Kisah Cinta Anak Indigo

Kisah Cinta Anak Indigo
Terkena masalah di sekolah


__ADS_3

  Setelah lumayan lama kami di rumahririn untuk menemaninya akhirnya ibunya pun pulang dan kami semua langsung berpamitan pulang karena sudah sore juga, keesokan harinya kami berangkat sekolah seperti biasa tapi kak dewi dan kak bily tidak berangkat bareng karena ada urusan osis katanya, sesampainya di sekolah sudah ada beberapa guru di depan ruang kelasku termasuk ibu sinta dan saat aku bertanya salah satu guru menuduhku menyebabkan kejadian tempo hari karena bu sinta cerita semuanya pada guru guru yang lain akhirnya aku di bawa ke ruang BK sendirian


"maaf ini ada apa ya" tanyaku


"kamukan penyebab masalah kemarin?" kata salah satu guru namanya pak andri belia adalah salah satu guru BK di sekolah


"bukan pak kemarin saya enggak tahu apa apa saya tahunya saat di beri tahu sama bu sinta" jawabku


"halah kamu pasti alasan" jawab pak andri


"iya pak kami semua tahunya di beri tahu sama bu sinta" kata ririn mencoba membelaku


"kamu enggak usah ikut ikutan ya" jawab pak andri


"beneran pak saya enggak tahu dari masalah kemarin" kataku


"sudah kamu sekarang ikut saya ke ruang BK' kata pak andri


"baik pak" jawabku


(di ruang BK)


"maksud kamu membuat masalah kemarin apa" tanya pak andri


"saya beneran enggak tahu apa apa soal masalah kemarin pak" jawabku


"kalau bukan kamu penyebabnya kenapa masalah kemarin bisa selesai dengan bantuan kamu" kata pak andri yang terus memojokanku


"tapi beneran pak saya tidak tahu" jawabku


"kamu tahu enggak gara gara kamu banyak orang tua murid yang marah ke pihak sekolah karena tidak bisa menjaga anak mereka" kata pak andri marah


"tapi pak.." belum sempat aku melanjutkan berbicaraku


"sekarang kamu bilang saja kalau penyebab masalah kemarin kamu" kata pak andri marah


"sial apa sekalian aku bikin rusuh saja" ujarku dalam hati


"kenapa diam? memang benar kamu kan pembuat masalahnya" kata pak andri


"bukan pak sumpah pun saya berani' jawabku


"sudah enggak usah pake sumpah sumpah segala kamu masih kecil sudah berbohong kamu" kata pak andri


  Tiba tiba pak tri datang dan langsung masuk tanpa sopan dan marah marah kepada guru BK yang ada di ruangan semua guru di marahi sampai pak kepala sekolah datang ke ruangan BK tersebut


"gubrak" pak tri yang menendang pintu


"apa apa an ini!!!" kata pak tri sambil marah

__ADS_1


"bisa bisa nya kalian menuduh anak yang telah membantu kalian!!" lanjut pak tri


"kalaian di sini sebagai guru BK untuk membimbing dan menangani masalah pada siswa bukanya mencari kesalahan siswa" kata pak tri


"dan kalian juga berani menuduh anak ini, kalian sadar enggak dengan perbuatan kalian ha!!" lanjut pak tri


"kalian kira dia orang kaya orang mampu apa ha!! di sudah tidak memiliki siapa siapa masih ingin membuatnya menderita!!" kata paktri semakin marah


"kenapa kalian pada diam semua jawab di tanyain pada diam semua punya mulut enggak? jangan beraninya sama anak yang lebih muda kalian sini berbicara sama saya saja!! kemarin saya juga ikut terlibat dengan masalah kemarin bukan dia saja" kata pak tri yang sudah berada di puncak emosinya


"maaf pak tri ada apa ini kok ribut ribut" tanya pak kepala sekolah


"kamu juga jadi kepala sekolah enggak becus sama sekali ada staf kayak begini kamu biarin" kata paktri yang menjawab sambil marah


"maaf pak saya enggak tahu masalahnya" jawab pak kepala


"maaf? maaf kamu bilang? sudah kejadian begini cuma bilang maaf apa pantas kamu menjadi kepala sekolah semua staf dan bawahan kamu lalai tahu enggak kalian biarkan remaja sekarang ber pacaran dan melakukan yang bukan semestinya kalian tahu itu enggak" kata pak tri


"saya memang enggak tahu masalahnya pak mohon maaf" kata pak kepala


"kalian ingin berhenti mengajar dan di cabut sertifikasi mengajar kalian sekarang saya hubungi dinas pendidikan yang ada di kecamatan sini kalau begitu" kata pak tri yang sudah emosi


"jangan begitu pak kita bicarakan baik baik ya" kata pak kepala yang berusah menenangkan pak tri


"kalian kalau di ajak bicara jangan diam saja jawab lama lama aku pukul juga kalian" kata pak tri menggretak


"kenapa nyalimu sudah ciut kah ha tidak sama saat kamu bertanya sama faldi mana nyalimu tadi? anak mau menjelaskan kamu potong omongannya dan terus kamu salahkan apakah itu tugas dari guru bk?" tanya pak tri


"faldi kamu keluar biar saya yang mengurus mereka" kata pak tri


"iya pak permisi" jawabku berjalan keluar


"al ada apa kenapa pak tri sampai marah" tanya bu sinta


"saya juga enggak tahu bu tadi paktri tiba tiba masuk menendang pintu sampai rusak dan marah marah begitu" jawabku


"apa yang kamu katakan sama pak tri nak" tanya pak kepala


"saya enggak bilang apa apa pak" jawabku


"kalau kamu enggak bilang apa apa kenapa beliau bisa sangat marah seperti itu" tanya pak kepala


"saya beneran enggak bilang apa apa pak tau tau beliau sudah marah marah saat bisa masuk keruang bk saya juga terkejut tadi baru sampai di sekolah sudah di aja sama pak andri ke ruang bk" jawabku menjelaskan


"ya sudah kamu disini dulu kalau begitu bantuin nenangin pak tri" kata pak kepala


  Setelah agak lama pak tri keluar dari ruang bk masih dengan keadaan marah lalu beliau mengajakku untuk keluar sekolah sebentar untuk menemaninya, aku bilang kalau belum mendapat izin dari guru atau staf enggak bisa lalu beliau mengizinkanku kepada kepala sekolah beliau bilanga ada urusan denganku yang harus di bicarakan akhirnya aku, pak tri, dan pak kepala keluar sekolah dan pergi ke warung dekat sekolah


"sial orang itu kalau enggak area sekolah udah aku pukulin beneran" gerutu pak tri

__ADS_1


"sudah pak sabar" kata pak kepala sekolah


"di suruh ngomong diam saja, enggak seimbang dengan apa yang dia ucapkan" kata pak tri


"memangnya bapak tahu masalahnya" tanyaku


"ya tahu lah, kamu lupa siapa saya di sini" jawab pak tri


"iya pak maaf" jawabku


"buk bikinin kopi tiga" kata pak tri pesan


"al kamu belum sampai memberi perintah kan?" tanya pak tri


"belum kok pak tenang saja aku masih tahu batasanya kok"jawabku


"syukur kalau begitu, sampai kamu memberi perintah empat sosok itu saya yang enggak bisa atasi" kata pak tri


"saya tadi juga bingung pak kenapa saya di tuduh seperti itu saya berusaha jelasin tapi pak andri tadi enggak mau dengarin penjelasan saya, malahan beliau terus memojokan saya agar mau bilang kalau aku subur masalahnya" kataku ber cerita


"jadi masalahnya kamu di tuduh yang buat masalah kemari nak" tanya pak kepala


"iya pak, dan saat saya selesai berbicara dengan pak tri, pak tri meminta bantuan saya untuk mengatasai masalah tersebut dan saya bilang saya akan bantu semampu saya tapi saya tidak bisa datang kesana karena di larang oleh pak kepala sekolah" jawabku dan menceritakan


"maka dari itu saya bilang bukan saya yang menyelsaikan masalah kemarin" kata pak tri


"tapi pak andri kok bisa tahu kalu kamu yang membantu pak tri" tanya pak kepala


"iya soalnya bu sinta yang cerita" jawabku


"pantesan, kalau begitu nati saya akan urus pak andri" kata pak kepala sekolah


"nah begitu jadi pimpinan yang ber tanggung jawab" kata pak tri


"iya pak sekali lagi saya minta maaf ya" kata pak kepala sekolah


"iya jangan lupa urus tuh andri bikin masalah saja" jawab pak tri yang masih kesal


"iya pak, al ini sudah lumayan lama kamu balik kesekolahan dulu gih siapa tahu ada pelajaran" kata pak kepala


"oh iya sampai lupa iya nak kamu balik dulu saja" lanjut pak tri


"iya pak,  ini kopinya bagai mana?" tanyaku


"sudah gampang itu biar di bayarin pak kepala nanti" jawab pak tri


"iya sudah kalau begitu saya pamit balik dulu ya pak, permisi" kataku yang berpamitan


   Setelah itu aku kembali ke sekolah dan langsung ke kelas dan saat aku masuk kelas aku melihat ririn yang sedang kebingungan dan khawatir kepadaku karena dia tahu kalau tadi ada keributan di ruang BK dia khawatir kalau aku kenapa napa dan saat dia tahu aku baik baik saja dia langsung menghampiriku, setelah itu aku menjelaskan apa yang terjadi di ruang BK tadi saat ririn tahu dia merasa lega karena dia mengira kalau aku yang di marahin sampai kejadi keributan

__ADS_1


__ADS_2