Kisah Cinta Anak Indigo

Kisah Cinta Anak Indigo
Pulang sekolah


__ADS_3

  Setelah masalah selesai kami semua di pulangkan karena ada banyak murid yang pisngsan dan ada juga yang masih di urus oleh guru BK, khusus yang ikut PMR masih di suruh tetap di sekolahan untuk membantu yang pingsan, aku masih di bantu ririn untuk berjalan karena masih belum sepenuhnya pulih tiba tiba bu sinta dan pak tri menghampiriku aku kira kalau maslahnya belum selesai atau masih berlanjut ternyata bu sinta dan pak tri mau berterimakasih kepadaku


"al aku sama dewi mau mengambil tas dulu ya" kata kak bily


"oh iya, kalau begitu nanti ketemu di pakiran ya" jawabku


"ok" jawab kak bily


"al kamu sudah mau pulang" kata bu sinta


"iya bu saya mau pulang" jawabku


"tunggu sebentar al ibu mau bicara dulu" kata bu sinta


"loh pak tri?" tanyaku


"trimakasih al berkat bantuan kamu masalahnya sudah selesai" kata pak tri


"syukur kalau sudah selesai, aku kira masih ada lagi berlanjut" jawabku


"iya al trimakasih banyak ya bantuannya" kata bu sinta


"iya bu sama sama" jawabku


"kamu kenapa al kok jalan di bantuin teman kamu" tanya pak tri


"maaf pak tadi aldi habis pingsan jadi saya bantuin" jawab ririn


"jangan bilang kalau kamu kena marah juga al" tanya pak tri


"iya pak saya kena marah tadi" jawabku


"ya ampun maaf al aku enggak tahu" jawab pak tri


"sudah pak enggak apa apa kok" jawabku


"kalau begitu ibu antar kamu pulang ya al" kata bu sinta


"enggak usah bu trimakasih banyak sudah ada teman teman kok" jawabku menolak


"beneran enggak apa apa" tanya bu sinta memastikan


"iya bu enggak apa apa kok, ada saya juga yang bantuin" jawab ririn


"ya sudah kalau begitu hati hati di jalan" kata bu sinta


"iya bu, kalau begitu aku dan yang lain pamit pulang dulu bu" kataku


 Setelah itu aku langsung berjalan ke parkiran karena sudah janjian sama kak dewi dan kak bily di parkiran untuk pulang bareng, saat di parkiran ririn meminta kepadaku untuk mampir kerumahnya dahulu karena dia sangat khawatir kalau aku di rumah sendirian, aku pun cuma bisa ngikut saja karena aku benar benar ke lelahan karena masalah tadi


"mas nati kamu pulang ke rumah aku dulu ya" kata ririn


"enggak usah enggak apa apa dek" jawabku


"pokoknya harus mas, kamu enggak tahu aku sekhawatir apa sama kamu" jawab ririn


"iya deh" jawabku pasrah


"kalian lama sekali mampir kemana dulu" tanya kak bily


"maaf kak tadi masih di ajak ngobrol sama bu sinta dan pak tri" jawabku


"oh ya sudah ayo langsung pulang saja" kata kak bily


"iya kak" jawabku


"gus kamu ikut kerumah ririn ya" kata cika


"lah mau ngapain kenasan" tanya agus


"temani aku lah gus" jawab cika


"memangnya kamu mau mampir juga ke rumah ririn" jawab agus balik bertanya


"iya lah ini juga masih pagi gus bosen kalau langsung pulang" jawab cika


"iya deh iya, kalau bukan kamu yang minta aku milih pulang tidur" jawab agus


"ih kamu tidur mulu pantesan chatku jarang kamu balas" kata cika sebal


"iya iya maaf" jawab agus


   Akhirnya aku, ririn, cika, dan agus kita berempat langsung kerumah ririn dan saat itu aku di boncengin ririn karena dia tidak tega kalau aku yang bawa motor, sedangkan cika dan agus menaiki motorku, saat sampai di rumahnya ririn ibunya ririn terlihat khawatir saat melihatku di bonceng ririn dengan keadaan masih lemas dan beliau bertanya aku kenapa


"mah aku pulang" kata ririn sambil membantuku berjalan masuk

__ADS_1


"loh nak al kamu kenapa?" tanya ibunya ririn


"tadi di sekolah ada masalah mah" jawab ririn


"dia berantem lagi?" tanya ibunya ririn


"enggak kok mah, tadi ada banyak murid yang kerasukan sama mas al di bantuin sampai pingsan dua kali di sekolah tadi" jawab ririn bercerita


"ya sudah kamu istirahat dulu saja nak al" kata ibunya ririn


"iya tante trimakasih" jawabku


  Aku pun di baringkan di depan televisi dan ririn membiarkan aku tidur di pangkuanya dan beristirahat, ibunya ririn juga membuatkan aku segelas teh hangat dan membiarkanku tidur di pangkuan ririn dan setelah beliau memberikan segelas teh beliau pamit mau lanjut menyelesaikan pekerjaanya


"sudah kamu berbaring disini mas" kata ririn


"enggak perlu sampai di pangkuanmu juga kan dek" jawabku


"sudah sini" jawab ririn


"enggak enak dek ada ibu kamu" jawabku


"sudah engga apa apa kok mas mamah enggak akan marah" jawab ririn


"i-iya deh" jawabku


"ini teh hangat kamu minun dulu nak al" kata ibunya ririn


"maaf tante jadi ngerepotin" kataku


"sudah enggak apa apa, kalau begitu kalian lanjut saja ya tante tinggal lanjutin kerjaan tante dulu" kata ibunya ririn


"iya tante silahkan, sekali lagi maaf tante kalau ngerepotin" jawabku


"iya" jawab ibunya ririn


"tuhkan enggak marah kan mamah aku" kata ririn


"iya dek tapi kan enggak enak gitu rasanya" jawabku


"sudah kalau mamah aku enggak marah berati enggak apa apa" jawab ririn


"al katanya kamu pernah menginap disini" tanya agus


"iya gus memangnya kenapa" jawabku balik bertanya


"iya gus" jawabku


"ibunya ririn enggak marah" tanya agus


"enggak gus malah aku di suruh tinggal disini sama ibunya ririn" jawabku


"ha!! kamu enggak bercanda kan al" kata agus terkejut


"serius gus, tanya saja tuh sama anaknya" jawabku


"memangnya benar begitu rin" tanya agus


"iya gus, mamahku pernah bilang begitu kalau mas al mau boleh tinggal di sini" jawab ririn


"la kamu kenapa enggak tinggal di sini al kan juga ada temannya" tanya agus


"kamu gila ya gus?" jawabku


"gus mikir gus" kata cika


"memangnya salah ya" kata agus


"malah tanya dong" kata cika


"ya salah gus, gini ya ririn anak cewek nih aku anak cowok yakan kalau di tinggal ibunya ririn bekerja kami hanya berdua di rumah, terus pandangan masyarakat bagai mana" kataku menjelaskan


"iya juga ya" jawab agus


"nah sadar kau" kata cika


"wah fixs gara gara ngantuk nih" kata agus


"ya sudah tidur situ gus" jawab ririn


"boleh nih?" tanya agus


"boleh kok" jawab ririn


"ka pinjam bentar" kata agus yang langsung tidur di pangkuan cika

__ADS_1


"e-eehhh..." kata cika bingung dan malu


"lah enggak aturan banget nih anak" kataku


"biarin mas, kamu kalau mau tidur juga enggak apa apa kok" jawab ririn


"enggak dek kasian kalu aku tidur kamu capek bagai mana" jawabku


"sudah enggak masalah kok" jawab ririn


"iya sudah kalau begitu aku tidur sebentar ya dek" kataku


"iya mas" jawab ririn


  Setelah itu aku tertidur di pangkuan ririn dan agus tidur di pangkuanya cika, kurang lebih aku tidur di pangkuan ririn sejaman dan aku terbangun karena merasa sudah lama setelah bangun aku berterimakasih sama ririn sudah mau merawatku dan sekarang aku sudah jauh lebih baik dan tepat waktunya untuk makan siang dan aku mengajak ririn kebelakang untuk bantu aku memasak makan siang


"dek ikut aku ke dapur dulu yuk" kataku


"mau ngapain mas" tanya ririn


"sudah ayo" jawabku


"ibu kamu masak enggak" tanyaku


"enggak mas tadi aku sarapan beli di luar" jawab ririn


"wah pas nih dek ada nasi, ada sosis, ada telur" kataku


"kamu mau ngapain mas" tanya ririn


"mau buatin kamu makanan untuk makan siang" jawabku


"enggak usah mas kamu juga baru mendingan" kata ririn


"maka dari itu aku mengajak kamu buat bantuin" jawabku


"ya sudah deh kalau kamu sudah ngeyel begini pasti sulit kalau di larang juga" jawab ririn


"kamu mau nasi goreng sama telur gulung dek?" tanya ku


"mau mas mau" jawab ririn ber semangat


"tadi enggak boleh sekarang bersemangat sekali" kataku


"habis nasi goreng buatan kamu enak banget mas" jawab ririn


"ya sudah kalau begitu aku masakin dulu kamu bantu siapin bumbunya ya dek" kataku


"iya mas" jawab ririn


  Setelah jadi aku membawanya ke depan dan aku juga menyuruh ririn memanggil ibunya untuk makan siang bersama, saat ibunya ririn keluar beliau bertanya siapa yang masak aku jawab kalau ririn yang masak dan aku ajarin tapi ibunya ririn tidak percaya karena dari bau masakanya sudah tidak sama karena ririn kalau masak juga pakai bumbu siap jadi tidak sepertiku yang menyiapkan bumbunya sendiri


"wih kayaknya enak nih, siapa yang masak" tanya ibunya ririn


"yang masak ririn tante" jawabku


"kayaknya enggak deh bukan ririn" kata ibunya ririn


"memang bukan aku mah tapi mas al tuh yang masak" jawab ririn


"wah pasti enak ini" kata ibunya ririn


"ayo tante makan siang bareng sekaian" kata cika


"iya ka" jawab ibunya ririn


"ini telur gulung ya" tanya ibunya ririn


"iya tente, nati kalau mau makan tante potong tengahnya dulu ya" kataku


"memangnya ada apa enggak sama ya nak al" tanya ibunya ririn


"ada kejutanya tante" jawabku


"iya kah" kata ibunya ririn sambil memotong telurnya


"ini apa nak al kok bisa lumer begini" tanya ibunya ririn


"sama saja sih tante itu juga telur bedanya cuma cara gorengnya" jawabku


"ini bukanya ada sosis juga di dalam nya" tanay ibunya ririn


"iya tante biar tambah supres kalau dalamnya ada topingnya" jawabku


"mah sudah ayo makan jangan bertanya terus enggak jadi makan nati" kata ririn

__ADS_1


"iya nak iya" jawab ibunya ririn


  Setelah itu kami semua makan siang bersama dan saat semua tahu rasanya semua terihat sangat menikmati dan puas dengan rasanya akupun juga senang karan semua suka dengan masakan aku


__ADS_2