
aku tak tahu apa yang sebenarnya terjadi di rumah, mama yang tiba menelpon ku di waktu jam kerja menyuruh untuk balik ke rumah sebentar,,
dalam hatiku masih berkecamuk,, tak menentu, apa sebenarnya maksud mama yang menelpon dengan nada tergesa-gesa.. ria yang melihat ku sedari tadi penuh kebingungan.
ria : hai ser,, lo knpa,, mujek gitu
serli masih tak menghiraukan ria yang sedari tadi berbicara dengannya,,, yang dipikirannya,, kenapa,, kenapa,, dan kenapa,,,
i don't know,,, jawabannya
ser,, lo knapa sih, nanya sendiri jawab sendiri,,, udah kayak orang gila tauk,,,, kata ria kesal karena tak di perduli kan oleh seri
kesal tak di indahkan kata-kata nya
akhirnya ira melempar pulpen ke arah seri yang masih memutar otak,,
tiba-tiba seri terkejut dengan timpukan pulpen dari ria.
seri : ihhh,,, apaan sih ria,,
ria : lo knapa lagi, kirain tadi lo kesurupan hantu kantor,, ahahah
seri : SEMBARANGAN,,, kalo ngomong kadang betul,, heheheh,,
seri : jadi gini, mama gue tiba-tiba nelpon gue nyuruh gue balik ke rumah bentar aja katanya, gue gak tau kenapa
ria : palingan nyuruh lo nganter dia ke mall, atau nyuruh lo jemput adek lo yang tersanyang ituh
seri : okelah, gue mau pamit dulu ya sama bos,,
sambil mengambil hand bag nya dan berlalu meninggalkan ria,,,
mengetuk pintu ruang bos nya,,
bos : masukkk,,,
seri kemudian masuk dan masih terjegat di depan bos nya yang masih sibuk dengan tanda tangan berkas-berkas yang setinggi gunung himalaya itu..
bos : duduk
akhirnya seri di persilahkan untuk duduk,,
seri memulaikan kata-kata untuk meminta ijin bos nya.
seri : jadi begini pak,, saya mau pamit ke rumah sebentar pak,, ada masalah di rumah sedikit pak,,
bos : yang kemaren saya suruh sudah siap,, janji kamu kan hari ini,,
seri : owh, tenang pak, ini semua dokumen dan power poin yang harus di dipresentasikan pak,, sudah siap semua,
seri sambil menyerahkan dokumen dan flashdisk ke bos yang lumayan baik itu,,
bos : bagus, oke,, kamu boleh pulang tapi hanya satu jam,, jam 10:30 kamu harus sudah berada di kantor
seri : siap pak,, saya permisi pak,,
seri meningglakan ruangan bos nya kemudian meluncur menuju rumah,, mungkin pun ibunya sudah agak marah karena seri sudah terlambat dari jam yang di tetapkan oleh ibunya.
sesampainya di rumah, aku tak tahu kenpa begitu banyak sepatu dan sendal-sendal cantik di depan pintu rumah,, apa ada orang bertamu ya,, seri terus melanjutkan langkah nya tapi dia tidak dari pintu utama rumahnya,, tetapi dia lewat pintu belakang rumahnya yang langsung terrhubung ke dapur,,
aku mendapati mama yang sibuk menyipkan minum dan makanan ringan, mungkin untuk para tamu, apa mungkin mama mau menyuruh ku keluar dari pekerjaan ku lalu masuk ke kantor yang sebelumnya di ceritakn oleh mama.
entahlah,,,
__ADS_1
seri,, kenapa masih berdiri di situ, bantuin
perkataan mama menyadarkan ku dari lamunan ku yang pendek.
seri kemudian membantu membawa gelas yang berisi air dalam nampan berwarna putih,,
menuju ruang tamu, seri mendapati ada 3 laki-laki di situ dan dua perempuan seperti anak dan ibu,,tapi kurang yakin juga,,
seri langsung menunduk dan meletakkan minuman itu di meja,,
ada seorang laki-laki yang sedari tahu aku sadar dia selalu melihat tingkah laku ku dari aku tersenyum, menunduk dan melwtakkan gelas yang berisi air berwarna orange itu.
seketika aku meninggalkn mereka yang masih terdian sesaat ketika aku menyuguhkan minuman,, dan ada ayah juga di situ,, aku tak tahu bisnis apa yang sedang di perbincangkan dan aku juga belum tau dan tak pernah di kenal kan dengan saudara seperti mereka sebelumnya,, kepala seri masih di hantuo tanda tanya yang semakin membesar.
saat aku menuju dapur, mama langsung memnggil ku menuju ruang tamu,, ruang tamu yang berisi orang-orang seperti nya tajir melintir,, karena terlihat dari gayanya,,
sambil berbisik kecil,
mama : jaga kelakuan mu,
aku pun hanya mengangguk pertanda mengerti isyarat yang di lontarkan mama terhadap ku.
aku yang langsung mengambil ancang-ancang duduk disamping mama,
dipikiran ku hanya satu semoga pertemuan konyol ini tak lebih dari 30 menit,
apalagi aku harus berusaha menjadi anak baik-baik, yang hanya mengangguk dan tersenyum kecil semua terpaksa ku lakukan karena ucapan mama tadi sebenarnya mengancam ku, mungkin saja kalau aku tak menuruti aku mungkin akan dihukum, seperti biasa,,
mata laki-laki itu terus melirik ku, aku hanya pura2 tidak mengetahuinya dan semua akan slesai,,, tahann, aku pasti bisaaa,, berakting mungkin hanya 40 menit,, SABAR wahai diri,,
ini seri anak saya yang kemaren sudah pernah saya sebut,
aku hanya tersenyum ramah.
bapak yang duduk di samping ayah ku kemudian mengangkat suaranya,
cantik anaknya dan sopan santun,, saya suka gimana dengan kamu raian,,
aku tak tahu di antara laki-laki itu siapa yang memiliki nama raian,,
owh ia perkenalkan ini putri kecil saya,, sesilia putri pranata,, menunjukkan wanita di sebelahnya,, dan yang di samping kanan saya rizky ananda pranata,, dan yang ini sambil memukul pahanya raian putra pranata,, ungkap tante-tante sosialita itu,,
owh ia, ini suami saya andrras pranata, dan saya istri dari pak andras, panggil aja tante irma,,
sambik melemparkan senyum nya ke arah ku,,
aku hanya menyambut senyum itu, dengan balas senyum tante irma.
mama langsung mempersilahkan mereka untuk minum dan memakan makanan yang sudah sedia di meja tempat kami duduk.
moms, aku mau ke toilet, ucap putri sosialita itu
mama langsung menawarkan untuk aku menemani tuan putri itu menuju toilet,, aku hanya mengiya kan,
__ADS_1
mama : ser,, temenin sesil ya ke toilet bentar
seri : baik ma, ayuk sesil mengajak sesil ke arah belkang menuju toilet,
sesil : kak, tolong pengangin tas aku ya,,
sambil menyerahkan tas nya ke seri.
seri kemudian menerima tas sesil yang sudah dititipkannya itu.
setelah selesai dari toilet,, sesil megajak seri agar tak ikut campur dengan masalah orang dewasa,
sesil : kak, ajak kin aku ke kamar kakak dong, lagian gak seru pertemuan yang membosankan yang kaku banget,,
ternyata anak in ada kesamaannya sama gue,, sama-sama gak suka yang formal,, dalan hati seri..
seri kemudian mengjak ke taman belakang rumahnya yang berdekataan dengan kamarnya juga,,
sesil : wah, cantik ya tamannya, banyaj banget bunganya,, aku suka,
seri hanya tersenyum, dan masih agak canggung dengan sesil.
sesil : ini kakak yang rawat ??
seri : ia begitulah,,
sesil : bakal seru dong kalo kakak jadi kakak iparku,, awalnya aku gak setuju, tapi karna kita sama2 suka bunga, aku yes aja deh
sambil berlari menuju semak-semak bunga mawar putih,
apa maksud dari omongan nya barusan, KAKAK IPARKU,, gak, gak mungkinnn,,,
seri kemudian menyusul sesil yang sedang asyik bermain bunga mawar,,
dan ingin memastikan perkataan yang sebelumnya,,,
####
kalo gue sih yes ya,, kalo di jodohin sama orang kaya,,, tapi antara dua sih di jodohin atau di masukkan kerja di kantor orang tajir itu,,
kalo pun di jodohin,, pasti si raian gak mau, soalnya dia gak level sama seri....
#ihope
__ADS_1