Ketulusan Cinta Tuan Muda

Ketulusan Cinta Tuan Muda
Episode 03


__ADS_3

" Hmmm... Kak Qinta keceplosan nih , jadi Kak Qinta tadi habis ketemu sama dia ." Goda Delva .


" Ah... kamu ini memang pintar sekali memancing kakak untuk berkata jujur ." Ucap Qinta sembari tersenyum .


" Ya lah... siapa dulu , Delva gitu loh ." Ucap Delva membanggakan dirinya sendiri .


" Oh ya , seperti apa sih Kak wajah dia sekarang , pasti makin jelek , ya kan..." Tebak Delva .


" Siapa bilang ,justru dia makin tampan , dan Kakak yakin , kalau kamu sudah bertemu dengannya kamu pasti juga akan jatuh hati padanya ."


" Ya gak mungkin lah Kak, aku tidak mungkin jatuh cinta pada pria kulkas seperti dia , apalagi dia itu bukan tipe ku ." Ucap Delva .


" Yakin nih...??? " Goda Qinta .


" 1000% yakin ." Ucap Delva mantap .


" Ya udah, sebaiknya Kak Qinta istirahat di kamar aja, ayo aku antar ."


" Tidak usah ,Kakak bisa sendiri kok ." Tolak Qinta .


" Kak Qinta yakin ." Tanya Delva .


" Iya adikku sayang... " Ucap Qinta sembari tersenyum manis . Dia pun beranjak dari duduknya dan pergi ke kamarnya .


" Kok mau ya , Kak Qinta menikah dengan pria kulkas seperti dia , gak perduli mau setampan apa pun dia , tetap aja dia pria kulkas yang berwajah datar ." Oceh Delva seorang diri .


Dia pun juga memilih pergi ke kamarnya .


-----


Pukul 19.00


Di kediaman Bramasta .


Delva tengah memainkan ponselnya sembari duduk santai di kursi yang berada di balkon kamarnya .


Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar kamarnya , dengan malas Delva berjalan membuka pintu .


" Kak Qinta , ada apa ???" ya... yang mengetuk pintu kamar Delva adalah Qinta .


" Sekarang cepat kamu ganti baju dan dandan yang cantik lalu ikut aku ke bawah . " Ajak Qinta .


" Untuk apa , dan kenapa juga aku harus ikut kakak ke bawah ." Tanya Delva bingung .


" Sebentar lagi Aldan dan kedua orang tuanya akan datang ke sini untuk memenuhi undangan papa untuk acara makan malam , dan sekalian untuk menentukan tanggal pernikahanku dan Aldan ." Jelas Qinta .


" Terus apa hubungannya denganku ???" Tanya Delva masih belum mengerti .


" Papa memintaku untuk memanggilmu karena kamu juga harus ikut makan malam bersama dengan keluarga Kafindra ." Ucap Qinta .


" Sudahlah Kak , aku tidak mau bergabung dengan kalian dan aku lebih memilih makan malam di kamar saja ." Ucap Delva .


" Tidak bisa Dek , kalau kamu menolak papa pasti akan marah , dan kamu tau sendiri kan apa yang akan papa lakukan jika kamu membuatnya marah ."

__ADS_1


" Hmmm... baiklah , Kak Qinta ke bawah duluan , nanti aku nyusul ." Ucap Delva .


" Oke , tapi jangan lama-lama ya ."


" Hmmm ." Delva hanya berdehem .


Sebenarnya dia malas sekali untuk bergabung dengan mereka , apalagi dengan keluarga Kafindra , yang otomatis akan membuat Delva bertemu dengan musuh bebuyutan nya sejak kecil .


" Sejujurnya gue males banget untuk ketemu dengan pria kulkas itu , tapi gue gak punya pilihan lain ." Gerutu Delva sembari pergi ke ruang ganti untuk mengganti pakaiannya .


Setelah selesai mengganti pakaiannya , Delva memoles wajah cantiknya dengan sedikit makeup , yang terkesan natural .


Setelah di rasa cukup , dia pun bergegas pergi ke lantai bawah , lebih tepat nya di ruang tamu ,dimana keluarganya dan keluarga Kafindra sudah menunggunya .


Di ruang tamu...


Mereka tengah mengobrol tentang bisnis dan tentang penentuan tanggal pernikahan anak-anak mereka .


Saat mereka tengah asyik mengobrol , tiba-tiba pandangan nyonya Kafindra beralih kepada Delva yang saat ini sedang menuruni tangga dan menghampiri keluarganya di ruang tamu sambil tesenyum kepada tamu daddy nya .


" Halo om... tante..." Delva mencium tangan tuan dan nyonya Kafindra sambil tersenyum ke arah mereka .


" Hai sayang... kamu cantik sekali kamu pasti Delva kan..." Tanya Wisya , mommy nya Aldan .


" Iya tante... " Jawab Delva .


Dia pun duduk di samping Qinta .


" Aldan kenapa kamu hanya diam saja , apa kamu tidak ingin menyapa teman masa kecilmu ." Ucap Wisya kesal melihat putranya yang sedari tadi hanya menundukkan kepalanya tanpa menghiraukan kehadiran Delva .


Deg


Pandangan keduanya bertemu , dan mereka sama-sama terpaku , karena terkejut melihat orang di depannya .


" Kamu..."


" Lo..." Anggap saja mereka berkata secara bersamaan .


Ucap mereka sambil menunjuk satu sama lain .


"Apa sebelumnya kalian sudah bertemu ??? " Tanya Qinta yang merasa heran melihat reaksi keduanya .


" Tidak... "Jawab mereka serempak , lalu saling pandang .


" Kenapa kalian kompak sekali ." Tanya Qinta lagi .


" Ah... mungkin hanya kebetulan saja Kak , ya kan Kak Aldan ." Ucap Delva dengan senyum yang di paksakan .


" Hemmm." Jawab Aldan cuek .


" What... ternyata om-om tua bangka itu adalah sie pria kulkas , kenapa bisa kebetulan begini ya???" Batin Delva .


" Pantas saja gadis kecil ini berani mengataiku , ternyata dia adalah bocah kecil yang selalu saja membuatku kesal di masalalu ." Batin Aldan .

__ADS_1


" Oh ya...lalu kapan pernikahan anak kita akan di langsungkan ." Tanya Jemy , daddy nya Aldan .


" Kalau aku terserah kamu saja ." Jawab Angga .


" Bagaimana kalau minggu depan saja ." Usul Wisya .


" Ya... aku setuju , bagaimana menurutmu Angga ??? ." Tanya Jemy .


" Aku juga setuju ." Jawab Angga sembari tersenyum .


" Tapi apa itu tidak terlalu cepat Dad ???" Kali Aldan yang angkat bicara , karena baginya satu minggu itu terlalu cepat ,dan dia pun masih merasa belum siap .


" Lebih cepat kan lebih baik ." Jawab Jemy santai .


" Iya , apa yang di katakan daddy mu itu benar Al , dan aku yakin kamu pasti bisa membahagiakan putriku ." Ucap Angga sambil tersenyum .


" Aku tidak yakin Kak Qinta akan bahagia menikah dengan pria dingin dan kaku seperti dia ." Batin Delva .


" Kalau begitu mulai besok kita harus menyiapkan semuanya ,karena aku ingin pernikahan anak-anak kita terlihat sempurna ." Ucap Wisya antusias .


" Aku setuju denganmu Sya ."Jawab nyonya Bramasta .


" Dan untuk kamu Qinta , kamu harus jaga kesehatan kamu , jangan sampai kamu kelelahan ." Ucap Wisya .


" Iya tante ." Jawab Qinta .


" Hei... berhentilah memanggilku tante , panggil aku mommy , sebentar lagi kamu akan menjadi menantuku sekaligus bagian dari keluargaku , begitu pun dengan Delva ."


" Ak... aku ." Ucap Delva .


" Iya sayang... kalian berdua sudah aku anggap seperti putriku sendiri ,jadi kalian harus memanggilku mommy ,okey... "


" Iya mommy ." Jawab Qinta dan Delva serempak .


"Hmmm... baiklah mari kita makan malam dulu ." Ajak Angga sambil mengajak keluarga Kafindra ke meja makan .


-


-


-


-


-


HAI.... READERS KU TERCINTA , TERSAYANG , TERBAIK... POKOKNYA TER... TER... TER...LAH .


DUKUNG TERUS KARYA AUTHOR YAH...


DENGAN LIKE , KOMEN DAN VOTE SEBANYAK BANYAKNYA .


OKEY....

__ADS_1


TERIMA KASIH....😘😘😘


__ADS_2