
sebulan setelah acara pertunangan ku dengan raian, keluarga kami pun lagi sibuk-sibuknya mengatur jadwal dan mempersiapkan segala sesuatu untuk acara pernikahan ka-kami...
"ser",, panggil mama dari lantai bawah
suara itu lantas membuyarkan kan lamunan ku,, lamunan yang begitu luar biasa, ya lamunan tentang kehidupan ku,
"ia ma",,, sambil keluar dari kamar ku
"bentar lagi di jemput raian, mau ngukur untuk baju pengantin kalian" mama langsung meninggalkan ku yang masih berada di tangga,
sambil menggaruk kepala,, "tau gitu gur gak turun tadi",,, "wahh, itu berarti gue hari ini jumpa sama si mulut kasar dong" sambil tersenyum penuh rencana...
aku pun segera bersiap-siap,,,
selama aku bersiap-siap ternyata raian sudah ada di depan rumah,
"ser,, serrr,,, cepetan, nak raian sudah datang ni",,, omelan mama memekak di telingaku.
lantas aku pun turun ke bawah untuk menemui raian,,
sebenar nya aku sengaja memperlambat jalan ku, untuk menyaksikan ekpresi raian,,, "hehehe",,,
sesampainya diruang tamu, aku langsung melihat ekspresi raian yang nampaknya kesal,, "gue berhasil",,, tersenyum sinis ke arah raian
"sorryy telat",,,
raian langsung bangkit dari tempat duduknya dan tanpa basa basi raian pun meninggalkan ruang tamu dan menuju arah mobil nya.
aku pun langsung mengikutinya dari belakang.
yang terlihat hanya punggung raian yang begitu tegap dengan tinggi kira-kira 180, adalah,,
raian pun masuk ke dalam mobil, dan aku pun kemudian menyusul nya masuk,
selama perjalanan dia hanya diam dan sesekali melihat ke arah ku,, senyum sinisnya menandakan akan ada hal jahil untukku,, "muka lo ke baca brayyyy",,.aku pura-pura tak memperduliakn pandangannya, aku pun sibuk dengan hp ku, ya maklum aku lagi chatan sama ria.
tiba-tiba raian menginjak rem dengan spontan sontak kepala ku terbentur ke depan, dan itu menyakitkan, "ini gara-gara terlalu asyik chat dengan ria nih, gue jadi kecolongan,,,.duh" sambil memegangi jidat ku yang mungkin membengkak itu,,
"lo gak bisa bawa mobil ya?,," teriak ku ke arah raian dengan masih memegangi keningku,,
__ADS_1
"siapa suruh gak pake......" kata-katanya terhenti ketika melihat ke arah ku,,
aku pun langsung melihat arah raian kembali "why,,, apa lihat-lihat"
mobil yang dikendarai seketika di tepikan nya ke pinggir jalan raya dan berhenti.
"kamu berdarah",,, ucap raian yang agak takut
aku pun langsung melihat tangan ku yang sedari tadi memegangi keningku,,.ternyata benar tangan ku ada bekas darah darai kening ku "pantes sakit banget",,,
raian pun mengambil peralatan P3K yang memang disediakan di dalam mobilnya,,
dia langsung meraih keningku dan memeriksanya,, aku pun langsung menolak nya,
"sini biar aku aja,," sambil menarik kotak P3K yang ada di tangan raian, raian hanya pasrah atas perlakuan ku.
aku pun membersihkan luka ku, ya emang tak seberapa lukanya tapi dipinggir luka nya itu kebiruan lebam gitu,, saat ku hapus luka itu dengan alkohol,, "aduhhh,,," ringis ku, karena itu perih,, sangat-sangat perih..
raian hanya melihati ku membalut luka ku,, karena agak susah aku pun belum bisa membalutnya dengan plester luka. "ni gimana sihh,," menggumam sendiri..
sontak aku dan raian begitu lama saling menatap,, "astagfirullah" ucapku ke ceplosan,,
raian kemudian menolak kembali kepala ku,, "sakit tau",,,
raian kemudian kembali membelah jalanan yang sudah agak macet itu.
)))
sesampainya di butik pengantin,
ternyata mama dan sesil sudah sampai dari tadi, sesil yang menghampiri ku dari dalam langsung menarik ku untuk masuk,,
raian yang mengikut dari belakang hanya memasng wajah kakunya,,
aku pun duduk di sofa dan menghembuskan nafas lega bisa selamat, gue ngak tau kalau lebih lama lagi sma raian, mungkin gue mati kali ya..
__ADS_1
tante irma yang melihat ke arah keningku, langsung bertanya" kening mu kenapa ser" langsung duduk di sebelah ku,,
"in-ini tadi pas di rumah terpeleset di kamar mandi tan",, sambil memegangi luka di kening yang sudah terbalut oleh plester itu.
"ini gak ada hubungannya dengan raian kan???",,, curiga dan menatap ke arah raian,,
"owh,, enggak kok tan. enggakkk"
"mbak ini udah datang calon pengantinnya, ukur aja terus biar cepet slesai" ucap tante irma
dan kegiatan membosankan itu pub ku lalui sampai 3 jam,, biasa lag kerempongan mama-mama,,,
__ADS_1