
sesampainya di depan pintu kamar aku mendengar samar2, seperti orang sedang berbicara lewat telpon. aku hanya mendekatkan diriku ke depan pintu kamar.
dengan samar yang ku dengar, tapi aku masih bisa mendengarnya sangat jelas itu suara raian yang sedang menelpon, tapi dari bahas yang keluar dari mulut raian begitu lembut pasti lawan bicaranya itu wanita ataupun pacar dia yang pernah dia katakan sebelumnya.
aku pun seketika langsung menerobos masuk, pura2 tak mendengar dan tak tahu apa yang terjadi, ku lihat ekspresi raian yang seperti terciduk selingkuh oleh pasangannya,
aku pun menoleh ke arah dia yang masih duduk dan menggenggam telpon dan langsung ku lewati tanpa basa basi. ku ambil handuk dan segera ke kamar mandi untuk membersihkan badan yang sudah sangat lelah.
dalam hati ku masih bertanya-tanya siapa ya yang menelpon dengan raian sampai raian sangat lembut terhadapnya, dan perubahan wajah nya yang begitu lembut membuat aku iri saja yang sudah berstatus istrinya ini.
aku pun ke luar dan langsung berbaring di sofa kesayangan ku. tak terasa beberapa detik aku pun segera terlena dan tertidur dengan pulas mungkin karena terlalu kelelahan.
##
makan malam
mama irma : loh kok seri gak ikut makan malam, seri dimana raian?,, tanya mami irma yang melihat raian turun dari lantai atas untuk bergabung makan malam.
raian : udah tidur ma" jawab raian dengan singkat
mama irma : tumben cepat banget tidurnya.
mbak ina yang dari tadi melayani mereka makan menyahut mami irma " mungkin karna kecapeab kali nya"
mami irma : kok bisa kecapean?,,
mbak ina : owh tadi non seri banyak kerjaan sampai-sampai jam 8 tadi baru balik dari kantor nya,
raian hanya melihat ke arah mbak ina yang sedang menjelaskan keadaan seri sekarang ini.
##
pagi nya,, "aduh" sambil memeluk perut ku dengan erat, "mungkin efek gak makan malan kali ya. huh" ku lihat riann yang masih terlelap tidur dan aku pun memutuskan untuk shalat subuh dulu berhubung memang masih waktu subuh.
setelah shalat subuh, aku pun segera bersiapdiap untuk ke kantor. sebelumnya aku turun terlebih dahulu untuk membantu mbak ina yang mungkin kerepotan karena pasukan rumah sudah seperti semula ada tante irma dan om pratama.
__ADS_1
"hay, mbak ina, masak apa ni" sambil menyiapkan teh untuk ku minum.
"masak bihun goreng. ya yang ringan2 aja untuk sarapan"
"owhhh2" sambil mengangguk-angguk.
"mbak kayaknya aku makan duluan deh, soalnya laper banget, dari semlam gak makan" sambil memanyun kan muka ku
"bentar ya non, biar tak siapin dulu"
aku pun melahap segera sarapan yang sudah disiapkan mbak ina, "non, non gak kenapa kan?" tanya mbak ina yang khawatir
"gak, gak kenapa kok mbak, mungkin efek semalam kali"
"beneran non, soalnya non, mukanya mucat banget gak kayak biasanya"
"oke, aku sehaaaatttt,,, sehat sangat mbak ina ku sayang" sambil menyeruput teh dan menyelesaikan makan ku
"siap non".
aku pun segera berangkat ke kantor.
sesampainya di kantor memang belum ada orang yang datang, ku siapkan segera laporan untuk presentasi hari ini, ya berhubung kemaren sebenarnya belum siap. "akhirnya siap juga dalam waktu beberapa menit, alhamdulillah"
ku cek hp ku mungkin ada yang WA ata yang lain mungkin, tapi hnya ada pemberitahuan dari grup dan chat dari si ria. "nasib-nasib" ucapku dalam hati
aku pun memutuskan untuk turun ke lantai bawah, mengambil barang yang kemaren ku tinggalkan, tapi tiba2 seisi ruangan seperti bergerak dan memutar, dan sakit perut yang begitu sakit yang kurasakan ketika bangun tadi pagi kembali ku rasakan tapi ini lebih sakit lagi "aduhhh" ku ambil segera handphone ku, ku cari nomor yang mungkin bisa dengan cepat segera menolongku, aku pun fokus dengan nomor kontak yang ada di hp ku. dan hanya nomor raian yang ku dapati tak ada piliha lain aku pun menekan panggilan "halloooo"
dan seketika aku tumbang dan semua serasa gelap dan tak tahu apa kelanjutannya...
__ADS_1
LIKE
LIKE
LIKE
❤❤❤❤❤
__ADS_1