KISAH KU

KISAH KU
permulaan


__ADS_3

ia ibukk tarikkk nafass keluarkannnn,, ibukk lagi bukkkk, teriak seorang bidan terhadap wanita berumur 40 tahun tersebut...


dia pun mengikuti aba-aba dari bidan tersebut sampai pada waktu nya akhirnya,,,


oooooeeeekkkkkk,,,, oooeeekkkkkk,,, ooooekkkkk,,,


lahir lah seorang putri kecil yang begitu imut yang tak tau menahu akan apa yang terjadi di saat itu,



sehari sebelum kelahiran,


dia di titipkan tuhan di keluarga yang berada, memiliki usaha mobil rental, dan punyan banyak kebun sampai hewan ternak,


tiba-tiba,, ccckiitttt,,, brukkkkkk,, ya tepat di depan rumah mereka gembala-gembala mereka tertabrak mobil besar, tanpa menyisakan satu ekor pun,


keluarga tersebut.begitu sedih dan terpuruk,


belum lagi bnyak supir mobil yang mendadak keluar dari pekerjaan rental ayahku, ayah ku semakin sedih dan semakin terpuruk. hal ini membuat ayah yang harus turun tangan membawa penumpang untuk bepergian dari satu kota ke kota lain,, sehingga membuat ayah begitu sibuk tak seperti dulu lagi.



di hari terlahirnya putri kecil dari ayah ku, memang dia berada di rumah, ketika suara bayi sudah terdengar ayah pun langsung bertanya dari depan pintu tak ingin masuk,


ayah : apa anak nya? menanyakan perempuan atau lelaki


bidan : dengan semangat PEREMPUAN


bak tersembar petir ayah mendengar kata-kata itu,, ia tak sempat berkata langsung meninggalkan bidan, anak yang baru lahir teraebut dan istrinya yang masih lemas di kamar persalinan.


ibu : menangis, dan enggan memelukku dan mendekapku seperti halnya bayi baru di lahirkan


(apa salah ku, di lahirkan di dunia ini)


begitu dengan kakak-kaka ku, mereka juga agak membenciku mereka menganggap aku penyebab semua yang terjadi karena aku, ia karena seorang bayi yang tak tau menahu ada apa. jangankan mengerti untuk makan, minum, pup dan kencing pun masih mengandalkn tangis.

__ADS_1




ayah hanya pulang untuk mandi dan mengganti pakaian sambil mengambil beberapa pakaian untuk berangkat kerja lagi. seperti itulag seterusnya. dia tak pernah menggendong ku, jangan kan menggendong melihat pun tidak. ibu juga terkadang menyesal melahirkan seorang putri, ia memang aku sudah memiliki 4 orang saudara perempuan, ayah mengharapkan aku ini adalah lelaki tapi tidak seperti yang di inginkan, hal tersebut lah yang membuat ayah kecewa terhadap ibu dan aku.



saat itu memang di kabar kan kalau ayah ada perempuan lain, itu kabar-kabar dari tetangga, disitu kakak-kakak ku bertambah sedih, karena aku penyebab keluarga ini tak seharmonis dulu sebelum aku hadir



sampai pada aku berusia 8 tahun, ya memang seharusnya anak-anak berumur 7 tahun sudah sekolah dasar sedangkan aku baru masuk SD berumur 8 tahun, aku pun tak tau apa penyebab sebenarnya, kadang aku malu, aku yang paling tua di kelas sampai-sampai aku selalu berbohong kalau aku masih berumur 7 tahun.



aku tak seperti anak SD yang baru masuk sekolah, dimana pakaian sekolah ibunya yang memakaikan, aku inging sekali di pakaikan dan di perhatikan, tapi dari kecil aku sudah mandiri, memakai baju sendiri, dasi sendiri, kaos kaki sendiri, sepatu sendiri. aku ingin sekliiii saja aku ingin di perhatikan layaknya seorang anak KANDUNG,,,,



seperti itulah berlalu hari2 ku


sampai ketika ibu ku mengandung anak ke enam, atau saudara ke enam ku, ketika waktu lahiran, semua pekerjaan ayah ku semakin sukses, mobil rental kami semakin bertambah, ayah begitu senang, belum lagi mendapat kabar kalau bayi yang di lahirkan ibu ku berjenis kelamin laki-laki,


ayah teramat senang mendapat kabar itu dan sangking senangnya dia pun membuat acar besar-besar untuk saudara laki-laki ku, dengan memotong kambing, dan hari-harinya begitu indah dia diperhatika oleh ayah ku, sampai-sampai ketika masih bayi dia sudah di beri perhiasan emas.



di situ aku berfikir, kenapa aku dulu tak di buat seperti itu, apa beda aku dengan dia.


sampai ketika aku bertengkar dengan adik ku


dan ayah begitu marah pada ku sampai-sampai aku bersembunyi di belakang rumah.


aku kira aku bakal mati di situ karena kemarahan ayah ku ternyata tidak,

__ADS_1


tapi yang kusadari aku membesar dengan air mata, ia air mata ketidak adilan,



sampai ketika aku sudah naik kelas tiga, aku pun mendapat rangking 3, dan ku lihat ayah dan ibu biasa saja, dan waktu itu sekolah memilih ku untuk mengikuti lomba, ia aku menang, aku mendapat juara 2 se kecamatan.


aku pun mendapat hadiah berupa uang sebanyak 500.000, ketika sampai di rumah aku pun memberi tahukan hal itu


seri : mak, aku juara dua olimpiade mate matika


dan kemudian menyerahkan amplop berisi air.


ibu : langsung memeluk ku,,


sumpah demi apa aku tidak pernah merasakan pelukan dari ibuku sampai ketika saat ini. aku begitu senang sampai-sampai air mata ku mengalir


ibu: kenapa??? mengjapus air mata ku


seri tak dapat berkata2, karena saat itulah yang paling indah seumur hidupnya yang mungkin tak kan terlupakan dalam sejarah dalam perjalanannya









__ADS_1




__ADS_2