
aku yang ingin menjambak raian itu langsung dari blakang,, dan ingin menonjok mukanya sampai rata,, itu yang harusnya aku lakukan padanya,, tapi aku tak bisa melakukannya,,
sesil yang langsung menuju arahku dan mengejutkan aku yang sedang jauh melamun,,
"kak,,"
"eh,, sesil" terkejut kakak
"heheheh,, maaf kak".. sambil membuat aksen muka kasian..
"ia,, sambil tersenyum tipis
"kakak lagi.mikirin apa ya?,, kayak banyak beban gitu, cerita lah ke sesil kak, mana tau sesil bisa bantu kakak."
"eh, gak ada kok, gak ada yang kakak pikirin,,"
"beneran nih",, tanya nya untuk memastikan sekali lagi.
"ia sesil, nanti kalo kakak ada masalah kakak kasih tau deh sama sesil", heheheh,,,
dari arah dalam mama memanggil aku yang sedari tadi asyik bercerita pengalaman waktu kecil ke sesil. aku tak tahu kenapa aku berasa nyaman bercerita ke anak remaja ini. mungkin karena hanya dia yang mau mendengarkan aku dengan tulus tanpa ada embel-embel apapun..
"seriii,, eeriii,,"
muncul di depan pintu belakang tempat kami duduk.
"ayo balik,, besok ada hal lagi yang harus disiapkan". tegas mama sambil meninggalkan aku dan sesil yang masih terduduk di kursi taman itu.
"ayuk kak,," ajak sesil
"oke,," kami pun menuju ruang tamu tempat ayah, mama, tante, om, duduk sambil menceritakan sebuah bisnis.
"moommiii,,, sesil langsung mengahmbur ke pelukan tante irma,
"ya ampun anak ini, maluu,, di lihat kak seri",, ucap tante irma ke sesil yang memang sangat manja itu.
"ma, kapan ya abang raian menikah dengan kak seri, biar kak seri bisa jadi kawan aku di rumah ini,"
__ADS_1
aku yang terkejut dengan perkataan sesil langsung membukatkan mata keheranan..
"hahahah, sesil,, sesil,, kak seri nya mau gak kawan sama sesil nya?,,, tanya tante irma tanda mengejek sesil yang ke pedean.
"kakak mau yal,, tanya sesil dengan melirik ke arah ku
aku tak mampu menjawab itu,, dan alhasil hanya mampu terdiaam sambil mengeluarkan senyum tipis yang memang terpaksa itu.
"masa ia kak seri gak mau, ya pasti maulah kak serinya," jawab mama ceplos.
aku yang langsung melirik ke arah mama, "mama ini ngomong apaan sih ke sesil" (dalam hati seri yang agak kesal dibuat mama nya itu)
)))
ke esokn harinya,, ya tepat di hari minggu, dimana setiap pekerja kantoran libur. termasuk aku, aku menyukai hari minggu tapi tak menyukai hari senin,,
ketukan pintu itu sontak membangunkan aku dari mimpi indah ku yang hampir di atas awan.
"ia, sebentar" dengan rambut yang masih acak-acak kan membuka kan pintu. "mama,, ada apa ma, pagi-pagi begini ".. tanya ku heran.
membukatkan mata,, "untuk apa ma,, ada acara apa ma?,,
"jangan banyak tanya,, ikut saja perintah mama, ini demi kamu juga, demi masa depan kamu",, bisik mama dan berlalu meninggalkan ku..
"ya tuhan apa lagi ini," sambil mengacak rambut nya yang memang sudah acak-acakan itu dan menghempaskan pintu kamarnya dengan kesal.
seri pun kemudian mengambil posisi untuk tidur kembali.
kringgg,, kringg,, kringg,, suara alarm yang memng sudah diatur oleh seri agar tak terlambat, karena dia harus ikut dengan mamanya ke mall.
sambil bersiap-siap,, mama yang sudah teriak dari lantai bawah,, "seri,,ser, udah belom,, cepetan nanti balik nya telat kalo kita perginya telat, cepetann" teriakan mama mungkin sampai ke rumah tetangga, tapi itu hal yang sudah biasa bagi ku dan lingkungan ku ini.
"ia,, bentar lagi," aku pun langsung keluar dari kamar dan turun menemui mama, yang mungkin sudah memiliki tanduk itu..
mama yang menatap ku dengan tatapan tajam seakan ingin menelan ku hidup-hidup dan
langsung meninggalkan ku dan menuju mobil.
__ADS_1
aku pun menelan ludah ku karen ada perasaan takut jua. "hampir aja" huh, mengikuti mama yang memasuki mobil.
sepanjang perjalanan mama yang di sibukkan dengan telpon dari orang-orang yang tak begitu ku tahu.. sesekali dia melirik ke arah ku, aku pun langsung mengotak atik handphone ku yang memAng tak ada apa-apa itu.
"owh, ia baik jeng,, kami segera ke situ ya" sambil menutup telepon. dan melirik ku "jaga sikapmu"
"ya ampun,.padahal aku hanya diam dari tadi"
huh....
sesampainya di mall angkasa,, kami menuju salon untuk membuat aku lebih menarik dari ucapan mama ke tukang salonnya.
semuanya dipotong, di bersihkan, di cuci, di inikan di itukan, aku pun bingung karena seumur hidup ku aku tak pernah merasakan yang namanya pergi ke salon. dan setelah selesai aku pun dibawa mama ke butik untuk memilih baju-baju yang sesuai untukku,,
"sebenarnya ada acara apa sih ma?,, tanya ku sponta karena sudah sebanyak sepuluh kali mengganti baju yang sudah ku cobaa.
"nanti malam adalah malam pertunangan mu dengan raian, jadi kamu harus selevel dengan putra PRATAMA" jawab mama dengan singkat.
"apanya yang tak selevel,, huh,, dengan mulut kasar itu, apa aku akan hidup ya seterusnya setelah tinggal di rumah itu".. kembali mencoba baju pilihan mama.
))
malam pertunangan,,,
__ADS_1