
Kini Delva sudah sampai di mansion miliknya , ah ralat... mansion milik seseorang yang begitu berarti baginya , namun sebelum orang itu meninggal dia telah mewariskan semua hartanya kepada Delva , termasuk mansion mewah yang saat ini Delva kunjungi .
Saat dia memasuki mansion mewah nan megah itu , semua orang yang berada disitu mengetahui siapa dirinya pun menunduk memberi hormat padanya .
Delva terus melangkah hingga dia sampai di depan sebuah ruangan rahasia .
Saat dia hendak membuka pintu ruangan tersebut , tiba-tiba seseorang menyapa nya , membuat Delva mengurungkan niatnya dan membalikkan badannya menatap pria di depannya .
" Nona Aurora , kapan sampai ??? Tanya pria itu yang tak lain adalah Ben .
" Baru saja , ada apa , apa ada hal penting yang ingin kamu sampaikan ??? ." Tanya Delva datar .
" Iya Nona ." Jawab Ben .
" Baiklah... kalau begitu tunggu aku di ruang tengah , nanti aku akan kesana ." Ucap Delva .
" Baik Nona ." Jawab Ben .
Dia pun langsung pergi dari hadapan Delva .
Delva langsung berbalik dan masuk ke ruangan itu .
Dia berjalan menghampiri tiga makam yang berjejer rapi di dalam ruangan itu .
Delva berjongkok saat sudah sampai di depan makam yang bertuliskan nama Ervin Putra Prayoga Bin Erlad Prayoga .
" Hai... bagaimana kabarmu Kak , kamu baik-baik saja kan disana ??? " Tanya Delva dengan air mata yang sudah jatuh tanpa di sadarinya .
Dia mengusap pelan batu nisannya dan memeluknya erat , seakan menyalurkan rasa rindu yang telah lama di tahannya .
" Aku berjanji akan mencari orang yang telah membunuhmu , bahkan ke ujung dunia sekali pun , aku tidak akan membiarkan dia hidup tenang di luaran sana , karena dia telah membuatku kehilangan seseorang yang amat aku cintai ." Ucapnya dengan tangis yang pecah .
Ya... mansion megah nan mewah ini adalah markas Dragon fire .
Sebuah geng mafia yang di pimpin oleh Erlad Prayoga , namun karena sebuah kecelakaan Erlad dan istrinya meninggal dunia dan di gantikan oleh sang putra tunggalnya , Ervin Putra Prayoga .
Pria tampan yang berusia 23 tahun itu tak kalah kejamnya dengan sang ayah , bahkan dia juga terkenal dengan sifat dingin dan angkuhnya , hingga dia bertemu dengan seorang gadis yang sangat cantik dan mampu merubah sifat dingin dan kejamnya , yang tak lain gadis itu adalah Delva .
Delva juga menatap dua makam di dekat makam Ervin yang tak lain adalah makam kedua orang tua Ervin sendiri .
Dulu Ervin sengaja menguburkan jasad kedua orang tuanya di ruang khusus di mansion mewah miliknya , entah apa alasannya sampai saat ini Delva juga tidak mengetahuinya , bahkan sebelum dia meninggal , dia juga berpesan agar juga di makamkan di ruangan itu bersama ayah dan bundanya .
Delva teringat saat pertama kali dia bertemu dengan Ervin di London .
~ Flash Back ON ~
Saat itu Delva tengah pergi ke hutan seorang diri , karena dia tengah kabur dari rumah kakeknya yang memang berada tidak jauh dari hutan .
Delva kabur karena kakeknya tengah menghukumnya dengan mengurung Delva di kamarnya , karena Delva ketauan pergi ke club bersama teman-temannya .
Delva yang memang memiliki sifat bar bar dan egois , begitu nekat untuk kabur dan mencari kesenangan di luar .
Namun siapa sangka dia malah nyasar di hutan yang memang membuatnya penasaran karena mitos yang sering dia dengar .
" Aduh... gue ada dimana nih , kok sedari tadi gue gak tau juga dimana jalan keluarnya ." Ucap Delva mulai panik .
" Ah sial... gue pasti udah kesasar nih , lagian kenapa coba gue sok berani masuk ke hutan yang terkenal angker dan menyeramkan ini ." Ocehnya seorang diri .
Dia terus melangkah hingga malam pun tiba , namun dia masih belum juga menemukan jalan keluarnya .
Delva mulai panik , bahkan kini dia meneteskan air matanya karena dia ketakutan berada di hutan yang gelap gulita seorang diri .
__ADS_1
" Mama aku takut... " Ucap nya di sela-sela isak tangisnya .
Tiba-tiba dia mendengar suara serigala tengah mengaung...
" Suara apaan tuh ??? " Ucap Delva makin ketakutan .
Dan siapa sangka ternyata suara itu berasal dari belakangnya , dengan ragu-ragu Delva membalikkan badannya .
" Se... seri...gala..." Ucap Delva terbata bata .
Delva berlari secepat mungkin , karena ternyata serigala itu sudah berada di belakangnya , dan kini tengah mengejar Delva .
Delva berlari terbirit birit sambil sesekali berteriak minta tolong .
" Tolong... tolong... " Teriak Delva ketakutan . Dia terus berlari hingga tanpa sengaja kakinya kesandung oleh batu di depannya .
Bukkk...
" Awwsh... " Delva meringis kesakitan , karena kini dia tengah terjatuh .
" Eh... jangan mendekat , gue mohon jangan mendekat ." Ucap Delva sambil menangis ketakutan .
Namun serigala itu malah makin mendekatinya dan sudah siap untuk memangsanya .
" Tidakkk...." Teriak Delva .
Dorrr...
Suara tembakan itu menghentikan teriakan Delva .
" Hah... apa gue udah mati ya ???" Gumam Delva masih menutup matanya dengan kedua telapak tangannya .
" Tapi kenapa gue gak ngersain sakit ." Batin Delva .
Mendengar suara itu Delva langsung menurunkan tangannya dan menatap pria di depannya .
" lo siapa ??? " Tanya Delva ketakutan saat melihat pria itu mendekatinya .
" Manusia ." Jawab pria itu datar .
" Bangun... " Ucap pria itu sambil mengulurkan tangannya .
Namun Delva masih saja diam .
" Tidak perlu takut , aku bukan orang jahat dan aku tidak akan memakanmu ."
Dengan ragu Delva menerima uluran tangan pria tampan itu .
" Apa serigala itu benar-benar sudah mati ." Tanya Delva sambil menatap serigala yang sudah terkapar .
" Iya , apa kamu ingin memeriksanya ." Goda pria itu .
" Ti...tidak , tidak perlu ." Ucap Delva terbata bata karena ketakutan .
" Makasih ya om ." Ucap Delva .
" Jangan panggil aku dengan sebutan itu , karena aku bukan om kamu ." Jawab Pria itu .
" Siapa namamu ." Sambungnya .
" Nama lengkap atau nama panggilan ???" Tanya Delva polos .
__ADS_1
" Nama lengkap ."
" Delva Putri Aurora Bramasta ."
" Oke , Aurora kamu ngapain di hutan ini sendirian ??? " Tanya Pria itu .
" Kok Aurora sih om ."
" Jangan panggil aku om ."
" Terus aku harus panggil apa , tante ???"
" Ya nggak juga kali , panggil aku Ervin ." Jawabnya .
" Oh oke , Kak Ervin boleh tolong anterin gue pulang ,plisss... " Delva memohon .
" Oke , tapi ubahlah cara bicaramu ."
" Emang kenapa dengan cara bicara gue , ada yang salah ."
" Ubah panggilan kamu , jangan "gue lo ," tapi "aku kamu " aja ,bisa kan... " Tanya Ervin .
" Oke ." Jawab Delva .
" Ayo aku antar kamu pulang ." Ajak Ervin .
Di dalam mobil...
" Kamu belum jawab pertanyaan aku ."Ucap Ervin memecahkan kejeningam dia antara mereka .
" Pertanyaan yang mana ya ??? "
" Kamu ngapain di hutan ini sendirian ."
" Oh itu , aku jalan-jalan , eh tapi malah nyasar ." Ucap Delva polos .
" Kamu ini aneh sekali ." Ucap Ervin .
" Aneh kenapa ??? " Tanya Delva tidak mengerti .
" Biasanya kalau jalan-jalan tuh ke mall , ke taman , atau ke tempat wisata gitu , lah kamu malah ke hutan ." Ucap Ervin .
" Entahlah , aku juga tidak tau kenapa aku lebih suka jalan-jalan ke tempat yang lebih menantang ." Jawab Delva seadanya .
~ Flash Back Of ~
🌺
🌺
🌺
🌺
🌺
HAI SEMUA...
JANGAN LUPA NIH...TERUS DUKUNG KARYA AUTHOR DENGAN LIKE , KOMEN DAN VOTE SEBANYAK BANYAKNYA
BIAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT NULISNYA .
__ADS_1
TERIMA KASIH...😊😊😊