Ketulusan Cinta Tuan Muda

Ketulusan Cinta Tuan Muda
Episode 07


__ADS_3

Kini Delva sudah sampai di mansion miliknya , ah ralat... mansion milik seseorang yang begitu berarti baginya , namun sebelum orang itu meninggal dia telah mewariskan semua hartanya kepada Delva , termasuk mansion mewah yang saat ini Delva kunjungi .


Saat dia memasuki mansion mewah nan megah itu , semua orang yang berada disitu mengetahui siapa dirinya pun menunduk memberi hormat padanya .


Delva terus melangkah hingga dia sampai di depan sebuah ruangan rahasia .


Saat dia hendak membuka pintu ruangan tersebut , tiba-tiba seseorang menyapa nya , membuat Delva mengurungkan niatnya dan membalikkan badannya menatap pria di depannya .


" Nona Aurora , kapan sampai ??? Tanya pria itu yang tak lain adalah Ben .


" Baru saja , ada apa , apa ada hal penting yang ingin kamu sampaikan ??? ." Tanya Delva datar .


" Iya Nona ." Jawab Ben .


" Baiklah... kalau begitu tunggu aku di ruang tengah , nanti aku akan kesana ." Ucap Delva .


" Baik Nona ." Jawab Ben .


Dia pun langsung pergi dari hadapan Delva .


Delva langsung berbalik dan masuk ke ruangan itu .


Dia berjalan menghampiri tiga makam yang berjejer rapi di dalam ruangan itu .


Delva berjongkok saat sudah sampai di depan makam yang bertuliskan nama Ervin Putra Prayoga Bin Erlad Prayoga .


" Hai... bagaimana kabarmu Kak , kamu baik-baik saja kan disana ??? " Tanya Delva dengan air mata yang sudah jatuh tanpa di sadarinya .


Dia mengusap pelan batu nisannya dan memeluknya erat , seakan menyalurkan rasa rindu yang telah lama di tahannya .


" Aku berjanji akan mencari orang yang telah membunuhmu , bahkan ke ujung dunia sekali pun , aku tidak akan membiarkan dia hidup tenang di luaran sana , karena dia telah membuatku kehilangan seseorang yang amat aku cintai ." Ucapnya dengan tangis yang pecah .


Ya... mansion megah nan mewah ini adalah markas Dragon fire .


Sebuah geng mafia yang di pimpin oleh Erlad Prayoga , namun karena sebuah kecelakaan Erlad dan istrinya meninggal dunia dan di gantikan oleh sang putra tunggalnya , Ervin Putra Prayoga .


Pria tampan yang berusia 23 tahun itu tak kalah kejamnya dengan sang ayah , bahkan dia juga terkenal dengan sifat dingin dan angkuhnya , hingga dia bertemu dengan seorang gadis yang sangat cantik dan mampu merubah sifat dingin dan kejamnya , yang tak lain gadis itu adalah Delva .


Delva juga menatap dua makam di dekat makam Ervin yang tak lain adalah makam kedua orang tua Ervin sendiri .


Dulu Ervin sengaja menguburkan jasad kedua orang tuanya di ruang khusus di mansion mewah miliknya , entah apa alasannya sampai saat ini Delva juga tidak mengetahuinya , bahkan sebelum dia meninggal , dia juga berpesan agar juga di makamkan di ruangan itu bersama ayah dan bundanya .


Delva teringat saat pertama kali dia bertemu dengan Ervin di London .


~ Flash Back ON ~


Saat itu Delva tengah pergi ke hutan seorang diri , karena dia tengah kabur dari rumah kakeknya yang memang berada tidak jauh dari hutan .


Delva kabur karena kakeknya tengah menghukumnya dengan mengurung Delva di kamarnya , karena Delva ketauan pergi ke club bersama teman-temannya .


Delva yang memang memiliki sifat bar bar dan egois , begitu nekat untuk kabur dan mencari kesenangan di luar .


Namun siapa sangka dia malah nyasar di hutan yang memang membuatnya penasaran karena mitos yang sering dia dengar .


" Aduh... gue ada dimana nih , kok sedari tadi gue gak tau juga dimana jalan keluarnya ." Ucap Delva mulai panik .


" Ah sial... gue pasti udah kesasar nih , lagian kenapa coba gue sok berani masuk ke hutan yang terkenal angker dan menyeramkan ini ." Ocehnya seorang diri .


Dia terus melangkah hingga malam pun tiba , namun dia masih belum juga menemukan jalan keluarnya .


Delva mulai panik , bahkan kini dia meneteskan air matanya karena dia ketakutan berada di hutan yang gelap gulita seorang diri .

__ADS_1


" Mama aku takut... " Ucap nya di sela-sela isak tangisnya .


Tiba-tiba dia mendengar suara serigala tengah mengaung...


" Suara apaan tuh ??? " Ucap Delva makin ketakutan .


Dan siapa sangka ternyata suara itu berasal dari belakangnya , dengan ragu-ragu Delva membalikkan badannya .


" Se... seri...gala..." Ucap Delva terbata bata .


Delva berlari secepat mungkin , karena ternyata serigala itu sudah berada di belakangnya , dan kini tengah mengejar Delva .


Delva berlari terbirit birit sambil sesekali berteriak minta tolong .


" Tolong... tolong... " Teriak Delva ketakutan . Dia terus berlari hingga tanpa sengaja kakinya kesandung oleh batu di depannya .


Bukkk...


" Awwsh... " Delva meringis kesakitan , karena kini dia tengah terjatuh .


" Eh... jangan mendekat , gue mohon jangan mendekat ." Ucap Delva sambil menangis ketakutan .


Namun serigala itu malah makin mendekatinya dan sudah siap untuk memangsanya .


" Tidakkk...." Teriak Delva .


Dorrr...


Suara tembakan itu menghentikan teriakan Delva .


" Hah... apa gue udah mati ya ???" Gumam Delva masih menutup matanya dengan kedua telapak tangannya .


" Tapi kenapa gue gak ngersain sakit ." Batin Delva .


Mendengar suara itu Delva langsung menurunkan tangannya dan menatap pria di depannya .


" lo siapa ??? " Tanya Delva ketakutan saat melihat pria itu mendekatinya .


" Manusia ." Jawab pria itu datar .


" Bangun... " Ucap pria itu sambil mengulurkan tangannya .


Namun Delva masih saja diam .


" Tidak perlu takut , aku bukan orang jahat dan aku tidak akan memakanmu ."


Dengan ragu Delva menerima uluran tangan pria tampan itu .


" Apa serigala itu benar-benar sudah mati ." Tanya Delva sambil menatap serigala yang sudah terkapar .


" Iya , apa kamu ingin memeriksanya ." Goda pria itu .


" Ti...tidak , tidak perlu ." Ucap Delva terbata bata karena ketakutan .


" Makasih ya om ." Ucap Delva .


" Jangan panggil aku dengan sebutan itu , karena aku bukan om kamu ." Jawab Pria itu .


" Siapa namamu ." Sambungnya .


" Nama lengkap atau nama panggilan ???" Tanya Delva polos .

__ADS_1


" Nama lengkap ."


" Delva Putri Aurora Bramasta ."


" Oke , Aurora kamu ngapain di hutan ini sendirian ??? " Tanya Pria itu .


" Kok Aurora sih om ."


" Jangan panggil aku om ."


" Terus aku harus panggil apa , tante ???"


" Ya nggak juga kali , panggil aku Ervin ." Jawabnya .


" Oh oke , Kak Ervin boleh tolong anterin gue pulang ,plisss... " Delva memohon .


" Oke , tapi ubahlah cara bicaramu ."


" Emang kenapa dengan cara bicara gue , ada yang salah ."


" Ubah panggilan kamu , jangan "gue lo ," tapi "aku kamu " aja ,bisa kan... " Tanya Ervin .


" Oke ." Jawab Delva .


" Ayo aku antar kamu pulang ." Ajak Ervin .


Di dalam mobil...


" Kamu belum jawab pertanyaan aku ."Ucap Ervin memecahkan kejeningam dia antara mereka .


" Pertanyaan yang mana ya ??? "


" Kamu ngapain di hutan ini sendirian ."


" Oh itu , aku jalan-jalan , eh tapi malah nyasar ." Ucap Delva polos .


" Kamu ini aneh sekali ." Ucap Ervin .


" Aneh kenapa ??? " Tanya Delva tidak mengerti .


" Biasanya kalau jalan-jalan tuh ke mall , ke taman , atau ke tempat wisata gitu , lah kamu malah ke hutan ." Ucap Ervin .


" Entahlah , aku juga tidak tau kenapa aku lebih suka jalan-jalan ke tempat yang lebih menantang ." Jawab Delva seadanya .


~ Flash Back Of ~


🌺


🌺


🌺


🌺


🌺


HAI SEMUA...


JANGAN LUPA NIH...TERUS DUKUNG KARYA AUTHOR DENGAN LIKE , KOMEN DAN VOTE SEBANYAK BANYAKNYA


BIAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT NULISNYA .

__ADS_1


TERIMA KASIH...😊😊😊


__ADS_2