
HAY,,, CIWI-CIWO,,, JANGAN LUPA YA, SEKEDAR MENGINGATKAN LIKE AND COMMENT, ATAU KALAU PUN MALU BUAT COMMENT LIKE AJA DAH JUGA GAK APA. KARENA DENGAN LIKE KALIAN PADA, GUE JADI SEMANGAT NULIS NYA,,, LOVE YU ALL,,,,,,,,😍😍😍🙆🙆❤❤
setelah sampai di bawah aku pun tetheran melihat sosok yang ingin menjumpai ku,,,
"ka,,,,ka,,,kamuuu" sambil membulatkan mata ku
seseorang itu pun menghampiri ku dan langsung memeluk ku. "ya ampun izaaaa,,, kangennyaaaaaa" sambil memeluk erat dan cipika cipiki ala jaman now gitu dah,
kenalin dia iza, tamu yang staf tadi bilang. iza adalah sahabat aku ketika dimasa kuliah dulu-dulu, satu kos, satu jurusan, satu angkatan, pokoknya persahabatan kami memanf terkenal pada waktu itu. jadi rindu bila mengingatnya.
"lo kemana aja zaaa??" tanya ku sambil mngjaknya duduk di kursi tamu.
"gue mah biasa, orang sibuk lo maklum-maklum aja dah" sambil tersenyum lebar
aku hanya menyeimbangi tawanya.
panjang lebar kami bercerita.
"oya ini nomor gue yang baru"
"pantesan gue hubungin lo pakek nomor yang lama gak lo angkat2"
"hahahah, sory, baru ini gue ada kesempatan jumpai lo, sekalian gue ada kerjaan di kota lo"
"kirain lo kagak ingat sama gue lagi za" timpal ku
"maklum lah kerja sales-sales profesional, jadi sebentar di sini sebentar disana,"
"ya ampun lo emang gak pernah berubah ya za, masih sok sibuk"
"okelah,.gue pergi dulu ya, soalnya gue ada seminar lagi ni, lo jangan lupa datang ya, launching branded terbaru kami"
__ADS_1
"in shaa allah, kapan acaranya?"
"sabtu depan, pokoknya lo harus datang ya, biar gue ada masukan job"
"oke-oke, liat nanti lah ya"
"okeeee,, pergi dulu yak"
semangat nya itu buat gue bersyukur dengan apa yang gue jalani saat ini. "alhamdulillah".
akupun naik kembali ke ruangan ku,,, derrtttt,,, derrttt,,, derrttt,,, aku pun merogoh kantong celanan ku UNTUK menemukan handphone ku yang berbunyi. ku lihat layar ponsel ku, "hah, mbak ina?" dalam hatiku bertanya, "ada apa ini"
langsung "hallo, assalamualaikum mbak, ada apa ya?, tumben?" tanya ku sambil berjalan menuju ruangan ku.
"minta maaf ya non, tadi mbak lupa masukin bekal yang non minta, tapi tadi udah saya titip sama den raian buat ngasih ke non". ucapan mbak ina dengan penyesalan.
"ya ampun, kirain kenapa, masalah itu gak usah dipikir kali mbak, kan aku bisa makan siangnya disini, ntar tinggal pesan go food aja kali mbak," berusaha untuk menenangkan mbak ina agar tak terlalu bersalah.
"ia gak apa lo mbak ku sayang"
"kalo begitu, sudah dulu ya mbak, ni mau sambung kerja dulu ya mbak, assalamualaikum"
"waalaikumsalam" jawab mbk dari seberang sana.
aku pun kembali melanjutkan aktivitas ku mengerjakan laporan yang sudah menumpuk untuk disetor ke bos besok. jam sudah menunjukkan pukul 4 lewat 30. ria datang menghampiri ku "ser, gue mau kluar ni beli makan, lo mau pesan gak?"
"mmmm,,, gue pesen makanan biasa aja deh ya"
sambil masih fokus dengan jari2 mengetik dan pandangan ke layar komputer
"oke" ria pun berlalu meninggalkan gue yang asih berkutat dengan pejerjaan yang sangat menumpuk ini.
sesekali aku istirahat untuk memandangi layar komputer ku. seketika aku berpikir tentang apa yang dikatakan mbak ina tadi ("tapi tadi udah saya titip sama den raian buat ngasih ke non"). walaupun dititipkan ke raian sekalipun, makanan itu gak mungkin dia capek2 dari sana hanya untuk mengantarkan itu, "emang gue siapa nya dia, hanya istri diatas kertas doang" sambil menghela napas panjang ku. "kira2 apa ya yang akan terjadi dengan masa depan ku"
__ADS_1
##jam menunjukkan pukul 8 malam, akhirnya semua laporan selesai dan malam ini aku bisa tertidur pulas walau hanya di atas sofa.
"makasih ya ria" sambil keluar dari mobil dan melambaikan tangan ku ke arah ria. "duh lelah nya" rasanya ingin segera mandi dan tidur saja.
sesampainya di depan pintu aku melihat mbak ina yang sudah menyambutku, "non lelah ya?" tanyanya sambil tersenyum teduh kepadaku
"lumayan lah mbak, aku naik dulu ya mbk"
"owh ia non"
sesampainya di depan pintu kamar aku mendengar samar2, seperti orang sedang berbicara lewat telpon. aku hanya mendekatkan diriku ke depan pintu kamar.
dengan samar yang ku dengar, tapi aku masih bisa mendengarnya sangat jelas itu suara raian yang sedang menelpon, tapi dari bahas yang keluar dari mulut raian begitu lembut pasti lawan bicaranya itu wanita ataupun pacar dia yang pernah dia katakan sebelumnya.
aku pun seketika langsung menerobos masuk, pura2 tak mendengar dan tak tahu apa yang terjadi, ku lihat ekspresi raian yang seperti terciduk selingkuh oleh pasangannya,
aku pun menoleh ke arah dia yang masih duduk dan menggenggam telpon dann,,,,,, dannn,,,,
❤❤❤
__ADS_1