tangan tuan dan nyonya Kafindra sambil tersenyum ke arah mereka .
" Hai sayang... kamu cantik sekali kamu pasti Delva kan..." Tanya Wisya , mommy nya Aldan .
" Iya tante... " Jawab Delva .
Dia pun duduk di samping Qinta .
" Aldan kenapa kamu hanya diam saja , apa kamu tidak ingin menyapa teman masa kecilmu ." Ucap Wisya kesal melihat putranya yang sedari tadi hanya menundukkan kepalanya tanpa menghiraukan kehadiran Delva .
Deg
Pandangan keduanya bertemu , dan mereka sama-sama terpaku , karena terkejut melihat orang di depannya .
" Kamu..."
" Lo..." Anggap saja mereka berkata secara bersamaan .
Ucap mereka sambil menunjuk satu sama lain .
"Apa sebelumnya kalian sudah bertemu ??? " Tanya Qinta yang merasa heran melihat reaksi keduanya .
" Tidak... "Jawab mereka serempak , lalu saling pandang .
" Kenapa kalian kompak sekali ." Tanya Qinta lagi .
" Ah... mungkin hanya kebetulan saja Kak , ya kan Kak Aldan ." Ucap Delva dengan senyum yang di paksakan .
" Hemmm." Jawab Aldan cuek .
" What... ternyata om-om tua bangka itu adalah sie pria kulkas , kenapa bisa kebetulan begini ya???" Batin Delva .
" Pantas saja gadis kecil ini berani mengataiku , ternyata dia adalah bocah kecil yang selalu saja membuatku kesal di masalalu ." Batin Aldan .
__ADS_1
" Oh ya...lalu kapan pernikahan anak kita akan di langsungkan ." Tanya Jemy , daddy nya Aldan .
" Kalau aku terserah kamu saja ." Jawab Angga .
" Bagaimana kalau minggu depan saja ." Usul Wisya .
" Ya... aku setuju , bagaimana menurutmu Angga ??? ." Tanya Jemy .
" Aku juga setuju ." Jawab Angga sembari tersenyum .
" Tapi apa itu tidak terlalu cepat Dad ???" Kali Aldan yang angkat bicara , karena baginya satu minggu itu terlalu cepat ,dan dia pun masih merasa belum siap .
" Lebih cepat kan lebih baik ." Jawab Jemy santai .
" Iya , apa yang di katakan daddy mu itu benar Al , dan aku yakin kamu pasti bisa membahagiakan putriku ." Ucap Angga sambil tersenyum .
" Aku tidak yakin Kak Qinta akan bahagia menikah dengan pria dingin dan kaku seperti dia ." Batin Delva .
" Kalau begitu mulai besok kita harus menyiapkan semuanya ,karena aku ingin pernikahan anak-anak kita terlihat sempurna ." Ucap Wisya antusias .
" Aku setuju denganmu Sya ."Jawab nyonya Bramasta .
" Dan untuk kamu Qinta , kamu harus jaga kesehatan kamu , jangan sampai kamu kelelahan ." Ucap Wisya .
" Iya tante ." Jawab Qinta .
" Hei... berhentilah memanggilku tante , panggil aku mommy , sebentar lagi kamu akan menjadi menantuku sekaligus bagian dari keluargaku , begitu pun dengan Delva ."
" Ak... aku ." Ucap Delva .
" Iya sayang... kalian berdua sudah aku anggap seperti putriku sendiri ,jadi kalian harus memanggilku mommy ,okey... "
" Iya mommy ." Jawab Qinta dan Delva serempak .
"Hmmm... baiklah mari kita makan malam dulu ." Ajak Angga sambil mengajak keluarga Kafindra ke meja makan .
-
-
-
-
-
HAI.... READERS KU TERCINTA , TERSAYANG , TERBAIK... POKOKNYA TER... TER... TER...LAH .
DUKUNG TERUS KARYA AUTHOR YAH...
DENGAN LIKE , KOMEN DAN VOTE SEBANYAK BANYAKNYA .
OKEY....
__ADS_1
TERIMA KASIH....😘😘😘