Kisah Kisah Misteri

Kisah Kisah Misteri
kontrakan tua 2


__ADS_3

dari kedua saudaranya yang mengabarkan mereka tidak bisa pulang karena mengerjakan tugas kelompok di kost temanya... yang berarti, Sarah harus sendirian di kontrakan.


saat Sarah melihat jam, ternyata saat itu sudah pukul dua malam.


ia sedikit merinding dan berusaha tidur kembali, tapi kantuknya sudah hilang.


jadi, Sarah memaksakan untuk menutup mata dan pikirannya melayang kesana kemari.


seketika ia teringat, bukankah saat pulang tadi ia membuka pintu utama dan langsung menyalakan lampu ruang depan?.


Sarah sangat ingat betul jika ia langsung masuk kamar, ganti baju lalu tertidur.


dia tidak memadamkan lampu itu, bahkan lampu itu selalu menyala setiap malam dan menjadi satu-satunya sumber cahaya di malam hari.


lalu kenapa sekarang padam?


Sarah hanya bisa berusaha tenang, dan memastikan ingatannya


saat hendak bangun dari tidurnya dan menyalakan lampu kamar, tiba-tiba Sarah mendengar suara lirih sekali dari balik pintu kamarnya"hihihihi..."


DEG! Detak jantung Sarah saat itu serasa berhenti.


seketika ia mengurungkan diri untuk berdiri.


Sarah hanya duduk di atas tempat tidur sambil memegang erat selimut.


Sarah diam dalam posisi waspada,ragu antara yakin mendengar suara tawa dan berusaha meyakinkan diri sendiri bahwa ia hanya salah dengar.

__ADS_1


ia terus berusaha fokus, tapi yang didengar hanya hening.


pelan-pelan Sarah kembali ke posisi tidur.


berhati-hati sekali seakan-akan membangunkan sesuatu yang ia pun tak tau apa.


suara langkah kaki kecil berlari melintas di depan kamarnya.


otak Sarah langsung merespon jika itu adalah tikus.


"Tikus! ya itu tikus!(atau mudah 2an tikus)," dipikirnya.


belum selesai ia meyakinkan diri sendiri, suara lain membuatnya kaku sekaku-kakunya.


Dug..Steeekkkk..Dug..Sreeekkk.. suara sesuatu diseret.


sesekali mendekati ke arah kamar Sarah ke arah kamar teh Ava dan berputar lagi.


"hihihihi"... suara tertawa lirih itu muncul lagi.


kali ini, Sarah yakin kalau dia tidak salah dengar.


dengan ketakutan, Sarah menutup seluruh tubuhnya dengan selimut sembari memejamkan mata rapat-rapat.


keringat membasahi bajunya.


saat itu Sarah berusaha membaca ayat apapun yang diingatnya. tapi tidak satupun lancar diucapkannya.

__ADS_1


terbesit dalam pikirannya untuk bangun dan menyalakan lampu.


pikirnya kalau terang ia akan lebih tenang? tapi disisi lain, Sarah merasa takut jika dengan menyalakan lampu ia malah akan melihat sosok-sosok yang sedang mengganggunya.


entah berapa lama Sarah diam dalam posisi yang sama. tidak bergerak dan suara-suara itu tidak kunjung pergi.


ia tidak berani membuka selimut, takut justru mereka akan muncul di depan mukanya.padahal kondisinya saat itu sudah basah kuyup oleh keringat.


mungkin karena tubuh Sarah lelah setelah tegang dalam waktu lama, akhirnya ia pun tertidur dengan sendirinya.


syarat terbangun saat adzan subuh berkumandang, suara-suara aneh itu sudah hilang.


meski sedikit lega karena ada suara-suara orang di gang berjalan menuju masjid untuk salat subuh, tapi rasa takut sara masih sangat besar.


ya.. itu adalah momen pertama Sarah'berkenalan' dengan penghuni kontrakan.


walau tidak bertatap muka langsung, tapi perkenalan itu membekas hingga sekarang.


dia tidak menceritakan kejadian tersebut kepada kedua saudaranya.


bukan apa-apa Sarah sendiri takut diceritakan ulang saat dirinya masih tinggal di rumah itu.


dan mereka mengontrol selama 1 tahun, artinya Sarah harus bertahan selama 11 bulan kedepan.


setelah kejadian itu, ya hanya merasakan beberapa gangguan-gangguan 'kecil' menimpanya seperti barang berpindah tempat sendiri, selimut ditarik saat tidur, atau melihat sekelebat bayangan melintas.


singkat cerita, bulan Ramadan telah datang, gangguan kecil itu mulai berkurang, meski tidak 100% hilang.

__ADS_1


lebih lanjut,


__ADS_2