Kisah Cinta Anak Indigo

Kisah Cinta Anak Indigo
Masalah aldi yang sebenarnya


__ADS_3

  Setelah aku mengantarkan para cewek dan meminta izin kepada orang tua mereka masing masing ternyata mereka mempunyai acara sendiri dan sudah meminta izin sebelum aku memintakan izin kepada orang tua mereka mereka ingin menginp semalam di rumahnya kak dewi dan mendapatkan izin dan di suruh pulang hari minggu malam sebelum jam sembilan malam dan kak dewi nanti sudah izin untuk pulang jam sepuluh malam bersama teman teman nya dan juga sudah di perbolehkan


  Setelah tiga puluh menitan perjalan akhirnya kami sampai di rumahku dan setelah aku memarkirkan mobil dan motor kak bily aku beru menyusul masuk kerumah saat aku masuk kerumah aku sudah melihat agus dan kak bily tertidur di depan televisi dan sedangkan para cewek asik di dapur ngobrol dan memasak makanan bareng, saat aku ke belakang mau bikin kopi ternyata sudah di buatkan sama ririn langsung saja aku bawa ke belakang rumah sambil bersantai karena bagian halaman belakang rumahku ada taman mini dan tengahnya ada kolam renang jadi kalau buat bersatai sangat nyaman


"al kamu mau ngapain?" tanya ririn


"buat kopi rin memangnya kenapa?" jawabku balik bertanya


"oh, ini aku sudah buatkan kopi buatmu" jawab ririn


"makasih rin, kalau mau mencariku ke belakang saja aku mau bersantai dulu di belakang" kataku


"iya al nanti aku susul bareng yang lain" jawab ririn


  Setelah itu aku bersantai di belakang dan aku banyak pikiran karena bingung bagai mana caraku bilang yang sebenarnya pada teman temanku kalau orang tuaku sudah cerai dan aku tinggal sendirian di rummah ini dan kedua orang tuaku hanya mengirimkan uang saja dan tidak pernah sekalipun menjengukku karena mereka berdua tidak ada yang mau merawatku dan sepakat hanya memberiku uang setiap bulan dengan nominal tertentu yang sudah mereka sepakati


  Tidak lama kemudian ririn menyusulku ke belakang dan dia tidak percaya dengan pemandangan dan fasilitas di belakang rumahku dia sangat terkejut dengan semua hal di rumahku, setelah itu ririn duduk di sampingku sambil membawa coklat panas kesukaannya yang dia temukan di dapurku, aku juga sengaja menyediakan coklat itu karena aku juga suka dengan rasanya dan soal masalah yang sebenarnya terjadi hanya agus yang tahu kalau aku sendirian tidak memiiki siapapun dirumah itu dan semua isi rumah yang ada suratnya termasuk kepemilikan rumah atas namaku karena saat perceraian orang tuaku mereka memilih semua yang di kumpulkan bersama menjadi milikku dan tidak mereka bagi karena tidak ada yang mau menjadi waliku, disaat ririn tahu mukaku yang terlihat begitu banyak masalah dan tertekan dia bertanya dan ingin tahu apa masalah yang sedang aku hadapi sekarang


"al kamu kenapa kok terlihat banyak sekali masalah" tanya ririn


"e aku enggak apa apa kok rin" jawabku


"eh itu teman teman yang lain nyusul kita oindah di gazebo sebelah saja biar enak kalau ngumpul" lanjutku dan melihat teman temang yang lain menyusul


 setelah pindah ke gazebo teman teman yang lain juga terkejut dengan kondisi belakang rumahku yang terlihat bersih dan sangat indah apa lagi ada kolam renangnya juga dan mereka langsung bilang sangat nyaman sekali kalau bisa tinggal di sini


"gila al ini benaran rumah kamu" tanya kak bily


"iya kak memangnya ada apa ya" jawabku bertanya kembali


"ini sangat keren al" jawab kak bily


"iya al rasanya nyaman dan nenangin banget disini" kata kak dewi


"kamu yang bersihin ini semua al" tanya cika

__ADS_1


"e iya ka setiap hari minggu aku selalu bersihin rumah sendirian" jawabku


"kalau orang tau kamu pulang mungkin enak kali ya bisa ngumpul disini" kata ririn


"al sabar ya mereka enggak tahu jangan di bawa perasaan" kata agus


"eh ada apa maaf ya kalau menyinggu perasaan kamu al" kata ririn


"iya rin enggak apa apa ini bukan salahmu, lagian kamu juga belum tahu yang sebenarnya aku hadapi sekarang ini" jawabku


"ayolah al kita semua teman jadi kalau ada apa apa cerita saja"kata kak dewi


"teman teman maafkan aldi sebelumnya yang mengarang cerita kepada kalaian saat kalian tanya di mana orang tuanya" kata agus


"memang ada apa gus" tanya cika


"maaf ka yang bisa ceritain hanya aldi saja karena bukan hakku untuk menceritakanya" jawab agus


"kok begitu gus ada apa? apa yang sedang aldi hadapi?" tanya ririn


"begini teman teman sebelumnya aku minta maaf karena membohongi kalian tentang keluargaku" kataku


"sudah al kamu enggak usah masalahin hal itu kamu bilang saja apa yang sebenarnya terjadi" kata kak dewi


"jadi cerita yang selama ini kalian ketahui tentang keluargaku yang tidak pernah pulang itu semua hanya karangan ceritaku saja yang sebenarnya terjadi aku hanya seorang diri tidak memiliki orang tua lagi" jawabku mulai cerita


"ha? maksud kamu bagai mana?" tanya ririn


"jadi begini saat aku masuk smp kelas satu orang tuaku memilih untuk pisah dan tidak ada yang mau menerima hak asuhku jadi semua ini yang di kumpulkan kedua orang tuaku di atas namakan namaku jadi aku selama ini hidup sendirian dan aku mengarang cerita kalau orang tuaku bekerja dan jarang pulang agar bisa seperti teman teman yang lain dan aku hanya mengandalkan jual hasil fotoku di sebuah platform untuk menambah mencukupi biaya sekolahku dan biaya hidupku karena kedua orang tuaku sepakat kalau masing masing mereka setia bulan mengirimkan satu juta untuk biaya hidupku dan di dalam kontrak tersebut jika aku sudah berumur dua puluh dua tahun mereka tidak lagi membiyayai hidupku dan aku di paksa harus hidup sendri" ceritaku pada yang lain


  stelah mendengarkan ceritaku ririn, cika, dan kak dewi  bersedi karena mendengar cerita hidupku yang begitu berat pada usia muada, pada aat itu aku juga tidak bisa menahan air mataku dan tiba tiba ririn memelukku


"al kamu masih memilikiku dan teman teman yang lain juga jadi kamu jangan beranggapan kalau kamu sendiri lagi" kata ririn sambil memelukku


"iya al tidak hanya agus tapi kami juga" kata cika

__ADS_1


"maaf ya semuanya tapi inilah yang di hadapi aldi yang sebenarnya makanya aku enggan untuk bercerita kepada kalian" kata agus


"gila banget aku enggak menyakan seberat ini kamu hidup al" kata kak bily


  tiba tiba ada suara di hp ririn dan dari tadi ririn ternyata sendang telfon ibunya dan ibunya juga mendengar ceritaku, terdengar ibu ririn ikut bersedih dan saat ririn mendengar suara ibunya ririn mau menitup telefonya tapi aku minta hp nya  dan aku meminta maaf kepada ibunya ririn


"rin pinjam hp kamu sebentar jangan kamu matiin telfonya" kata


"em ini al" jawab ririn sambil memberikan tekfonnya


"hallo tante maaf ya jika aldi berbohong dan mengarang cerita dan membuat tante percaya dengan cerita bohongan aldi dan tante jua mendengar apa yang sebenarnya terjadi sama aldi, aldi benar benar minta maaf sekali kepada tante" kataku


"iya nak enggak apa apa tante maafin kok, kamu juga bisa anggap tante sebagai ibu kamu kok nak kamu jangan bersedih, dan sekarang tante sudah tau kenapa kamu teidak percaya diri untuk berpacaran sama anak tante dan sekarang tante juga sudah tahu semuanya tentang dirimu yang sebenarnya tante pasti akan tetap mendukung apa hubungan kalian" kata ibunya ririn


"iya tante maaf ya sebelumnya, aku memang suka dengan ririn anak tante tapi saat aku mendengar cerita tentang keluarganya aku tidak berani mengatakan perasaanku kepadanya karena dia dan tante sudah berat juga kehidupanya" jawabku


"tapi nak tidak sebaerat dirimu yang harus hidup sendiri sekarang tante juga sudah menerimamu dan semuanya tentang diri mu jika kamu mau berpacaran dengan anak tante silahkan tante dukung" jawab ibunya ririn


"iya tante terimakasih banyak ya" jawabku


"yasudah kalian lanjutin saja kegiatan kalian" kata ibunya ririn


"iya tante" jawabku


"tante tutup telfonya dulu ya" kata ibunya ririn dan menutup telfon


"al ibuku sudah tahu semuanya tentang dirimu dan dia sudah mau menerimamu dan mendukung apa saja hubunngan kita apakah kamu masih mau menyembunyikan perasaanmu" tanya ririn


"baiklah rin aku akan mengatakanya tunggu di sini sebentar ya" jawabku


  Lalu aku pergi kedalam kamarku dan mencari cicin emas yang pernah aku beli untuk ku jadiakan uang simpanan dan saat aku sudah menemukannya aku kembali lagi dan menyatakan perasaanku pada ririn


"rin aku suka sama kamu apakah kamu mau jadi pacarku" kataku dan memberikan cicin yang aku bawa tadi


"iya al aku juga suka padamu dan aku mau" jawab ririn

__ADS_1


  Aku pun memegang tanagan ririn dan memakaikannya cicin yang aku bawa dan tidak terduga cicin itu pas di pakai ririn dan aku sangat senang karena perasaan ku juga tersampaikan dan akhirnya pada hari itu aku resmi berpacaran dengan ririn


__ADS_2