Kisah Kisah Misteri

Kisah Kisah Misteri
2 pocong kiriman teror satu keluarga


__ADS_3

malam itu, iya tengah mencari-cari sesuatu yang bisa dimakan dari dalam kulkas. tiba-tiba, gorden yang berada di sampingnya gerak-gerak sendiri. hal yang sama pun terjadi pada gorden kaca di ruang tamu. sesaat kemudian, aroma busuk menyeruak yang entah darimana sumbernya.


"tiba-tiba ujung gorden sampingku gerak-gerak, melembung melembung ditambah ada bau busuk dan ada angin lirih, kering gitu rasanya,"tulisnya


meski usianya masih anak-anak, rupanya ia cukup berani. lantaran penasaran, ia memberanikan diri membuka gorden yang berada di sampingnya. sesaat kemudian, iya dibuat penampakan POCONG di kaca. wajahnya hitam dan kosong. tak ada mata, hidung, atau mulut. itu membuatnya benar-benar merinding.


bocah tersebut kemudian berjalan menjauh. mulutnya tercekat. alih-alih berteriak, sepatah kata pun tak keluar. ya kemudian balik badan dan jalan menuju kamar sang nenek yang mengalami masalah penglihatan akibat stroke.


bukannya aman, teror kembali berlanjut. bahkan, di dalam kamar, iya melihat pocong dengan lebih jelas. tentu penampakannya lebih mengerikan. badannya lebih besar dan tengkorak tanpa bola mata. bahkan, sosok tersebut mengeluarkan suara menggeram yang menambah kesan mengerikan.


"aku nggak pernah nangis kalau lihat hal begitu. baru pas dengar suaranya tiba-tiba langsung aku takut banget. aku nangis kencang-kencang nya. bangunlah nenek dan beberapa orang rumah termasuk mamiku,"lanjutnya.


setelah beberapa orang datang, sosok POCONG tersebut menghilang-lembut dan perlahan seperti kepulan asap. ia kemudian menceritakan pengalaman tersebut kepada anggota keluarga yang lain. ya kemudian digendong sang ibu ke kamar.


namun, sebelum itu, bocah, sang ibu, ditemani om dan tante, mencoba mengecek lokasi pertama pocong muncul. setelah membuka gorden sebelumnya. rupanya sosok hantu tersebut masih terlihat di cermin. hal itu membuat mereka kalang kabut, kecuali sang ibu.

__ADS_1


sesaat kemudian, sang ibu berlari ke lantai atas, ia kemudian mengambil sebuah pusaka yang ada di simpan di loteng. pusaka yang menyerupai golok tersebut sepasang, masing-masing ujungnya ada kain hitam dan putih.


setelah turun, sang ibu kemudian menggendong nenek untuk dibawa ke kamar di mana di sana berkumpul orang-orang rumah ketakutan. setelah itu ia kembali naik ke lantai atas untuk menjemput beberapa penghuni rumah lainnya.


suara gaduh terdengar layaknya benda-benda kaca yang jatuh ke lantai dan pecah. disusul suara umpatan-umpatan khas Surabaya yang keluar dari mulut sang ibu. tak berselang lama,sang ibu berhasil menjemput anggota keluarga yang lain untuk bergabung dengannya.


di luar kamar hanya tinggal bocah laki-laki yang masih duduk di bangku TK bersama ibunya. setelah mendapat instruksi dari sang ibu, bocah tersebut membantu melepas semua gorden di rumah. sang ibu memecahkan cermin-cermin dipan menggunakan pedang pusaka yang ia bawa. iya pun menyebar garam ke setiap sudut rumah.


"pocongnya ngawang diatas televisi,satunya lagi di depan pintu kamar om dan tante langsung disiram pakai garam oleh mami dan mereka hilang. dirasa sudah aman, kita langsung turun,"imbuhnya


tak sekadar mengikuti,hantu pocong tersebut bahkan sampai meludahi punggung sama ibu. hal itu kemudian buat ibu bocah tersebut yakin, pocong-pocong yang melakukan teror kepada keluarganya merupakan kiriman dari seseorang.


"mereka marah dengan cara nyipratin ludah. dan kalau sampai ada pocong marah. artinya fix bahwa pocong ini nggak murni alias dikendalikan seseorang. karena sejatinya mereka itu sebenarnya takut juga buat menampakan diri," imbuhnya.


dalam kondisi sedemikian itu, mereka berkumpul dalam satu ruangan yang hanya bisa berdoa. hingga akhirnya terdengar suara adzan, makhluk gaib itu tak lagi menampakan aktivitas teror.sang ibu pun meminta anggota keluarga untuk segera mengambil air wudhu.sementara anggota keluarga yang Katolik mengambil Rosario.

__ADS_1


waktu berjalan seolah sangat lambat. sampai akhirnya pagi yang dinanti pun datang.satu keluarga besar itu kemudian sibuk dengan tugas masing-masing terkait teror yang terjadi semalaman. ada yang melapor ke polisi, ke aparat, desa, hingga ke dokter untuk memeriksa kondisi sang nenek.


sementara itu, sang ibu dibantu suami dari salah satu temannya ke loteng rumah.mereka kemudian naik ke atas genteng untuk mencari sesuatu yang mencurigakan. benar saja, di sana mereka menemukan dua bungkusan kain kafan berukuran kecil. bentuknya lonjong.


"bentuknya lonjong kaya lontong. pas dibuka, isinya pretelan tulang campur tanah. aromanya, six tanah kuburan."ungkapnya.


bungkusan tersebut kemudian tidak akan beramai-ramai oleh warga dan pakde bocah tersebut bersama rombongan teman-teman dari pondok. hal itu dilakukan untuk mengetahui siapa pengirim teror pocong itu. disaksikan oleh warga,2 bungkus tersebut kemudian terbang ke arah rumah sang pengirim.


rumah tersebut tidak lain ternyata adalah tetangga dekat sendiri.memangnya berada di depan rumah keluarga besar sama nenek yang dihuni oleh anak menantu, dan cucunya. sang tetangga diketahui sebagai tukang jahit yang tajir. yang memiliki tanah luas dan kos-kosan. hubungan dua keluarga tersebut juga sebelumnya terbilang baik-baik saja.


polisi kemudian mencoba memanggil pemilik rumah, tapi tak ada jawaban. sampai akhirnya pintu rumah dibuka paksa. polisi Dan warga pun dikejutkan oleh pecahan kaca, boneka, dan peralatan-peralatan yang identik digunakan untuk santet, berserakan di dalam sana.


namun, hari berikutnya polisi berhasil mengamankan dukun santet tersebut di rumahnya yang lain.hal itu berkat salah satu penghuni kos yang membocorkan bahwa dirinya diajak ketemu sama pemilik kos alias hidupku untuk membayar listrik.


setahun kemudian,tanah beserta rumah dan kost milik dukun itu akhirnya dibeli oleh seseorang. bangunan-bangunan rumah dibongkar. namun, ada satu petak ruangan di pojok rumah yang belum dibongkar.sementara para penghuni kos dibantu warga setempat untuk pindah ke tempat kos lain.

__ADS_1


dari kisah nyata


__ADS_2