
raian pun bergegas meninggal kan ku dengan mama, dengan keadaan mama yang masih berkaca2,
aku kembali menelus pundak mama untuk menenangkan nya.
"mama mau istirahat dulu" mama pun beranjak dari duduknya dan menuju kamar nya.
"ya ampun apa yang harus ku perbuat untuk saat ini, aku benar2 buntu"
tiba-tiba handphone ku berbunyi tanda panggilan. ku lihat layar hp ku untuk mengecek siapa yang menelpon. (mama)
mata ku membulat tanda tak percaya karena sebelumnya mama tidak pernah menelpon ku terlebih dahulu,
"hallo, assalamualaikum ma,"
mama : "kamu kerumah sakit segera ya, papa sedang dirawat di rumah sakit medical,
seri : papa sakit apa ma? (kok tiba2)
mama : papa hanya ingin bertemu dengan mu, cepat datanglah kerumah sakit
tutt,, tutt,, mama pun menutup telepon yang masih tergantung.
(papa kok tiba2 begini, ya ampun masalah satu belun selesai datang masalag kedua lagi, dan apa penyebab semua ini)
ku raih kembali handphone ku untuk mengirimi pesan ke raian bahwa aku ingin ke rumah sakitt, takut dikira nanti istri durhaka ya walaupun memang tak pernah menganggap sebagai pasangan. nasib ku
Assalamualaikum, aku pamit ke rumah sakit. begitu singkat pesan yang ku kirimkan dan aku juga yakin mungkin tak akan di baca olehnya, karena dengan membacanya itu membuang waktunya.
__ADS_1
tak perlu menunggu jawaban dari raian aku pun memutuskan untuk segera pergi ke rumah sakit.
--- --- --- --- --
sesanpainya dirumah sakit
langsung saja ku cari alamat yang sudah di kirim mama kepada ku sehingga tak perlu menanyakan kepada suster nya terlebih dahulu.
ketika aku sampai di pintu ruangan yang ku cari segera ku buka dengan perlahan takut mengganggu orang yang ada di dalamnya.
ku lihat papa yang masih tertidur lemah di ranjang rumah sakit dan mana yang sepertinya selesai menangis. segera ku hampiri mana dan memeluk nya, walaupun kadang kala aku kesal dengan perbuatan mama terhadap ku seperti pilih kasih tapi tetap ada rasa iba di hati ini ketika melihatnya menangis dengan mata yang sudan sembab.
ku lepaskan pelukan ku, "maa,, papa kenapa?"
tanya ku dengan wajah memelas
"ia, pemicu papa seranan jantuna apa ma?" tanya ku lagi seperti mengitrogasi mama
mama hanya terdiam tanpa menjelaskan lebih lanjut. (mungkin belum saatnya mama bercerita dalam hatiku)
papa yang masih tertidur dengan lemah mungkin efek obat yang di berikan dokter kepadanya.
"ma," kemudian mama menoleh ke arah ku "mama pulang saja, biar seri yang jagain papa untuk malam ini" pintaku, karena ku lihat wajah mama yang begitu lesu dan kelelahan
"mama akan jaga papa juga" pinta mama
"tapi mama harus istirahat juga, besok mama bisa menjaga papa kembali, biar malam ini giliran ku yang merawat papa"
__ADS_1
aku pun langsung menelpon supir di rumah agar memjemput mama, sebenarnya mama enggan untuk pergi meninggalkan papa tapi dia juga menyetujui apa yang barusan ku katakan kepadanya. "kalo ada perkembangan kamu kasi tau mama ya" ucap mama sebelum meninggalkan ruangan papa
dan setelah mama pergi, ku rapikan tempat papa dan mebenarkan selimutnya, "apa yang sebenarnya terjadi pa, kenapa mama sangat menutupinya dari ku"
ku tatap wajah papa lekat2, semoga papa cepat sembuh dalam hatiku sambil menggenggam tangan ayah yang terasa sedikit dingin.
#LIKEEEE YA GUYSSSSS
__ADS_1