
Setelah aku mentyatakan perasaanku pada ririn akhirnya kami resmi jadian, tak terasa hari sudah gelap dan kami semua menyiapkan makanan untuk makan malam dan saat di dapur ada penampakan sosok anak kecil dan yang melihat bukan hanya ririn saja tapi juga kak dewi dan cika nah karena mereka semua melihatnya jadi mereka mengajak main anak kecil tersebut dan memberi makanan dan minuman setelah semua sudah siap di meja makan untuk makan malam ririn, cika, dan kak dewi bertanya kepadaku
"al tetangga kamu ada anak kecil enggak dan anaknya sering main kesini enggak" tanya cika
"enggak ada tu ka" jawabku santai
"serius al" tanya kak dewi
"iya serius" jawabku dengan yakin
"tapi mas tadi kami melihat dan bermain dengan anak kecil di dapur" kata ririn
"hah? kamu serius dek?" tanya ku
"iya bukan hanya aku yang lihat tapi mereka berdua juga lihat dan ikut bermain dengan anak kecil itu" kata ririn
"hahaha ya sudah kalian makan dulu saja nanti selesai makan aku kasih tahu" jawabku
Setelah itu kami semua makan dan membereskan peralatanya juga dan wktu itu aku menemani ririn, cika, dan kak dewi di dapur mencuci semua bekas makanan kami sedangkan kak bily dan agus di depan televisi dan main game bareng, waktu di dapur aku bertanya kembali kepada ririn dan yang lain
"yang kalian anak kecil yang kisaran berusia empat atau lima tahun kan" tanya ku
"iya al kamu betul sekali" jawab cika
"coba kalian lihat di bawah tangga sana" kataku sambil menunjuk
"disana tidak ada siapa siapa al" jawab kak dewi
"ada kak di sana ada anak kecil yang kita ajak main tadi" kata ririn
"hah!! apa!! enggak mungkin kan kalau anak kecil itu" jawab cika
"iya kamu betul sekali ka anak kecil itu bukan manusia" jawabku
__ADS_1
"mas kamu serius" tanya ririn
"iya dek kan yang bisa lihat kamu sama aku saja sekarang" jawabku
"tapi mas kamu bilang kamu enggak bisa meliat hal begituan kan" tanya ririn
"maaf dek sebenarnya aku dan kamu tidak jauh berbeda" jawabku
"hah! enggak mungkin aku dan kamu sama bisa melihat begituan" jawab ririn balik bertanya
"iya aku serius memangnya kamu enggak merasa janggal dari dulu dek" tanyaku
"ya enggak kan kamu bilangnya yang kasih tahu kamu sosok yang sering mengikutimu" jawab ririn
"hehehe, maaf ya dek itu cuma alasan aja" jawabku
"ih kamu" jawab ririn
"al terus anak kecil itu siapa" tanya kak dewi
"sudah kok" jawab cika
"kalau begitu kita kembali ke meja makan aja" kataku mengajak
Setelah kami sudah berada di meja makan aku menceritakan siapa anak kecil tadi dan bagai mana dia bisa berada di rumahku karena sejak awal teman teamnku datang ririn tidak melihat apa apa
"jadi begini anak kecil tadi bisa di bilang adekku berbeda ayah satu ibu" kataku
"maksudkamu al" tanya cika
"begini ibuku dulu berselingkuh hingga hamil makanya ayahku yang mengetahui itu mengajak pisah" lanjutku
"hah!" kak dewi terkejut
__ADS_1
"dan anak dari perselingkuhanya di gugurkan sama ibuku dan di kubur bawah tangga tadi" lanjutku bercerita
"ya ampun kejam sekali" kata ririn
"dan sampai sekarang dia selalu berada disitu dan selalu ingin bertemu ibuku dan ibuku sudah enggak mau tahu dan enggak mau mengingatnya dan sampai sekarang aku juga bingung bagai mana aku bisa menguburkanya dengan layak agar bisa pergi dengan tenang " lanjutku
"aku enggak menyangka sampai hancur seperti ini kehidupanmu mas" kata ririn
"sudah enggak apa apa aku juga sudah mulai terbiasa dengan semua ini dek" jawabku
"memangnya dia enggak pernah ganggu al" tanya cika
"ya di bilang ganggu bisa juga tidak di bilangan ganggu juga bisa, karena dia sering kesepian jadi sering jahili aku ngajak main dan kalau enggak capek ya aku ajak main kalau lagi capek aku biarin dan aku tinggal tidur kalau sudah lelah juga akan berhenti sendiri" jawabku
"al kalau kita gali dan kita urus pemakamannya kira kira bagai mana" tanya kak dewi
"bisa saja si kak tapi kalian takut tidak karena sudah lama mungkin hanya tinggal tengkoraknya saja dan mungkin juga bisa hanya di temukan wadahnya saja karena aku tidak yakin juga" jawabku
"memangnya kenapa mas" tanya ririn
"begini kan aku juga enggak tahu sudah berapa bulan di kandungan jadi aku tidak bisa memastikannya" jawabku
"sudah kita usahakan saja besok bagai mana?" tanya kak dewi
"iya enggak apa apa kasihan juga kalau harus disitu selamanya al" lanjut cika
"ya sudah kalau begitu besok kita lakukan, oh iya kak bily dan agus bagai mana" tanyaku
"memangnya gaus belum tahu soal ini mas" tanya ririn
"belum dek, agus kalau kesini hanya main enggak menginap seperti ini" jawabku
"kalau begitu setelah ini kita kasih tahu mereka dan rencana kita besok" kata cika
__ADS_1
Setelah itu kami semua berkumpul di depan televisi dan aku menceritakan dan memberi tahu agus dan kak bily soal masalah tadi dan untuk besok mau membantu sosok anak kecil tersebut dan saat aku menceritakan hal tersebut aku ingat pernah di mintai tolong untuk mencari jasad seorang gadis yang ada di sekolahan dan kami diskusikan semua hal itu, setelah sepakat untuk membantu semuanya aku mengantar para cewek kerumah kak dewi sedangkan agus dan kak bily tidur duluan