
Setelah kami selesai makan malam di warung bakso kami kembali kesekolah dan memulai acara kami sendiri yang di temani kak dewi kami langsung ketendan sedangkan kak dewi masih melapor kalau anggotanya sudah kembali semua setelah itu aku dan agus mengganti baju kami dengan kaos biasa karena sudah di luar dari kegiatan kemah dan pramuka jadi tidak masalah, tidak lama setelah itu kak dewi beneran datang ke tenda kami dan membawa sedikit camilan dan minuman hangat.
"kalian jadi kan" kata kak dewi
"jadi kok kak" jawab cika keluar dari tendanya
"ini beneran enggak masalah kak" tanya agus memastikan
"sudah gus kamu santai saja" jawab kak dewi
"oh iya kak memangnya para guru enggak ada yang ikut ngawasin kegiatan" tanya cika
"iya ada tapi untuk jaga malamnya di serahin ke osis dan osis nyuruh anak pramuka" jawab kak dewi menjelaskan
"terus kalau ada apa apa bagaimana kak" tanyaku
"di suruh bangunin guru guru kalau terjadi sesuatu" jawab kak dewi
"al gus kalian mau kopi apa coklat.?" tanya ririn menawarkan
"aku kopi aja rin" jawabku
"kalau aku coklat aja" jawab agus
"kamu enggak suka kopi gus" tanya kak dewi
"enggak terlalu suka aku kak" jawab agus
"tenrnyata enggak berubah kamu gus dari kecil sampai sekarang masih suka coklat" jawab kak dewi
"kakak kok tahu kesukaannya agus?" tanya cika
"bagaimana ya bisa di bilang kalau kakak ini teman masa kecilnya agus sih" jawab kak dewi
"pantesan tahu" jawab cika
"itu kakak bawa apa.?" tanya agus
"ini kopi susu gus sama camilan kalian mau" jawab kak dewi
"iya kak nanti saja" jawabku
"nih al kopi kamu semoga cocok ya" kata ririn memberikan kopi
"makasih rin" jawab ku
"ini coklat hangat buat kamu gus" kata ririn memberi coklat hangat
"makasih rin" jawab agus
"kak kamu tahu sesuatu enggak tentang ruang band" tanya ririn
"ruang band.? memangnya kenapa?" tanya kak dewi
"tadi sore kami lewat sana kok berbunyi sendiri alatnya" jelas ririn
"iya kak padahal di gembok dari luar pintunya" lanjut cika
"masa iya sih perasaan enggak pernah terjadi apa apa di situ" jawab kak dewi
"iya kak serius" jawab ririn
"kalau gitu nanti waktu kita patroli lewat sana bagai mana" usul kak dewi
"enggak mau ah kak takut" jawab ririn
"sudah tidak apa apa" kata kak dewi
"kak nanti kalau mau keliling lewat situ aku ikut ya" kataku
"iya al, itu aldi malah nawarin diri" kata kak dewi
"tapi kak..?" kata ririn
"sudah kamu ikut saja rin enggak apa apa kok" kata kak dewi
"kak jangan lari dan dengerin baik baik" kataku
__ADS_1
"ada apa al" tanya kak dewi
"sudah dengerin saja pokoknya jangan lari"
"AAAA...!! Tidak..!!" suara teriakan dari belakang aula sekolahan
"al siapa itu ayo kita lihat" kata kak dewi bertanya
"sebentar kak, kakak lihat di sekeliling kakak ada yang dengar atau yang lari ke asal suara tersebut tidak" kataku
"tidak ada yang mendengar apa bagai mana padahal suara itu terdengar jelas" kata kak dewi bingung
"aku dengar kok kak suara itu" jawab agus
"aku juga dengar suaranya" jawab cika
"itu siapa al" tsnya ririn
"enggak akan ada yang dengar suara tersebut selain kita" jawabku
"enggak mungkin itu suara terdengar jelas loh al" kata kak dewi
"al itu siapa" tanya ririn
"mana sih rin" jawabku
"berjalan di lorong" kata ririn memberi tahu
"kayak ada bayangan" jawabku
"bukan bayangan al itu orang" kata ririn
"mana sih, kalian lihat apa" tanya kak dewi
"kakak coba lihat di lorong sebalah aula deh" kata ririn memberi tahu
"itu siapa" tanya kak dewi
"kakak melihatnya kan" tanya ririn
"sudah biarin saja jangan dilihat terus" kataku
"eh iya itu siapa kok ada disana" kata cika
"al bukan ulah mu kan" kata agus
"bukan lah kocak" jawabku
"itu beneran terlihat kami semua loh al" jawab agus
"enggak percayaan sih kamu gus" jawabku
"dia beneran kelihatan loh la" kata agus
"di bilangin bukan aku" jawabku
"al kamu jangan nakutin kita" kata cika
"nakutin bagai mana si ka" jawabku
"bukan ririn aja yang melihatnya loh" jawab cika
"iya al aku juga bisa melihatnya" kata kak dewi
"aku enggak tahu apa apa" jawabku
"al biar aku saja yang bisa lihat teman teman yang lain enggak usah" kata ririn
"yaampun kalian enggak percaya sama aku, bukan aku yang bikin dia muncul" jawab ku membela diri
Tidak lama kak dewi di cariin oleh temannya katanya ada dua kelompok yang kehilangan satu orang yang satu cowok yang satu cewek dan bertanya apa kelompok kak dewi masih lengkap atau tidak, tiba tiba sosok wanita yang dilihat teman teman pun menghilang saat semua memalingkan muka ke teman kak dewi yang memanggilnya
"dewi di situ enggak" teman kak dewi pembina bertanya
"iya kak, kak dewi ada disini" jawab agus
"kalian pada ngelihatin apa sih serius banget" tanya kak vita
__ADS_1
"eh vita ada apa" kata kak dewi
"kelompok kamu sudah komplit belum" tanya kak vita
"sudah kok, memamngnya kenapa?" tanya kak dewi
"tadi ada dua kelompok yang kehilangan teman satu kelompok nya satu cowok dan satu cewek" jelas kak vita
"kak saya mau minta izin buat bantu cari" kataku
"kamu serius vit" tanya kak dewi
"iya wi, iya boleh kalau mau bantu cariin tapi harus di temenin kakak pembina ya" kata kak vita
"aku bisa nemenin tapi dua orang di kelompokku bagai mana" tanya kak dewi
"kalian rundingkan dulu aja, aku mau bantu teman teman cari" kata kak vita
"kalau begitu kita semua ikut menacari bagaimana" usul cika
"tapi aku takut ka" jawab ririn
"dari pada kamu di sini rin, ayo ikut ya rin"
"tapi ka" jawab ririn
"sudah rin ikut aja pasti seru ada petualangannya juga loh, jarang jarang kita bisa kayak begini pasti cuma berdua saja mumpung ada temannya juga ini ayo lah rin mau ya" kata cika merayu
"yaudah deh ka aku ikut' kata ririn
"nah gitu dong" jawab cika
"kamu bagai mana gus" tanyaku
"ikut lah kocak, momen bareng teman itu tidak bisa di sekip" jawab agus
"kalau begitu semua setuju ikut mencari ya" kata kak dewi bertanya
"iya kak kami semua ikut" jawab kami bersamaan
Setelah itu kami semua ikut mencari dua orang tersebut, sekian lama mencari dan mengelilingi sekolah kami dan anggota osis dan pembina tidak menemukanya hingga waktu sudah larut hingga pukul 00.00 setelah itu aku mengajak kak dewi dan yang lain untuk berdiskusi dan aku meminta kak dewi mengajak temanya satu lagi bira jumlah kami genap dan lebih mudah untuk saling menjaga kalau ada apa apa
"kak balik ke tenda dulu yuk, kakak bawa teman kakak satu lagi" kataku mengajak
"ada apa al" jawab kak dewi
"nanti aku kasih tahu kalu sudah ada di tenda" jawabku
"yaudah kalau begitu kakak ajak kak vita aja bagai mana" jawab kak dewi bertanya
"iya kak enggak apa apa" jawab ku
"baiklah kalau begitu kalian tunggu di tenda aja" kata kak dewi
Kami berempat kembali kek tenda kami dan menunggu kak dewi dan kak vita di tenda, setelah kami sampai di tenda ririn melihat sosok yang mengikuti baru muncul dan dia bertanya dari mana sosok yang sering mengikutiku tapi ririn tidak berani bertanya sendiri dan berinteraksi dengan sosok yang mengikutiku
"al itu sosok yang mengikutimu dari mana?" tanya ririn
"kamu menyadarinya kalau dia tadi tidak ada waktu kita mencari dua orang menghilang" tanyaku
"iya al aku lihat dia tadi tidak mengikutimu" jawab ririn
"iya tadi dia bilang mau berkeliling" jawabku
"terus..?" jawab ririn
"dia bilang waktu berkeliling lihat dua orang cowok dan cewek di dalam kelas tapi baru masuk kelas ada sosok yang muncul dan yang cewek ketinggalan di kelas dan pingsan dan yang cowok lari enggak tau di mana sekarang katanya enggak penting kalau cowok karena harus bisa melindungi dirinya sendiri dan baerani" jawabku menjelaskan apa yang di bilang sosok yang mengikutiku
"kalu begitu langsung saja kita kesana" kata ririn
"iya tunggu kak dewi sama kak vita dulu kan ada aturanya apa lagi apa kata yang lain kalau aku atau agus yang gendong cewek itu makanya aku meminta kak dewi membawa satu teman lagi biar bisa membawanya" jawab ku menjelaskan
"maksud kamu aku cika kak dewi dan kak vita yang kamu suruh bawa cewek itu" jawab ririn
"iya sudah jelas kalau kaliankan" jawabku
Setelah beberapa menit kak dewi dan kak vita datang dan langsung saja aku ajak untuk ke kelas dimana cewek itu berada, agar bisa secepatnya di tolong dan di bantu kasihan juga kalau semalaman disitu karena tidak ada yang tahu
__ADS_1