
Setelah aku menceritakan dan memberi tahu agus dan kak bily aku mengantar ririn, cika, dan kak dewi pulang kerumah kak dewi karena mereka bertiga menginap di rumah kak dewi, setelah aku mengantar meraka bertiga aku langsung pulang kerumah dan sampainya di rumah aku melihat agus dan kak bily ada di teras depan rumah, aku langsung memasukan mobilku ke garasi dan segera mendatangi agus dan kak bily yang berada di depan
"dua anak ini kenapa di depan rumah katanya mau tidur duluan" gumamku dalam hati
"hai kalian berdua ngapain di depan katanya mau tidur duluan" tanyaku
"ah entaran saja nungguin kamu" jawab agus
"ada apa si kok kayak ketakutan begitu" tanayku
"jadi aku dan agus lagi asik di depan televisi dan main game bareng tiba tiba ada suara wanita ketawa dari arah tangga di belakang jadi kami lari" kata kak bily bercerita
"oh wanita itu" jawabku
"lah kamu malah biasa saja sih al kayak penah tahu saja" jawab kak bily
"aku kan pemilik rumah ini jadi sudah terniasa" jawabku
"iya benar juga ya" jawab kak bily
"itu wanita cuma bersuara saja kok enggak bakalan berani usil" kataku
"ah serius kamu al" jawab agus
"iya gus palingan cuma nampakin diri begitu saja" jawabku santai
"sama saja al" jawab kak bily
"terus bagai mana kalian ingin tetap di luar apa masuk" tanyaku
"masuk lah al di luar dingin kayak begini" jawab agus
"kalau ada dewi mah enggak dingin al" kata kak bily
"sudah kak bil enggak usah mikir negatif kamu, ayo masuk" kata ku sambil mengajak masuk
"okey" jawab agus
Saat sudah di dalam rumah agus dan kak bily selalu berada di dekatku sampai sampai bikin kopi dan ke toilet bertiga karena saking takutnya dan saat agus di dalam toilet terdengar kembali suara wanita yang tadi dan sekarang ganti menangis kak bily santai santai saja karena berada di sampingku dan ngobrol denganku sedangkan agus yang ada di dalam toilet kelihatan ketakutan dan bolak balik memanggilku dan kak bily untuk memastikan kalau dia tidak di tinggal sendiri, setelah itu kami semua berusaha keras untuk tidur karena suara sosok wanita tersebut tidak kunjung pergi mungkin hanya diam sejenak dan berbunyi kembali dan akhirnya kita semua ketiduran
Tidak terasa sudah pagi aku terbangun karena ada telefon di hpku dan itu dari ririn sedangkan kak bily dan agus masih tidur dengan pulas dan pada akhirnya aku tinggal mandi dan menjemput ririn dan yang lain, saat sampai di rumah kak dewi aku langsung turun dari mobil dan mengetuk rumah kak dewi dan juga meminta izin kepada orang tuanya kak dewi setelah itu kami semua langsung naik ke mobil dan berangkat ke rumahku
"al bily sama agus masih tidur" tanya kak dewi
"iya kak mereka masih tidur" jawabku
__ADS_1
"memangnya kalian tadi malam bergadang" tanya cika
"enggak juga sih cumak di ganggu saja jadi enggak bisa tidur" jawabku
"kamu bisa tidurkan mas" tanya ririn khawatir
"bisa kok aku sudah terbiasa soalnya" jawabku
"memangnya di ganggu siapa al" tanya kak dewi
"cuma suara sosok wanita yang menangis dan tertawa saja" jawabku
"enggak muncul kan" tanya cika
"enggak kok cuma suara saja" jawabku
"tapi kamu pasti melihatnya kan mas" tanya ririn
"iya kalau aku memang melihatnya dek" jawabku
"memangnya sosok wanita itu siapa mas" tanya ririn
"oh dia, dia adalah salah satu korban" jawabku
"kalaian serius amat beneran ingin dengar" tanyaku
"iya al kami ingin dengar" jawab kak dewi
"jadi dulu enggak jauh dari rumahku ada kos tapi sekarang sudah tidak di gunakan lagi dan kosong , nanti aku tunjukan kalau sudah melewatinya" kataku
"heeeh!! terusin kenapa al udah serius ini" kata cika sebal
"tau nih" lanjut ririn
"iya maaf maaf" jawabku
"ya sudah lanjutin" jawab kak dewi
"jadi ada sepasang kekasih mereka cuma pacaran tapi sudah pernah melakukan begituan dan waktu beberapa kalinya kesitu si cewek ini memberi tahu kepada cowoknya kalau dia hamil dan si cowok kayak belum bisa nerima dan belum siap dengan semuanya, saat kedua pasangan ini berantem tiidak sengaja si cowok mendorong ceweknya hingga terbentur di kepala bagian belakang dan saat pemilik kos menemukannya si cewek ini sudah enggak bernafas" kataku bercerita
"terus kok bisa sampai di rumahmu al" tanya cika
"em... bagai mana ya bilangnya" jawab ku kebingungan
"sudah bilang saja mas" kata ririn
__ADS_1
"tapi kamu jangan marah dulu ya dek, aku jelasin kok" jawabku
"aku yang mengajaknya pulang buat teman ngobrol karena setiap aku pulang malam dia selalu menangi di bawah tiang lampu di depan kos tersebut sehingga penghuni di situ tidak nyaman dan akhirnya kos itu sepi dan pemiliknya memilih untuk menjualnya dan karena rumor itu tidak ada yang berani membilinya" jawabku berusaha menjelaskan
"gila kamu al bisa bisanya di ajak pulang" kata cika
"habisnya aku di rumah sendiri ada manusia kera juga di ajak ngobrol susah ya sudah mau bagai mana lagi" jawabku
"ealah begitu ya mas" tanya ririn
"iya dek kalau kamu enggak suka aku akan carikan tempat lain buat dia agar tidak di rumah" jawabku
"sudah enggak apa apa biarin saja asal enggak usil atau menggagu kegiatan" jawab ririn
"nanti coba aku ajak bicara mungkin saja dia mau di pindahin" kataku
"sudah mas biarin saja" jawab ririn
"nah itu kiri jalan ada bangunan ter bengkalai itu kosnya dulu" kataku memberi tahu
"berapa lama enggak di tempatin al" tanya kak dewi
"mungkin tiga tahun ini" jaawabku
"pantesan terlihat serem begitu" kata cika
Tidak lama kemudian kami sampai di rumahku, aku langsung memasukan mobilku ke garasai dan segera masuk ke rumah dan saat sampai di dalam agus dan kak bily masih tidur dan di bangunkan sama kak dewi dan cika sedangkan aku dan ririn langsung ke dapur untuk menyiapkan sarapan
"mas ayo bangu sudah siang" kata kak dewi membangunkan kak bily
"ha? siapa?" jawab kak bily
"bentar ya lima menit lagi" lanjut kak bily
"ih.. kamu ayo bangun sudag siang tahu" kata kak dewi sambil memukulkan guling ke kak bily
"iya iya aku bangun" jawab kak bily
"gus ayo bangun sudah siang ini" kata cika membangunkan agus
"ha? iya" jawab agus langsung duduk dna masih memejamkan matanya
Setelah itu kak dewi dan cika menyusulku dan ririn ke dapur dan membantu untuk menyiapkan sarapan dan sedangkan kak bily dan agus bergantian untuk mandi, sesudah semua sudah selesai dan makanan sudah siap di meja makan dan teman teman sudah mengumpul semua di meja makan kami sarapan bersama
Selesai sarapan kami langsung melanjutkan kegiatan yang sudah kami rencanakan kemarin, saat kami gali ternyata benar ada kain mori yang membungkus sesuatu dan saat aku ambil di dalam kain tersebut ada tengkorak kepala saja dan untuk bagian yang lain nya belum sempurna, setelah itu kami langsung menguburkanya dengan layak di samping rumahku karena ada karangan yang kosong stelah selesai semua kami melihat arwah dari sosok anak kecil tersebut dia pergi dengan tersenyum dan melambaikan tangan kepada kami untuk berterimakasih dan bepamitan kepada kami
__ADS_1