
sudah seminggu ayah pulang dari rumah sakit, ya walaupun sebenarnya ayah belum sembuh total, tapi atas permintaan nya, akhirnya pihak rumah sakit mengijinkan ayah untuk pulang kerumah tetapi harus masih dengan pengobatan dokter ya bisa di bilang berobat jalan sih.
semenjak ayah di rawat aku selalu bolak balik ke rumah sakit, sepulang kerja aku selalu langsung ke rumah sakit, tapi hal ini sepengetahuan raian dan mama irma. mungkin banyak yang bertanya kakak2 kemana?,,, yakkk biasalah mereka hanya bisa menjenguk dan bertahan di rumah sakit 2-3 jam dan setelah itu mereka pun beralasan meeting, urusan kantor lah inilah itulah.
sedangkan mama, tak mungkin beliau selalu dirumah sakit berhubung kesehatannya pun tak sesehat dulu2 lagi. alhasil aku yang menjaga ayah, walaupun mama dari pagi sampai sore sampai menunggu ku pulang dari kerja, ayah memang melarang ku untuk menginap selalu dirumah sakit berhubung aku sudah memiliki suami, tapi menurut ku sih sama saja, hanya saja ayah tidak tahu yang sesungguhnya keadaan ku ini.
aku bersyukur ayah sudah bisa pulang ke rumah setidaknya, aku memang kurang tidur semenjak ayah di rawat di rumah sakit.
----- ----- --- ----- ---- ----
sesampainya di rumah,,
"seri, muka kamu lesu sekali, kamu sehat kan?"tanya mama dan langsung menghampiri ku yang duduk di sofa dengan merebahkan tubuh ku ke sofa.
aku tersadar dari mama yang mendekat ke arah ku. sambil tersenyum "aku sehat kok ma, emang ada yang aneh ya na dengan wajah ku?"
mama kemudian mengusap pipi ku sambil berkata "ia, wajah mu seperti banyak sekali bebannya, kalau boleh berbagi, ceritakan saja ke mama nak!",,
aku pun memeluk mama dan tanpa terasa air mata ku terjatuh ku seka air mata ku agar mama tak tahu bahwa aku menangis, entah mengapa aku hanya rindu untuk suasana ini, aku hanya lelah dengan kehidupan ku yang tak ku tahu akan seperti apa akhirnya'
__ADS_1
mama kemudian melepaskan pelukannya, "menangislah, jika itu membuat mu lega, apakah raian memarahimu?,,, atau ada hubungannya dengan pindah itu?"
aku hanya menggelengkan kepala ku dan tak menjawab apa2, karena aku hanya ingin menangis untuk saat ini.
sambil mengusap pundak ku perlahan, seperti seorang ibu yang ingin menenangkan anaknya agar tertidur, aku pun merebahkan kepala ku di pangkuan mama irma, sampai tak terasa aku pun terlelap.
mama yang menyadarinya, hanya tersenyum tipis, "( kamu anak yang baik, beruntung raian punya istri seperti mu dan juga beruntung mama memiliki menantu seperti mu)"
tiba2 raian yang sudah pulang dari kantornya melihat mama yang asyik memandangi menantunya itu, raian hanya mengernyitnkan keningnya, dan ingin berlalu menuju kamarnya, tapi tiba2 dihentikan oleh mama yang memanggilnya secara pelan agar tak membangunkan seri yang masih tertidur di pangkuan nya.
raian pun menoleh dan melangkah menuju mamanya duduk. "ia ma" jawabnya singkat
"istri mu sepertinya terlalu lelah, kamu angkat dia, bawa ke kamar, tapi jangan sampai kamu membangunkannya, jika kamu membangunkannya awas kamu?!,," ancam mama
"bisa-bisa nya dia tertidur disini, apa dia sengaja" dalam hati raian.
raian pun kmudian mengangkat tubuh seri dengan perlahan, dan membawanya ke kamar mereka.
__ADS_1
sesampainya di kanar mbak ina pun membukakan pintu kamar untuk raian dan seri, karena kedua tangan raian mengankat tubuh seri jadi susah jika tanpa bantuan mbak ina.
raian pun merebahkan badan seri di tempat tidur mereka. tiba-tiba tanpa disengaja raian memandangi wajah seri begitu dalam sambil berkata dalam hati "( ternyata kamu cantik juga)",,
seketika raian sadar dengan apa yang dikatakan barusan, "astaga,,, aku kenapa ini" kemudian buru-buru raian masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badannya agar lebih segar.
#thanksssssforalll
#like annya ya
__ADS_1