
saat ku buka pintu kamar, tiba2 "raiannn" teriakku sambil berlari menuju arah raian, aku melihat raian yang sudah tak berdaya di lantai tergeletak sepertinya tadi dia hendak ingin mengambil minum. aku pun memapahnya untuk menaiki ranjang, dan dengan sekat tenaga ku dibantu dengan raian yang setengah sadar, ku baringkan dia di kasur dan membagus kan posisi bantal nya.
ku coba untuk memegang keningnya, "ups panas" aku pun mengambil air untuk mengkompres raian. saat ku kompres dia seperti merengek dan menngis, aku hanya bisa tersenyum "ternyata ini bos raian",,, sedang menunggu dia terbangun aku pun tertidur di sampingnya dengan memegang tangannya, bukan maksud apa-apa, ini hanya sejenis alarm, setidaknya sewaktu dia sadar aku bisa terbangun juga.
raian pun kemudian menggerakkan tangannya. aku pun langsung terbangun yah walaupun sedikit terkejut. "kamu sudah sadar" sambil memegang kembali keningnya, "huh, syukurlah panas nya sudah turun" aku pun segera keluar untuk menyiapkan makanan untuk raian, tadi sengaja memang ku masakkan bubur untuknya setidak nya agar dia bisa merasa lebih baik. "taraa,, kamu harus makan dulu, baru minum obat, oke" sambil meniup bubu yang masih panas itu kemudian ku sodorkan kearah raian. ku lihat dia menggeleng. "hah, kamu gak mau makan maksudnya"
kembali ku sodorkan sendok yang sudah berisi bubur. dia pun kembali tak ada respon dan kesabaran ku pun hilang "raian, plis, kmu makan dua sendok saja ya, ini demi kamu, oke habis kamu semua ini terjadi aku gak bakal ungkit dan anggap aja ini mimpi" ucapku
ku sodorkan kembali akhirnya dia mau melahapnya "nah gitu dong, anak baik" sambil menepuk-nepuk kepalanya dengan lembut aku pun tersenyum. karena dia tak berdaya untuk marah dia hanya bisa diam seperti anak kecil yang sedang dinasehati oleh orang tuanya, "lucu juga sih".
ku ambil kan minumnya dan membukakan obat yang memang sengaja ku beli ke apotik terdekat tadi sebelum raian sadar.dia pun meminum obatnya dan segera kembali mengambil posisi untuk istirahat kembali.
ku betulkan kembali posisi bantalnya dan menyelimutinya. aku pun membawa piring bekas bubur dan gelas air minun yang sudah kosong ke dapur.
aku pun berinisiatif untuk mengambil kan stok minum, jika nanti pas raian tersadar dari tidurnya dia ingin minum, karena setahuku orang sakit harus banyak minum air sih. ku letakkan kembali botol minum yang berisi air hangat. sambil menuju ke arah raian, "kalo kamu butuh apa-apa bilang aja ya" ucapku walaupun posisinya raian sudah tertidur.
##pagi
__ADS_1
aku pun bagun pagi tepat jam 5 pas, setelah shalat, aku pun melirik sebentar kearah raian, dia memang tak sepucat tadi malam, tapi sepertinya dia masih belum sembuh total.
aku pun turun kebawah untuk membantu mbak ina beres-beres rumah dan menyiapkan sarapan pagi, sekalian ku masakkan bubur untuk raian. "gimana keadaan den raian non?" tanya mbak ina sambil mengaduk sayur
"udah gak panas lagi sih mbak, tapi mbak jangan bilang ya sama mami irma, kalau raian sakit"
"siap buk bos" sambil tersenyum
"non nantik mau dimasakin apa buat makan siang?"
"mbak aku ke atas dulu ya, mau ngasi raian makan pagi, biar bisa makan obat lagi" sambil mengangkat nampan yang berisi bubur, buah, dan susu.
ku buka pintu kamar dengan pelan takut kalau raian terbangun. saat masuk tak ku dapati raian di dalam kamar, "dimana ya anak ini, baru sembuh juga udah petak umpet aja ni",,, ku letakkan nampan itu dan akhirnya aku lega melihat raian yang keluar dari kamar mandi yah sepertinya dia barusan mandi, mungkin untuk menyegarkan tubuhnya.
__ADS_1
aku hanya bisa tertunduk karena raian yang hanya memakai anduk sepinggang dengan bertelanjang dada. "aku udah letakin sarapan mu di meja itu, jangan lupa habis makan bubur, langsung minum obatnya" segera ku tinggalkan raiam dengan kepala tertunduk.
raian hanya tersenyum, melihat tingkah laku ku yang seketika aneh itu.
#like
#comment
#habis baca like
#terimong genaseh (terima kasih)
__ADS_1