
Tak terasa sudahwaktunya semester awal di mulai, hari sabtu ada pengumuman untuk hari senin sudah mulai ujian semester awal jadi kita semua di kasih jadwal ulangan dan saat ujian kita semua bakalan terpisah karena saat ujian di acak dan di campur dengan kakak kelas tempat duduknya pun di urutkan berdasarkan absen dari absen pertama urut ke belakang untuk tempat duduknya dan jadi kami semua terpisah karena ruangan ujian dan nomor absen kita yang cukup jauh dan kemungkinan besarnya aku cuma bisa satu ruangan dengan agus
Di ke esokan harinya yaitu pada hari senin aku mencari ruangan ujianku dan melihat daftar nama di ruangan ujian tersebut aku satu kelas dengan kak bily dan agus sedengkan cika dan ririn satu kelas dengan kak dewi di ruangan sebelahku jadi lumayan enak juga kalau mau ngumpul dan ngobrolnya, di setiap jam istirahat kami memilih untuk belajar bareng di depan kelas dan tiba tiba ada kakak kelas cowok yang menghampiriku dan teman temanku dia hanya bilang " dari kalian semua tidak ada yang pantas untuk ririn" kata cowok itu lalu pergi dan disaat itu ririn bilang kalau cowok itu satu ruangan dengannya dan kebetulan juga tempat duduknya tepat berada disamping ririn
"itu kakak kelas enggak jelas bangaet" kata ririn
"memangnya kenapa rin" tanya agus
"datang datang bilang kayak begitu" jawab ririn
"sudah rin biarin saja enggak usah di gubris dia" kata kak dewi
"iya rin lanjut belajar aja" kata cika
Tidak lama kemudian bel masuk untuk ujian selanjutnya berbunyi dan kami semua kembali ke ruang ujian kita masing masing, setelah selesai ujian seperti biasa kami semua pulang bareng karena ujian jadi jam pulangnya sama semua enggak perlu lama lama nunggu di parkiran kalau ingin pulang bareng
Pada hari rabu kegiatan kami masih sama ketika jam istirahat berbunyi kami selalu beli cemilan dan belajar bersama dan pada waktu itu kakak kelasku datang kembali dan sekarang ada tiga orang dan mereka bilang "cowok kayak kalian mana pantas dengan cewek ini" kata cowok itu lalu pergi dan saat kak bily melihat ke tiga cowok itu ternyata adalah pentolan sekolah atau bisa di bilang ketua gank di sekolah itu, kak bily cerita kalau dia pernah berantem dengan dua puluh murid sendirian dan dia menang jadi saat kakak kelas atau angkatan sebelumnya sudah keluar dia yang jadi ketua gank di sekolah dan karena kak bily sudah janji sama kak dewi tidak akan berantem lagi kalau enggak kepaksa mungkin sudah di rebut posisi ketua gank tersebut
Keesoksan harinya pada hari sabtu terakhir ujian ketiga cowok tersebut kembali mendatangi kami dan semakin menjadi
"kalian hanya cowok cupu dan enggak pantes dengan ketiga cewek ini mereka pantesnya sama kita" kata si ketua gank
"sudah kalian pergi saja enggak usah bikin masalah" jawab kak bily
"cupu mau sok sok an jadi jagoan ya" ucap cowok di samping ketua
"kalau cupu cupu saja enggak usah berlagak sok jadi pahlawan" kata teman satunya
"kalau tiga cewek ini mau sama kalian ya sudah enggak ada masalah ambil aja" jawabku
"nah gitu dong" jawab teman si ketua
"ayo kita pergi dari sini kalian tidak panta kumpul dengam mereka" kata si ketua
"mas waktumu oalahraga" kata kak dewi
"al" panggil ririn dan menatapku sedih
"gus tolong" kata cika menatap agus sedih
__ADS_1
Akhirnya aku, agus dan kak bily sepakat untuk berantem dengan ketua gank tersebut dan kami bertiga berencana untuk pulang menunggu di depan ruang ujiannya ririn, cika, dan kak dewi dan waktu mereka bertiga keluar kamu langsu menggandeng tangan mereka dan pergi
Saat bel berbunyi tanda berakhirnya ujian dan saat nya pulang kami bertiga melancarka aksi kami, kami menunggu di depan ruangan dan saat mereka keluar kami langsung menggandeng tangan mereka dan saat ber jalan ririn bercerita kepadaku, cika bercerita kepada agus, dan kak dewi bercerita kepada kak bily kalau mereka bertiga sempat di lecehin sama tiga cowok tadi
Cerita ririn
"al maaf tadi aku di lecehin sama si ketua dia merabah paha aku" kata ririn sambil nangis
"hah!!! berani sekali mau cari mati apa" jawabku
"mereka juga merangkulku dan mencoba merabah dadaku tapi aku masih bisa menghentikannya" lanjut ririn
"sialan!!! keterlaluan!! aku pastiakan semua pengikutmu mampus di tanganku" jawbaku
"bukanny aku ingin kamu berantem lagi tapi aku juga enggak tahu hari cerita kesiapa dan minta tolong kesiapa kalau bukan kamu" kata ririn
"aku enggak terima kamu di lecehin seperti itu, maaf aku sudah pasti bakalan berantem karena ini juga harga dirimu rin aku enggak mau membiarkan itu terulang kembali" jawabku
"maaf al jiak aku membuatmu jadi berantem lagi" kata ririn
"sudah kamu enggak perlu minta maaf, ini juga kemauanku untuk melindungimu" jawabku
"gus aku mau cerita sama kamu" kata cika
"ada apa ka kamu enggak kenapa napakan" jawab agus khawatir
"tadi aku di rangku sama temannya si ketua dan dia ingin mencoba merabah dadaku" kata ciak
"hah!!! memang cari mati itu anak" jawab agus marah
"maaf tapi kamu enggak usah berantem gus aku enggak apa apa" jawab ciak
"enggak!!! enggak bisa di maafkan dia berani melecehkanmu cika aku enggak akan diam" jawab agus
"sudah gus enggak apa apa enggak usah berantem lagian kamu kita hanya teman kamu enggak usah sebegitunya gus ingat kesatan dirimu" jawab cika
"enggak!!! dia berani melecehkan orang yang berharga dan yang aku suka enggak akan ku biarkan" kata agus keceplosan karena terlarut emosi
"gus," kata cika menangis
__ADS_1
"pokoknya aku akan hajar mereka" jawab agus
"aku enggak nyangka kamu selama ini menyimpan perasaan padaku dan sebalik nya aku juga menyimpan persaan kepadamu apakah mungkin kita akan bisa selalu bersama" kata cika lirih sambil nangis
Cerita kak dewi
"mas aku minta kamu hajar meraka" kata kak dewi sedikit marah
"kenapa dek? ada apa?" tanya kak bily
"mereka sudah keterlaluan masa mau merabah dadaku dan menciumku" jawab kak dewi
"hah!! mereka sampai kayak gitu sama kamu" jawab kak bily
"padahal kamu enggak berani macam macam sama aku mungkin hanya menciumku tapi mereka berani beraninya melecehkanku pokoknya aku enggak terima kamu harus hajar mereka mas" kata kak dewi
"sialan!! enggak akan aku maafkan, berani sekali mereka" jawab kak bily
Setelah bercerita masing masing akhirnya kami sampai di parkiran sekoalah dan si ketua sudah menunggu dengan membawa teman temanya sekitar enam puluh orang termasuk si ketua, kak bily pun maju mewakili aku dan agus untuk berbicara dengan si ketua
"mau kalian bawa kemana wanita kami" kata sang ketua
"huuuuh!! wanita kalian?" jawab kak bily
"kalain hanya seorang pecundang di sekolah ini" kata si ketua
"dengan membawa tema temanya sudah jago kah?" jawab kak bily mengkompori
"apa katamu!! memang nya kalian bertiga sanggup melawan kami enam puluh orang" kata si ketua sombong
"ha? enam puluh orang? kita bertiga enggak sanggup ?" jawab kak bily
"iya kalain hanya kumpulan anak cupu mana sanggup melawan kami semua" jawab si ketua
"ya sudah kita pidah kelapangan aja enggak usah banyak bi cara disini" kata kak bily
"jadi kalian nantangin" jawab si ketua
Akhirnya kita semua pindah ke lapangan dan sampainya di sana aku kak bily dan agus melepas seragam dan berganti jaket sekolah smp kami dan saat melihat dan tahu tulisan di jaket kami ada sebagian pengikut si ketua takut tapi sama si ketua di marahin dan akhirnya kami bertiga bentrok dengan enam pulu orang tersebut singkat cerita tinggal aku dan si ketua yang masih berdiri sedangkan kak bily dan agus sudah ke capekan dan duduk di pinggir lapangan dan di hampiri oleh ririn cika dan kak dewi, akihirnya aku pun duel dengan si ketua dan singkat cerita pada pukulan terakhir aku kumpulin semua tenagaku di tangan dan berhasil memukul si ketua hingga jatuh dan pingsan setelah itu aku berjalan ke pinggir lapangan dan jatuh tergeletak karena sudah ke capekan dan si ketua sudah di angkat dan di bawa pergi oleh teman temannya
__ADS_1
Karena luka kami bertiga lumayan parah juga kenak bogem jadi agus dan kak bily belum berani pulang dan pada akhirnya aku ajak mereka ke rumahku karena di rumahku sepi hanya ada aku sendiri, sampainya dirumahku aku di bopong oleh ririn untuk mengmbilkan kotak p3k dan setelah itu kami semua istirahat di ruang tengah tempat aku bersantai sambil aku yang di obati ririn, agus yang di obatin cika, dan kak bily yang di obatin kak dewi