Kisah Cinta Anak Indigo

Kisah Cinta Anak Indigo
Pencarian


__ADS_3

 Setelah kak dewi dan kak vita sampai ke tenda kami langsung mencari di kelas kelas gedung sekolah seperti yang di katakan sosok yang mengikutiku dan setelah mencari hampir seluruh kelas yang ada di sekolah kami menemukanya di sebuah kelas yang kebetulan tidak jauh dari rung penyimpanan alat musik dan kami mencoba membukanya tapi anehnya kelas tersebut terkunci terus bagai mana dia bisa masuk kekelas ini?, apa mungkin si cowok yang bawa kunci.?, akhirnya dari pada pusing mikir bagamana dia masuk lebih baik cepat memberi tahu guru yang berjaga dan meminta kunci agar bisa cepat masuk dan akhirnya kak vita dan cika yang meminjam kunci kepada guru yang berjaga setelah kak vita dan cika pergi untuk meminjam kunci tidak lama ririn melihat ada sosok hitam besar yang ingin berbuat sesuatu kepada cewek yang pingsan di dalam tersebut, sontak aku menyuruh sosok yang selalu mengikutiku untuk menghajar sosok hitam tersebut dan pada saat itu ririn belum memberi tahu kami semua


"ayo hajar dia" kataku


"KHEK..!" suara manusia kera yang langsung meng hajar sosok hitam tersebut


"GUBRAK..!!!" suara bangku yang di tabrak oleh sosok hitam tersebut


"al kamu melihatnya" tanya ririn


"eh ada apa memangnya" jawabku pura pura tidak tahu


"lah sudah ketahuan" kata agus


"ada apa rin kok di dalam kayak ada yang berantem" tanya kak dewi


"manusia kera yang mengikuti aldi berantem dengan sosok hitam di dalam" kata ririn memberi tahu


"lain kali hati hati al sudah berapa kali ini" tanya agus


"iya gus lain kali aku akan hati hati" jawabku


"hadeh yasudah ini bagai mana" tanya agus


"TOLONG..!!" suara teriakan cowok


 Setelah manusia kera selesai tiba tiba kami semua mendengar teriakan seorang cowok, aku dan agus langsung berlari untuk mencari sumber suara tersebut sedangkan ririn dan kak dewi aku minta untuk menunggu di depan kelas, setelah kami mencari kesana kemari agus menemukan ada seorang yang duduk dan ketakutan di belakang aula tepat di samping gudang yang kami melihat sosok tadi sore, agus pun berteriak untuk memanggilku karena kami berpencar


"al.!! aldi.!!" teriak agus memanggil


"ada apa gus" jawabku


"aku melihat orang kamu cepat kesini" kata agus


"kamu enggak apa apa" tanya agus kepada cowok tersebut


"iya aku enggak apa" jawab sowok tersebut


"ada apa yaudah yuk balik" kataku bertanya dan menenangkan


"tadi ada cewek bawa pisau yang menuju ke arahku" jawab cowok tersebut


"ya sudah, ayo kita kembali" jawab agus


 Akhirnya kami membawa cowok tersebut menemui kak dewi dan ririn dan saat tiba di depan kelas ternyata kelas tersebut sudah berhasil di buka dan teman teman yang lain juga membawa tandu agar lebih mudah untuk membawa cewek tersebut, setelah itu kamu membawa mereka berdua ke UKS sekolah,


 Sesampainya di depan UKS aku dan agus memilih untuk menunggu di depan UKS dan yang lain masuk untuk melihat keadaan cewek tersebut, setelah di cek guru dan anggota PMR cewek tersebut tidak kenapa kenapa hanya pingsan dan yang cowok masih ketakutan seperti terauma, stelah itu kak dewi dan kak vita pergi untuk bertanya dan memberitahukan kepada ketua osis dan ketua pembina, sedangkan aku, ririn, cika, dan agus memilih balik ketenda dan membuat minuman hangat lagi karena pada malam itu pukul 02.00 sangat dingin sekali setelah sampai di tenda ririn memasak air untuk membuat kopi susu kesukaanya dan membuatkan kopi untukku


"ni al kopi buat kamu" kata ririn memberi segelas kopi


"makasih rin" jawabku


"mereka berdua enggak kamu buati sekalian" lanjutku


"enggak biar buat sendiri" jawab ririn cuwek


"uluh uluh ririn ada apa ni" tanya cika jahilin ririn


"apa si ka" jawab ririn


"kok yang di buatin cuma aldi saja" jawab cika


"ka-kamu kan bisa buat sendiri ka" jawab ririn malu


"kan sekalian juga rin" kata agus


"tuh di belain agus" jawabku ikut ikutan


"al berantem yuk" kata agus


 Akhirnya kami semua tertawa bersama karena tingkah konyol masing masing dan setelah itu kak dewi datang dan ikut gabung


"kalian nertawain apa" tanya kak dewi


"ada lah kak" jawab agus sambil ketawa


"ih curang aku enggak di kasih tahu" jawab kak cika


 Tiba tiba ada cowok yang datang menghampiri kami dan bilang terimaksaih kepada kami dan ternyata cowok itu ketua osis di sekolah dan juga dia adalah kak dewi sekarang

__ADS_1


"oh iya kenalin ini bily ketua osis di sekolah ini panggil aja kak bil" kata kak dewi mengenalkan


"kenali aku bily ketua osis, aku berterimakasih pada kalian telah membantu mencari dua orang yang hilang" kata kak bily memperkenalkan diri dan berterimakasih


"iya kak sama sama" jawab kami bersama


"sini kak ikut ngumpul" kata agus mengajak


"boleh deh lagian lagi luang" jawab kak bily


"kamu mau minuman apa" tanya kak dewi ke kak bily


"kopi aja kalau ada" jawab kak bily


"kebetulan kak tadi aku baru selsai buat minumanhangat ada sisa air panas hangatkan aja lagi" kata ririn


"benarkah.? aku pakai ya" kata kak dewi


"iya kak pakai aja" jawab ririn


"kalau boleh tahu nama kalian siapa" tanya kak bily


"aku aldi kak ini teman aku agus" jawabku


"kalau aku cika ini temanku ririn" jawab cika


"oh salam kenal ya semuanya semoga kita bisa jadi teman kedepanya


"ngapain nunggu kedepanya kak sekarang kita kan sudah jadi teman" jawab agus


"benarkah" tanya kak bily


"iya kak" jawab cika


"wah terimakasih banyak ya" jawab kak bily


"memangnya kakak enggak punya teman.?" tanya ririn


"kalau disini teman aku sedikit, soalnya yang dari smpku dulu enggak ada yang ngelanjutin disini" jawab kak bily


"oh tapi kan kakak sudah satu tahun masa masih sedikit temmanya" tanya cika


"ini kopi kamu" kata kak dewi memberi segelas kopi


"makasih dek" jawab kak bily


"memangnya kak bily dari smp mana" jawabku


"kriang dua" jawab kak bily


"waduh gus bahaya enggak ya" tanay ku pada agus berbisik


"aman asal enggak ketahuan" jawab agus


"tadi pagi aku lihat ada anak dari smp kriang satu kalian mengenalnya" tanya kak bily


"aku enggak tahu kak memangnya ada apa" tanya cika


"waduh bahaya ini gus" kata ku berbisik


"kenapa ditanyakan sih" jawab agus


"enggak ada apa apa kok" jawab kak bily


"sudah kamu ceritain aja" kata kak dewi


"bukan cerita yang menarik loh" jaawab kak bily


"dulu smp kriang satu dan dua sering ikut lomba dan berbagai macam acara jika ada disnatalist di sekolah dan tidak jarang juga kriang satu dan kriang dua terlibat tawuran di puncak acara" lanjut kak bily menceritakan


"kak maaf kalu kakak bertemu dengan anak yang dari kriang satu apa kakak mau ngajak brantem" tanyaku


"enggak lah ya kali kan sudah jadi satu sekolah, apa lagi aku sebagai ketua osis ya kali mau mengajak berantem" jawab kak bily


"awas aja kalau kamu berantem" kata kak dewi


"iya iya dek huufft" jawab kak bily


"mungkin yang kakak maksud kami berdua" jawabku

__ADS_1


"serius kalian" jawab kak bily


"iya kak" jwab agus


"masih menyimpan jaket dari sekolahan kalian enggak" tanya kak bily


"masih kok kak jaketnya juga aku bawa" jawabku


"sebentar aku mau ambil jaket dulu" kata kak bily lalu pergi


"kalian sebenarnya membahas apa sih" tanya cika


"iya aku bingung" tanya ririn


"pasti mereka nostalgia waktu berantem antar sekolah" jawab kak dewi


"oh kayak nya asik" jawab cika


"bukan asik lagi ini mah seram" jawab agus


"kenapa begitu gus" jawab ririn


"kalian enggak pernah dengar ya" jawabku


"soal smp kriang satu dan dua sering terjadi tawuran" jawab cika


"iya" jawb agus


"enggak pernah kan ka" kata ririn


"iya kita enggak pernah dengar" jawab ririn


"jadi waktu dulu kami sering terlibat tawuran antar sekolah jadi di jaket kami masih masih ada julukan dan tingkatanya untuk menentukan pemimpinnya" jawabku menjelaskan


"pantesan" jawab ririn


"nih lihat jaketku" kata kak bily yang baru datang


"pemimpin generasi empat belas sang pembantai" julukan yang ada di belakang jaket


"waduh bahaya gus" kataku


"iya nih mampus kita kali ini" jawab agus


"kalian kenapa" tanya kak bily


"enggak apa apa kok kak" jawab ku


"coba lihat punya kalian" kata kak bily


"ini kak" aku melihatkan jaketku dan milik agus


"al siap siap lari aja takutnya dia marah" kata agus berbisik


"pemimpin generasi ke lima belas sang duo maut" tulisan yang ada di belakang jaketku dan agus


"jadi kalian yang memimpin waktu itu hingga semua anggotaku kocar kacir lawan dua puluh tuju orang" kata kak bily


"sayang duduk, aku sudah bilangkan kalau kamu enggak boleh berantem lagi tadi kamu juga bilang kalau enggak akan berantem" kata kak dewi


"lari enggak ni al" kata agus


"enggak usah gus ada kak dewi" jawabku


"benar nih enggak usah lari" tanya agus sekali lagi


"iya gus dulu kita yang bonyokin dia tinggal ulangin aja kenapa harus repot" jawabku


"iya dek" jawab kak bily nurut


"kak kalian pacaran" tanya ririn


"pantesan romantis banget dari tadi" kata cika


"em i-iya" jawab kak dewi malu malu karena keceplosan


  Akhirnya aku, agus, dan kak bily saling bernostalgia dan hanya kami yang cerita hingga ririn dan cika ketiduran sedangkan aku, agus dan kak bily sampai pagi masih belum tidur dan tidak terasa sudah waktunya upacara penutupan acara dan kami mengakhiri cerita kami disini dan kak bily dan kak dewi juga kembali keruang osis untuk siap siap dengan acara upacara penutupan kegiatan, aku dan agus membangunkan cika dan ririn untuk siap siap mengikuti upacara penutupan.


 Setelah upacara selesai kami mengemas barang dan segerang pulang karena sudah ngantuk berat dan aku memilih untuk tidur di rumah agus dahulu karena yang lebih dekat sedangkan cika dan ririn bilang kalau mau kerumah kak dewi untuk beristirahat sebelum pulang karena rumah mereka juga lemayan jauh

__ADS_1


__ADS_2