KISAH KU

KISAH KU
SAKIT


__ADS_3

setelah ku siapkan sarapan untuk raian, raian pun makan dan segera ke kantor nya. ya seperti biasa, sebenarnya ayahnya menganjurkan kami untuk pergi berlibur, kata orang rambut pirang bermata biru atau hijau itu honeymoon,,, tapi raian tak ada waktu, yah dia sendiri yang mengatakan itu tepat ketika ayahnya membelikan kami tiket honeymoon ke suatu tempat yang biada di datangi orang2 kelas atas untuk berlibur. padahal gue pengen pergi sesekali kan namanya juga di disponsori kapan lagi ia kan. tapi raian seperti nya enggan untuk berlibur, dengan alih-alih menyalahkan pekerjaan kantornya yang begitu padat, mau meeting disini lah meeting disitu lah, urus ini, urus itulah,,, entah hanya alasan ataupun itu yang sebenarnya.



aku yang hanya pekerja kantor suasta mah sah2 saja libur agak lama, apalagi semenjak diangkat jadi menantu horang ternama merangkap terkaya, terpandang, pokoknya ter,,, ter lahhhh yang membuat orang semakin segan dengan ku. tapi aku tak boleh menyombongkan status ku ini, karena suatu waktu aku tak tahu apa yang akan terjadi diakhir pernikahan ini.



aku pun masih duduk di ruang keluarga sambil menonton tv dengan khusuk nya. "ser, mami mau keluar dulu ya, kamu mau ikut gak?" tanya mami



"gak lah mi, lain kali aja ya mi, heheh" ku akhiri dengan senyuman agar mami tak kecewa karena penolakan ku.



"beneran ni?" tanya mami irma sekali lagi sambil memperbaiki kerudungnya.



"ia mi, bener,, hem",,



"okelah, hati2 ya kamu disini, kamu mau pesan apa dari mami,"



"ia mi, makasih,, gak ada mi"



"ya udah, mami jalan dulu ya" sambil berlalu meninggalkan kan yang masih duduk di depan tv, tapi kali ini aku pun mengikuti punggung mami irma dari belakang untuk melihat dan agar tak terkesan cuek bebek. mami irma pun masuk ke mobil sambil ku lambaikan tangan ku, owh ternyata dia piginya sama om pratama. mungkin acara arisan orang kaya kali ya. sambil ku tutup pintu rumah dan kembali pada kegiatan ku yang membosan kan ini.



tak terasa aku pun tertidur sambil menonton tv. alhasil tv yang nontonin guenya. "non, non,, non,, bangun non" sambil menepuk pelan bahuku



aku pun tersadar seketika "ia ada apa ya?"



"anu,,, anu non, maap sebelumnya karena lancang membangunkan non, kata nyonya besar tadi mereja malam ini gak pulang ke rumah ada hal lain. saya cuman mau nanya non. nanti non mau makan apa, biar saya masak kan,,"



"emmm,," dengan keadaan yang masih diawang2 "terserah ajalah mbak, aku mah apa aja oke kok, ikut kebiasaan disini saja mbak" ucap ku sambil membetulkan kerudung.


__ADS_1


"baik lah kalau begitu non, saya ke dapur dulu" sambil berbalik badan menuju dapur, "eh, mbak,, mbakkk" panggil ku



kembali menoleh ke arah ku " ia non, ada apa?"



"raian sudah pulang?" sambil melirik ke arah tangga



"belum non, biasanya den rian pulangnya sekitar jam 6 non"



aku pun mengangguk (bahkan mbak saja yang menjadi ART di rumah ini tau jadwal raian, sedangkan aku istrinya tak tahu apa2) dalam hati ku. "oke mbak"



aku pun memutuska untuk mandi karena memang sudah jam 4 lewat 15.



ketika keluar dari kamar mandi dengan menggunakan baju handuk berwarna putih, terkejut dengan mendapati raian yang sudah duduk di atas ranjang. seketika muka ku memerah, aku tak tau ini malu atau apa.




setelah selesai, aku pun kembali ke luar. dan "kamu kenapa raian?" tanya ku sambil mulai mendekatinya yang kini sudah mulai pucat dengan keringat yang begitu banyak ku pegang dahinya tapi seketika dia menepis tanga ku dengan kasar. aku yang terkejut hanya mampu membulatkan mata ku, karena tak menyangka apa yang akan di perbuat nya ini. "udah sakit juga masih nyarik gara-gara, hebat ni orang"



sambil menggerutu kesal aku pun meninggalkannya, siapa yang peduli dengannya, dalam keadaan begini pun masih dengan penuh keegoannya, tu orang terbuat dari batu mungkin,, menutup pintu dengan kasar,,,



aku pun turun dan ingin membantu mbak ani untuk menyiapkan makan malam, kareba aku orang nya tau diri, kan udah tinggal dirumah orang, setidak nya bantu2 lah.



"mbak lagi nyiapin apa ni?" tanyaku sambil mengambil sendok dan sesekali mengaduk masakan mbak ani



"masak sup ayam non,"



"oeuhh" sambil mngangguk anggukkan kepala.

__ADS_1



"non, tadi waktu den raian pulang dia kayak kurang sehat gitu, apa non udah liat,"



"ia kah mbak?" tanya ku kembali



"ia non, soalnya den raian kalo sakit ribet mengalahkan non sesil"



"ya udah lah mbak, aku ke atas dulu ya, mau ngecek keadaan raian"



aku pun memutuskan kembali untuk melihat keadaan raian saat ini, saat ku buka pintu tiba-tiba,,,



mata ku membulat dan terkejut dengan keadaan raian,,,, "raiannnnn" teriak ku






#jangan lupa like and komen ya guys, habis ngebaca like ya, like, jangan lupaaaaaaa,,,, love you alll,,,😍😍😍😍










__ADS_1



__ADS_2