KISAH KU

KISAH KU
makan malam bersama


__ADS_3

setelah baik-baik ku parkirkan motor ku,, aku langsung menuju pintu utama rumahku,, ya walaupun disitu ada mama yang sedang menunggu ku, mungkin saja,,



akupun berusaha melewatinya begitu saja tapi langkahku seketika tethenti


"nanti malam kita di undang buat makan di rumahnya keluarga PRATAMA, mama harap kamu bisa menjaga sikapmu di acara itu". tegas mama sambil melangkah meninggalkan ku.



"hem,, ternyata ini,,, astaga,,, berarti gue jumpa lagi sama si mulut kasar dong"



malamnya,,, semua orang yang ada dirumah sudah pada dandan,, cuman gue yang berpenampilan biasa-biasa saja,, setelah keluar dari kamar aku pun duduk di ruang tamu,, sambil memperhatikan mereka yang lalu lalang yang begitu sibuk dengan penampilannya,



"seri,,, kamu ngapain masih santai,, pakai baju yang sudah disiapkan mbak siti tadi,,"



"padahal gue udah siap bnget ini lo,, dan respon mama bilang kalo belum",, apaan sih, kan cuman makan doang, bukannya ikut kontes kecantikan",, kembali menuju kamar untuk mengganti baju.



seketika mama datang ke kamar ku dan membawa kotak,, dan ketika di buka,, isinya luar biasa,, isinya ya tentu peralatan make up.



sambil menarik lengan ku mama mendorong ku agar duduk tepat berhadapan dengan meja rias ku.. namanya meja rias tapi seperti hanya meja pajangan saja.



mama kemudian mengoles ini itu,, melukis ini itu diwajahku,, seperti sulap mama kemudian memandangi eajah ku yang sudah di lukisnya itu.. sambil tersenyum puas akan hasil akhirnya.



"bagus,, kalo gini kamu gak bakalan ditolak sama raian,, dari sekarang kamu harus tampil dengan make up,, sembari membereskan kotak yang berisi peralatab make up yang di gunakan tadi.



mama pun berlalu meninggalkan ku,, belum sampai di pintu kamar langkah mama terhenti


"JAGA SIKAP MU NANTI,, karena ini juga untuk kamu,, bukan hanya kepentinga keluarga semata,, mama harap kamu mengerti itu", hanya memalingkan wajahnya kemudian keluar dari kamar seri.



"APA,,, untuk aku", mungkin itu hanya lah alasan mama semata agar aku menjad anak baik dimalam ini, ku kenakan kerudung yang senada dengan bajuku dan sedikit melilit kannya,, agar mama tau kalo aku juga bisa fashion kok.



aku pun menuruni tangga untuk menemui ayah, dan mama yang sudah siap sedari tadi..



ayah hanya terdiam melihat ku,, mungkin dia sebenarnya ingin mengaku salah dan meminta maaf, tapi terlalu ego dan alhasil hanya mampu diam,,



"kalo sudah siap semua,, ayo berangkat, takut terlambat karena macet di jalanan, ucap mama yang kemudian berdiri sambil menenteng tas kecil.



mereka pun menuju mobil yang sudah di keluarkan oleh mang fikir,, dia adalah sopir pribadi ayah,,



ayah yang duduk di depan bersama mang fikir,,



sedangkan aku, mama, dan adikku di bagian tempat duduk belakang.


pasti kalian bertanya, kenapa kedua kakak ku tidak iku acara itu,, ya karena mereka sedang tidak ada dirumah,, mereka sibuk dengan pekerjaannya,, mungkin hanya sekali seminggu pulang kerumah..



mang fakir mengendarai mobil dengan kecepatan penuh atas arahan ayah,, ayah takut jika nanti kami terjebak macet.


__ADS_1


perjalanan hanya menempuh selitar setengah jam untuk sampai ke rumah pak PRATAMA.


baru saja sampai di depan pintu gerbang masuk rumah pak pranata kami sudah di sambut oleh beberapa penjaga rumahnya,,



sambil membukakan pintu gerbang untuk kami,, senyuman ramah dari mamang-mamang itu sambil menyapa "pak,, silahkan masuk",,,



kami pun sampai di depan rumah TUAN PRATAMA,, rumahnya begitu besar, megah, mewah dengan aksen kayak rumah bule-bule gitu,,



"besar ya pa rumah pak PRATAMA,,," senyum mama seketika melebar.



kami pun turun dari mobil,, di depan rumah nya sudah ada pak andreas dan ibu irma menyambut kami,,



mereka pun saling menyapa,, mama yang saling cipika cipiki di depan sedangkan ayah yang bersalaman dengan om andreas,, sedangkn aku hanya salam tangan dengan pak pratama dan tante irma,,



"duh,, sopannya",, ucap tante irma sambil memegangi kepala ku dengan lembut..



aku hanya menyambut perlakuan itu dengan senyum merona.



kami pun segera di ajak ke ruang makan keluarga mereka,, di dalam rumahnya penuh dengan barang-barang mewah yang elegan,, seperti guci yang berukir indah dan lukisan-lukisan yang ku kira itu ori dengan harga yang fantastis. gaji seumur hidup gue kayaknya gak bisa ngebeli tu lukisan.



kami pun di persilahkan untuk dudu,, ayah duduk berdekatan dengan pak pratama,,.dan disamping ayah ada mama dan adik ku,, aku pun mengambil posisi duduk disamping adikku..




"ehemm,, ucap rizky yang sepertinya baru pulang dari kantor karena masih lengkap dengan setelan kantor nya. dia pun kemudian duduk di samping tante irma,,



tiba-tiba asisten rumah tangga ibu irma datang membawakan gelas untuk kami



"bik jah,, tolong panggilin raian ya sama sesil" perintah tante irma ke pembantu yang sedari tadi wara wiri di ruang makan itu.



"baik nyonya", langsung pergi meninggalkan kamu



ayah yang sedari tadi berbicara bisnis dengan om andreas yang mungkin tak begitu je perhatikan,, sedangkan mama yang membahas makanan dengan tante irma sesekali saling melempar senyum..



" ya ampun,, gue laper banget ni, sambil menahan perut agara tak mengeluarkan bunyu keroncongnya" memeriksa handphone sesekali bair keliatan ada kerjaan juga kayak yang lain.



sesil pun muncul dari belakang dengan hp yang ada di tangannya, kayak lagi chat tan gitu.



dan duduk di samping ku" eit kak seri, sambil menoleh kan pandangan nya ke arah ku.



aku hanya membalas senyum sapaan sesil itu.



dan disusul dengan raian yang ku lihat hari ini dia begitu santai, menggunakan baju kaos lengan panjang dan di padukan dengan celana jeans berwarna putih,, dengan badannya yang tegap dia mampu membuat ku menelan ludah,

__ADS_1


"ganteng juga ni abang-abang mulut kasar"


seketika raian menyadari pandangan ku kearahnya,, dan melotot kan matanya tanda ia tak menyukai kalau aku melirik nya.




"lama banget sih mandinya" ucap tante irma kesal sambil langsung mempersilahkan kami untuk memakan sajian yang sudah ada di depan kami.



acara makan memakan pun selesai,,


tante dan om yang mengajak kami je ruang keluarga untuk melanjutkan perbincangan mereka..



aku yang diajak sesil ke area taman yang begitu indah,, sambil duduk disitu dia sering bercerita tentang sahabatnya,, keluarganya itu dan abangnya,,



"kak, minta maaf ya soal yang kemaren. hemmm"



"aku pun seolah tak ingat masalah apa itu" dan mengernyitkan kening



"itu lo masalah kak raian kasar sama kak seri"



"oh,, yang itu, lupain aja kali,, udah berlalu juga"



tiba-tiba raian menuju ke arah kami yang sedang sibuk dengan obrolan angan-angan semata..



"sil, tadi di panggil mbok minah, ada penting"



"oke, sambil berjalan meninggalkan aku dan raian,



raian yang mendekati ku duduk tepat di samping ku sambil mendekatkan wajahnya ke telingaku,, "gue tau maksud lo sama keluarga lo yang miskin itu" berbisik pelan di telingaku.



aku pura-pura tak menghiraukannya,, tetapi dia melanjutkan kata-katanya



"sebenarnya lo mau harta keluarga ku kan,, untuk membangkitkan kembali perusahaan ayah mu itu" langsung berdiri berjalan meninggalkan ku



seketika jalannya terhenti" kalo kamu memang tetap menginginkan pertunangan ini, ups bukan hanya pertunangan tapi pernikahan ini,, ku pastikan KAU TAK AKAN BAHAGIA SERI" melangkah sampai menghilangkan jejak di depan seri



seri yang hanya terdiam dan sebenarnya ingin menangis tapi apalah daya semua yang dikatakan benar adanya,,








__ADS_1


__ADS_2