KISAH KU

KISAH KU
perang


__ADS_3

paginya


aku pun terbangun dan segera membulatkan mata ku (terheran) melihat tubuh ku yang sudah berada di atas ranjang, seingat ku semalam aku tidur di sofa. mungkin tiba2 langsung memeriksa tubuh ku yang masih dalam balutan selimut yang berwarna maron tersebut. (masih lengkap) dalam hatiku lega.



"atau jangan-jangan aku ngigau terus tidur sambil berjalan menuju ranjang, aduhhh malunya" sambil membenam kan wajah ku ke dalam selimut.



mbak ina yang masuk ke dalam kamar untuk melihat keadaan ku yang sekarang ini sambil meraba keningku, "udah lumayan gak pana lagi" ucap mbak ina "non ini tadi mbak buatin sop, dimakan ya, atau perlu mbak suapin?"



"hehehe, gak usah repot-repot kali mbak. ini juga aku udah sehat kok"



"alhamdulillah kalau begitu non, mbak keluar dulu ya mau ngelanjutin kerjaan di bawah"


..........



aku sudah sehat seperti semula, dan kembali bekerja di sebuah perusahaan swasta.



sarapan pagi, dikeluarga ini yang paling aku salut karena setiap kali makan pasti selalu barengan. jadi nampak kekeluargaannya kecuali mami sama papi keluar kota atau tidak berada di rumah. berbeda dengan di rumah ku sendiri.



"seri udah sehat total?,, kenapa gak tunggu barang tiga hari lagi untuk beristiraha di rumah biar pulih total" ucapan mami irma dengan nada cemas



aku hanya membalas dengan senyuman "udah kok mi, seri bosan kalau kelamaan di rumah mi, lagian kerjaan di kantor pasti udah menumpuk banget mi"



"tapi jangan terlalu di paksakan kerjanya ya ser" sambut papi pratama


__ADS_1


"siap boss" sambil tersenyum


ku lihat ke arah raian yang dengan khusuk memakan nasi goreng buatan ku tanpa memperhatikan kami yang sedang berbincang-bincang.



"oya seri naik apa ke kantor?, gak usah nungguin kawan seri yang sering jemputin seri itu, biar di antar sama raian saja, kamu raian harus biasa ngantar istri mu ke kantor nya apalagi sekarang dia masih belum begitu sehat " aku tak.bisa berkata apa-apa untuk menolak permintaan mami irma



raian pun bangkit dan membawa tas kantornya yang berisi dokumen-dokumen perusahaan. aku pun dikode mami untuk mengikut saja. yah apa boleh buat aku pun mengikuti raian dari belakang, wangi semerbak dari badannya begitu menggoda, "ya tuhan, ni cowok wangi banget" dalam hati ku




dia pun masuk ke dalam mobil dan aku masih di luar, dia pun membukakan kaca mobil sambil berkata "heh, menurut mu apa aku harus buka kan pintu mobil seperti tuan putri untuk mu?, cepat naik nanti.gue terlambat lagi"



"iihhhhh,,, baru pagi-pagi udah ngajakin ribut ni anak" kesal dalam hatiku, lantas aku pun membuka pintu mobil dan masuk, ku banting pintu mobil begitu kuat "slow bro, ni mobil mahal, lo gak akan bisa beli ini, walaupun lo habiskan waktu seumur hidup lo kerja di perusahaan lo yang tak seberapa itu"



"ihhhh,,," hatiku semakin geram dengan pekataannya. aku hanya diam dan menganggap tak pernah mendengar perkataannya tersebut.




yang aku herankan kenapa raian seketika memandangku seperti memberi isyarat agar aku pindah tempat duduk. aku pun segera turun dan memilih duduk di belakang.


ku lihat raian yang begitu semangat ketika melihat wanita cantik itu, yah memang aku kalah jauh darinya, pantes saja raian tak pernah menganggap ku sebagai istri.



raian pun kembali membelah jalanan menuju kantor ku. sepanjang jalan aku hanya terdiam sedangkan raian dan si sexy berbincang-bincang dengan mesranya. aku pun tak ambil pusing, munkin terlalu khusus chat tan dengan ria.



tiba-tiba raian rem mendadak dan aku tak tahu apa di depab yang di tabrak, ke pala ku terbentur dengan kursi di depan ku. raian pun mengehntikan mobilnya segera dan keluar dari mobil. "kenapa rai?,," tanya cewek sexy tersebut


__ADS_1


aku pun mengambil inisiatif untuk keluar juga, karena penasaran, seketika aku terkejut "raiannn"











LIKE,,,LIKE,,,LIKE,,LIKE,,❤❤❤












__ADS_1




__ADS_2