
pagi-pagi sekali seri sudah saip untuk berangkat ke kantor,, tidak seperti biasanya sih,, tapi ada beberapa hal yang harus dikerjakannya dengan cepat di kantor,, itu alasan pertamanya dan alasan kedua dia hanya belum siap bertemu dengan ayahnya karena kejadian tadi malam,,
seri dengan buru-buru menuruni anak tangga rumahnya,, kemudian tanpa sarapan dia pun langsung menuju garasi tempat motor kesayangannya terparkir,,
bik siti yang melihat seri terburu-buru berlari kecil menuju garasi,,
"non,, ini diminum dulu,, biar perutnya hangat sama ada energi buat kerja". sambil memberikan botol minum yang berisi susu dan sereal,,
aku pun langsung meraihnya,, dan tersenyum lembut ke bik siti yang dari awal memang sangat memperhatikan kesehatan ku,,
"terima kasih ya mbak",, panggil seri,, ya aku memang memanggilnya sebutan embak,, karena menurut ku sebutan bibik kurang sopan untuk wanita paruh baya yang sangat menyayangi ku itu.
seri kemudian menghidupkan kan mesin motornya,, dan langsung tancap gas,, sebelum pergi diapun pamit dengan mbak siti,,
"jalan dulu ya mbak",,
berlalu meninggalkan mbak siti yang masih berdiri di pintu garasi.
)))
sesampainya di kantor, baru terdapat beberapa karyawan yang baru datang,,
aku pun langsung menuju meja kerjaku untuk menyelsaikan tugas terahir untuk di serahkan ke pak koma,, sebenarnya tinggal mengeprint sih,,
berhubung tugasnya sudah selesai,, seri melirik jam yang ada di tangannya,,
"uhh,, masih jam segini,, ngapain ya"
tiba2 perut kerocongannya pun berbunyi,, sambil menekan perutnya,,
"jam segini udah laper,, hemn,,, padahal kan udah di kasih susu sama mbak tadi,, kayaknya gak mempan lagi ni susu",, sambil melirik ke botol minuman berwarna pink itu.
seri pun memutuskan untuk ke kantin dekat dengan kantornya,, setelah turun dari kantai 5,, seri bertemu dengan sahabat kantornya,,
dia adalah ria mahakarya alam menciptakan seseorang seperti dia yang mempunyai banyak talenta,, hahahahah
"ser,, lo mau kemana??,, sambil memukul bahu seri,,
"ya ampun,, gue kira siapa??,, kaget gue tau,, mau sarapan dulu ni ra,, lo mau ikut".. sambik menaikkan alisnya sebelah
melirik jam yang ada di tangannya,,
"okelah,, kebetulan gue masih lapar ni,,
"emang lo belum sarapan ser??,, tanya ria
kalo gue udah sarapan,, gue gak bakal nyarik makan kayak sekarang ini BAMBANG,,, jawab seri kesal, dan langsung mengambil langkah seribu untuk mempercepat jalannya,,
"tungguinn,,, rengek ria yang sudah tertinggal di belakang seri..
sesampainya di kantin,, mereka pun memesan makanan,, dan tiba-tiba ria memperhatikan mata seri yang masih membengkak itu..
"ser,,,oi serr",,,
__ADS_1
ia apaan,, seri yang tak memperhatikan tingkah ria yang sedari tadi memperhatikan bagian matanya..
"lo habis nangis ya??", dengan pelan ria mengatakan itu ke seri,
"gak akh",, seri langsung melanjutkan makannya yang sempat terhenti karena perkataan ria,, "ni anak peka banget sih" dalam hati seri..
"gak mungkin,, gak, gak mungkin, lo berantem lagi sama tante??,," sambil memegang tangan seri untuk menenangkannya,,
ria memang sudah tau bagaimana keadaan keluarga seri,, bagimana perlakuan ayahnya,, ibunya,, kakak-kakak nya, bahkan adiknya terhadap seri, ria hapal betul,,
seri kemudian mengangkat suara,,
"gue gak kenapa-napa kok ra,, lo memang sahabat gue yang paling ngerti gue,, gue bersyukur lo ada di dunia ini buat gue, lanjut makan nantik telat juga",, sambil tersenyum hambar.
"gue tau ser, sekarang lo lagi ada masalah, tapi mungkin lo sungkan ngomong sama gue,, tapi gak pa-pa,, gue bakal selalu ngedukung lo kok, sebab lo orangnya baik banget" dalam hati ria
setelah menyelesaikan makan, mereka langsung kembali ke kantor,,
))
di perjalanan pulang dari kantor, seri memutuskan untuk singgah di sebuah toko yang menjual kue-kue yang enak,,,
seri pun memesan kue dan sementara ingin bersantai dan menenangkan pikirannya di toko itu..
"kak,,,"
suara dari arah belakang seri,,
"sesil",, sambil membulatkan matanya terheran melihat sesilia.
"kamu sama siapa ke sini" sambil melirik ke arah kanan kiri berharap segera menemukan jawaban dari pertanyaannya tadi..
"sama abang raian kak,, itu dia" menunjukkan telunjukkan ke arah raian yang sedang memesan kue,,
"owhh,, dia tau sesil disini,, maksudnya jumpa kakak??,, sambil melihat ke arah raian yang sedang menyelesaikan pembayaran di meja kasir,,
sambil mengangguk,, sesil langsung duduk di kursi samping seri duduk.. "kak,, enak ya kuenya??"
"kamu mau sil",, sambil menggeserkan piring kecil tempat kue tersebut ke arah sesil.
sesil pun tersenyum dan langsung memakan kue yang sudah di berikan oleh seri..
"ehmmm,, ini enak banget kak",, sambil menikmati kue dengan lahapnya.
"ya ampun sil,, belepotan kamunya tau", mengambil tisu dan melap mulut sesil yang dikotori oleh coklat cair dari kue itu.
"heheheh",, aku habisin ya kuenya",, rayu sesil mengedipkan mata nya,,,
"habisin aja,," seri yang sedari tadi melihat keceriaan sesil, anak yang sudah beranja remaja itu begitu kekanakan,, mungkin karena terlahir di kalangan orang tajir ya jadinya dimajakan..
__ADS_1
aku tak sadar sejak kapan raian duduk di samping ku,,
aku melirik nya dan langsung membuang muka,, ngapain nih orang sombong disini,, dalam hati seri..
"udah makannya? suara raian kemudian mengejutkan sesil yang sedang menikmati kue itu,,
"udah" jawab polos sesil
"ayok balik,, raian langsung melangkah meninggalkan aku dan sesil.
"kak, aku pamit dulu ya, sambil berlari kecil mengejar raian yang belum jauh jaraknya.
seri kemudian tak sadar melihat uang beberapa lembar di meja bagian samping nya,, "ni uang siapa ya?, jangan-jangan uang raian ketinggalan,,
seri kemudian berlari menuju sesil dan raian,, beruntung seri bisa menemukan mereka yang belum sempat masuk ke dalam mobil mewah itu.
"tunggu",, suara keras seri menghentikan langkah mereka,,
sambil terengah-engah seri kemudian menyerahkan beberapa lembar uang yang menurutnya tertinggal itu." ini uang lo kan,, ketinggalan".
sambil tersenyun meremehkan "ambil saja, itu untuk membayar kue yang sesil makan, lagian lo juga gak punya uang kan buat ngebayar kue itu kan,, dan keluarga PRATAMA tidak menerima GRATISAN,,,
mata seri langsung melotot mendengar perkataan dari mulut raian,,,
"menurut lo gue gak bisa membayar itu,, hah,, gini-gini gue ada gaji, dan gue tidak mengandalkan marga keluarga" sambil meletakkan uang itu dengan kasar di tangan raian dan meninggalkan mereka menuju toko itu lagi.
"abang keterlaluan tau,, kak seri itu baik,," ucap sesil merasa kesal dan kasian ke seri. kemudian langsung masuk ke dalam mobil dan membanting pintu mobil agak keras,,
"MENARIK" sambil tersenyum tipis dari mulut raian..mereka pun kemudian meninggalkan toko itu.
sementara di toko,,
seri duduk terdiam dan berkelahi dengan dirinya sendiri,, "untung dia kaya, coba kalo miskin,, bakalan suram hidup tu anak"
seri kemudian memutuskan untuk pulang kerumah tapi setelah ia membayar kue dan minum yang sudah di pesan tadi.
"bukannya hati gue membaik, malahan tambah buruk",, sambil memakai helm motornya dan meninggalkan toko itu.
))
sesampainya di rumah,,,
mama yang sudah menunggu di pintu depan dengan wajah ingin melontarkan seribu pertanyaan,,
"apalagi ini" dalam hatiku sambil memarkirkar motorku dan melepaskan helm ku...
__ADS_1