
aku pun langsung ke kamar mandi, dan tiba2 ketika aku bercermin, "ya ampunnnn"...
raian yang langsung masuk ke dalam kmar mandi dan melihat ke arah ku dengan wajah agak cemas,, "kamu kenapa?"
aku kemudian melirik ke arah raian dari cermin, "tidak kenapa2" jawab ku dengan sedikit cuek
tetapi raian masih berdiri tegap di belakang ku. "aku mau mandi, apa kamu mau disini sampai aku selesai mandi?,, tanda pengusiran dari ku
raian pun akhirnya keluar dari kamar mandi
kembali ku perikasa dahi ku yang berdarah, mungkin karena hantaman ketika tragedi pagi tadi. ya sebenarnya salah ku juga sih yang gak pakek sabuk pengaman.
setelah mandi, aku pun keluar dengan pakain yang sudah lengkap, ya memang setiap kali aku mandi, pasti selalu ku bawa baju ganti, ya sekalian antisipasi mana tau raian kumat jahilnya.
ku cari di segala lemari dan laci, tapi benda yang kubutuhkan tidak ada, "aduh gimana ni?, dalam hati ku berkata.
raian yang tiba2 masuk, kaget melihat ku yang kebingungan, tapi tak dihiraukan dia segera masuk ke dalam kamar mandi.
kuputuskan untuk keluar dari kamar,
aku pun menuju dapur, "mbak in, ada liat kotak p3k gak?, tanya ku yang mengagetkan mbak ina, pembantu rumah tangga di rumah ini.
"owh, sebentar ya non, tak ambilin dulu" mbak ina segera mengambil kotak di laci dapur.
__ADS_1
"ini non obatnya" sambil menyerahkan kotak tersebut. "makasih mbak in" sambil tersenyum kecil
aku pun segera menaiki tangga untuk menuju kamar kembali. sesampainya di kamar aku pun duduk di sofa tempat aku biasa tidur, dan langsung membuka kotak yang berisi obat2 untuk luka ringan. segera ku oleskan alkohol terlebih dahulu, untuk membersihkan lukanya, sesekalo aku meringis kesakitan
tanpa disadari raian keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk di bagian pinggang, seketika mata ku tertuju kearah raian yang tiba2 keluar dari kamar mandi.
dia pun berdehem untuk memecag lamunan ku "ehemm" dan langsung menuju lemari yang ada di samping aku duduk. setelah mendapatkan baju, dia kemudian masuk kembali kekamar mandi untuk berganti pakaina.
"ya ampunnn, baru kali ini ni gue lihat" hufff" jantung ku berdegup seperti habis lomba lari. heheheh
raian yang sudah berganti pakain keluar dari kamar mandi, "ya lama kelamaan gue lihat emang ia, dia super duper guanteng, tapi. sayang hatinya terbuat dari batu kerikil" heheh dalam hati sambil mengutuk raian
dia tak mengindahkan perkataan ku, kemudian dia mengambil obat merah dan menarik bahuku agar lebih mendekat ke arahnya, sekarang jarak antara wajah ku dengan wajah nya hanya beberapa sentimeter saja, seketika jantung gua seperi berzumba ria,
raian pun mengoleskan obat merah ke dahi ku dengan perlahan dan sesekali meniup nya dengan lembut. "ya ampun ni anak kesambet jin dari mana coba, baik banget" mata gue kayaknya gak berkedip dari tadi.
setelah mengoleskan obat merah tangannya pun langsung mengambil handsaplas untuk menutup luka yang ada di dahi ku. setelah selesai kemudian dia memandingi ku
dan,,, dannn,, daann,,
telunjuknya mendorong kepala gue, "mikirin apaan lo?" tanyanya memecah lamunan ku
__ADS_1
seketika gue gagap ngejawab pertanyaan yang menurut gue gak penting itu "aa,, a,, apaan sih"
raian pun langsung bangkit dari tempat duduknya dan meninggal kan gue yang masih dengan jantung berzumba rian
"ya ampunnnn"
dalam hati gue sambil membereskan kotak obat tersebut
#like an ya guysss, jan lupaaa
#okeeeeeee,,, 😍😍✌
__ADS_1