
Ke esokan hari pelajaran pertama sudah di mulai aku masuk ke sekolah seperti biasa dan mengikuti pelajaran disaat pelajaran jam pertama hambir selesai bukuku terbalik tertiup angin dan membuka halaman terakhir dari buku di situ munvul sebuah tulisan "aku harap kamu dan teman temanmu mau membantuku untuk mencari jasad sosok wanita berseragam yang kalian temui" isi tulisan tersebut, lalu aku menanyakan kepada ririn yang duduk di sampingku
"rin kamu tahu maksudnya ini enggak" tanyaku sambil memperlihatkan tulisan tersebut
"memang tulisan apa la" tanya ririn
"coba kamu baca ini" jawabku
"(membaca)" ririn bergumam
"siapa yang nulis ini al, kamu jangan iseng ya" tanya ririn
"enggak tahu aku rin tiba tiba muncul begitu saja" jawab ku
"enggak mungkin" jawab ririn
"serius rin bukan aku yang nulis" jawabku
Tiba tiba dari belakang kami terdengar suara "HEERRR!!!" sura dari belakang kami
"itu siapa al" tanya ririn
"paling juga pocong waktu itu rin" jawabku
"jangan jangan tulisan ini yang nulis dia" tanya ririn
"bisa jadi si rin dia kan sudah lama disini" jawabku
"kalau begtu nanti waktu istirahat kita ajak yang lain untuk berkumpil bagai mana" tanya ririn
"ya sudah nanti whastap aja yang lain" jawab ku
Setelah itu pelajarang berganti dan hingga akhirnya bel istirahat berbuyi dan ririn langsung ngabarin teamn teman yang lain untuk berkumpul dan kami semua sepakat kalau ngumpul di tempat biasanya, setelah itu aku, ririn, cika, dan agus langsung ketempat biasanya tidak lama kemudian kami semua sudah sampai dan kak bily dan kak dewi sudah menunggu di gazebo dan aku langsung memberitahu tentang tulisan yang ada di belakng bukuku dan saat kak bily dan kak dewi membacanya mereka ingat ada suatu kejadian angkatan di atas mereka ya itu kelas tiga sekarang dan akhirnya kak bily dan kak dewi menceritakan kejadian tersebut
"apa mungkin ada sangkutanya dengan kejadian waktu itu" kata kak dewi
"kejadian kakak kelas ya dek" jawab kak bily
"iya" jawab kak dewi
__ADS_1
"memangnya kejadian apa kak" tanya cika
"dulu ada murid cowok yang pidah sekolah setelah ada murid cewek yang menghilang" kata kak dewi mulai bercerita
"turus sudah di ada kan pencarian kak" tanya ririn
"sudah, sampai polisi ikut datang juga tapi seminggu di lakukan pencarian tidak di temukan hasil" lanjut kak bily
"apa jangan jangan sosok cewek yang muncul waktu malam itu kak murid cewek yang hilang" kata ririn
"bisa jadi rin soalnya dia juga memakai seragam sekolah ini" jawab kak dewi
"terus ini bagai mana kita bantuin enggak" tanya ku
"bantuin lah al kasihan" kata agus
"iya al aku juga setuju dengan agus" jawab ririn
"iya sudah kita bantuin kalau begitu kita cari petunjuk dulu" jawab ku
"kalian serius mau bantuin" tanya kak dewi
"ya sudah kalau begitu aku ikut" jawab kak dewi
"dek apa kamu yakin" tanya kak bily
"iya mas aku yakin ini bukan di akal akalan saja, soalnya aku juga pernah melihat sosok cewek tersebut" jawab kak dewi
"kalau begitu aku juga harus ikut" jawab kak bily
Setelah itu bukuku terjatuh dan terbuka dan saat aku mengambil buku ku muncul tulisan lagi "tolong aku tolong cari aku, cari aku di sekolah ini" tulisan yang muncul pada bukuku dan aku langsung menunjukan bukuku keteman teman yang lain kalau ada tulisan lagi yang muncul, setalh itu teman teman yang lain membacanya juga dan setelah selesai membaca tiba tiba ririn bengong dan seperti melihat sesuatu dan di saat akau ikut melihat kearah yang sama dengan ririn ternyata sosok cewek itu muncul dan saat aku melihat ririn matanya sudah berkaca kaca aku pun mencoba untuk menenangi ririn dan ririn bilang sesuatu
"aku dan teman teman ku akan menolangmu" kata ririn tanpa sadar
"rin kamu kenapa" tanya kak dewi
"rin!! ririn!!" panggil cika
Akhirnya ririntersadar dari lamunan nya dan kak dewi dan cika langsung menanyakan ada apa dengan ririn
__ADS_1
"rin kamu kenapa" tanya cika
"ada apa rin" tanya kak dewi
"aku enggak apa apa kok" jawab ririn
"tadi ririn melihat sosok cewek yang minta tolong pada kita dan sosok itu menangis dan ririn ikut nangis" kataku memberi tahu
"al kamu juga melihatnya" tanya ririn
"iya rin enggak sengaja aku lihat tadi" jawabku
"tapi kami semua enggak ada yang lihat lo" kata agus
"iya kami enggak melihatnya" kata cika
"al jangan bilang kamu juga sama dengan ririn" tanya kak dewi
"enggak kok kak aku tadi beneran kebetulan" jawabku bingung
"hehehe" agus sedikit ketawa
"sialan kamu gus" kataku dalam hati
Tidak lama bel berbunyi dan waktu istirahat sudah selesai dan waktunya pelajaran selanjutnya dimula akhirnya kami semua kembali kekelas dan mengikuti pelajaran berikutnya, sampainya di kelas ririn seperti enggak mau masuk dan tetap berdiri di depan kelas dan dia bilang seperti ada yang melihatnya dengan benci jadi ririn takut untuk masuk kelas langsung saja aku gandeng tangan ririn dan mengajaknya masuk dan langsung duduk di kursi, stelah itu aku melihat sekeliling memeng ada yang melihat aku dan ririn dan dia terlihat enggak suka dan sangat benci pada kami tapi aku tidak menghiraukanya dan tidak lama gurupun masuk kelas dan pelajaran di mulai,
Selesai pelajaran terakhir kami mau langsung pulang tapi saat guru sudah keluar dan kami masih mengemas barang tiba tiba seorang cowok menghampiriku dan ririn dan saat aku lihat ternyata cowok itu yang melihat kami berdua dengan tatapan membenci dan cowok itu bertanya kepadaku ada hubungan apa dengan ririn dan saat aku mau menjawabnya tiba tiba dia memukulku dan berakhir berantem aku denganya
"ada hubngan apa kamu sama ririn" tanya cowok tersebut
"aku hanya..." belum selsai berbicara dia sudah memukulku
"hai!!! apa apaan kamu" teriak ririn
"aku enggak terima kalau kamu dekat dengannya" jawab cowok itu sambil memukuliku
"sialan memang ngajak berantem" kataku sambil melawan
Singkat cerita setelah aku berantem aku yang menang dan cowok itu sudah tergeletak tidak sanggup ngapa ngapain dan aku juga langsung di tarik ririn dan pergi ninggalin kelas, disaat di parkir aku bertemu dengan kak dewi dan kak bily yang baru pulang karena ada kumpulan osis dan cika dan agus sudah balik dulan karena sudah capek dan ingin cepat sampai di rumah akhirnya aku, ririn,kak dewi, dan kak bily memilih untuk nongki dulu sambil mengobati lukaku dan kami memutuskan untuk untuk nongki di rumah ririn karena ririn enggak bisa naik motorku ya akhirnya aku juga yang harus nyetir
__ADS_1