
dengan seketika jantung ku masih berdetak dengan kecepatan diatas rata-rata. aku harus memikirkan agat hal yang aku pikirkan itu tidak terjadi,,, ayo,,, ayolah berfikir,,,
akhir,,,, aku sengaja memalingkan wajahku dari wajahnya dengan mata yang masih tertutup. "amannn,,," dalam hati berkata.
raian pun berdiri meninggalkan ku yang masih tertidur di sofa.
ku buka mata ku, "ya ampun,, hampir saja". gue pun memilih untuk kembali ke tempat tidur, tak disadari raian pun kembali dan melihat ku yang sudah di ranjang.
"gue mau tidur disini" ucapnya dengan dingin.
"terus gue tidur dimana?",,, sambil menggaruk kepala,
"noh, disono,," sambil mengarahkan matanya ke arah sofa.
"kalo gue gak mau gimana?",,, hahhh,,, sambil mngangkat alis,,,
"oehh,,, itu berarti lo paham kan ini malam pertama kita tidur bareng. jangan-jangan lo mengharapkan situasi itu terjadi?,, sambil mendekat kearah ku yang masih duduk di ranjang,,
muka ku yang memerah, "ma,,maksud kamu apa, gue gak ngerti"
"oke, baiklah kalo kamu gak ngerti. aku bakal buat kamu ngerti dan faham" dia kemudian semakin dekat dengan ku dan mendekatkaj wajahnya ke wajah ku,,, tiba2 tangan ku refleks dan mendorongnya,, "dasar cabull",, sambil bangkit dari ranjang itu dan mengambil bantal serta selimut.
raian pun tertawa menang, sambil merebahkan badannya ke ranjang dan melambai "gue menang, ini milik gue, jangan coba2 untuk meniduri tempat tidur ku"
"lo bakal tau akibatnya",,
gue hanya menatap nya dengan sinis,,, (kita tunggu aja, apa lo bakal bisa mempertahankan perjanjian bodoh ini),, berkata dalam hatiku.
kukkkkuruuuyuuuuuuuukkkkkkkkkkk
pagi pun tiba,
aku pun terbangun dannnn,,, dannnn,, ku lihat jam sudah menunjukan pukul 10, "ya ampun, dengan mengusap wajahku "baru hari pertama jadi menantu udah buat hal buruk, masa ia gue bangun jam segini, ini gara-gara raian" ku lirik ke arah tempat tidur tak ku dapati sosok yang baru pagi sudah membuat ku marah.
__ADS_1
aku pun segera merapikan tempat tidur dan sofa, kemudian memilih untuk mandi terlebih dulu sebelum turun ke bawah. "ya ampun, gue malu banget kalo sempat om pratama masih ada di rumah"
setelah selesai membersihkan diri, aku pun memutuskan untuk turun menemui tante irma.
tante irma yang ku lihat masih sibuk di dapur, aku tak tahu apa yang di lakukannya tapi apapun itu harus bantu deh namanya juga mak mertua,, hahahah,,, dalam hati
"pagi tante, upsss,, udah hampir siang sih, hehe" ucap ku sambil malu-malu.
"pagi juga seri"
"tante sini biar aku bantu" sambil merampas piring kotor yang ada di tangan tante irma.
"gak apa-apa kali ser, tante tau kamu pasti kecapean kan selama resepsi kemaren, jadi hari ini kamu santai aja ya, anggap rumah sendiri," kata2 tante irma buat aku terharu.
"baik banget sih tan"
"siap bos mami",,, sambil tersenyum lebar
"ya sudah kamu makan dulu yak"
"ia, makasih yah tan, eitss mami" aku pun melahap sarapan pagi yang memang bukan mami yang siapin tapi ART tang ada dirumah ini
"mi,,, raian kemana ya, kok gak keliatan?",,,
"owh,, dia biasa kalo pagi-pagi itu olah raga dulu keliling kompleks ini, apalagi kalau lagi libur pasti baliknya lama, paling nongkrong sama dimas"
"oeh,," sambil mengangguk kan kepala dan melahap nasi goreng yang menjadi sarapak pagi ini.
setelah selesai makan pagi, aku pun membantu mbak ina beres2 rumah, maklum masih dalam mode libura. jadi bosen kalo kebanyakan diem.
__ADS_1
tante irma yang lewat langsung melihat ku mencuci piring "ya ampunnnn,,, seri,, kok nyuci piring sih"
"gak papa kali mi, ini seri lagi bosen jadi gini, nyarik kerjaan, sekalian ngebantuin mbak ina, iakan mbak"
"maaf nya,,, tadi sudah saya larang, tapi dia agak bandel maksa terus"..
"ia gak papa mbak".
tiba2 raian datang dari arah pintu samping dengan pakain kaos yang begitu tipis.berwarna putih dan celana olahraga yang terkesan maco,,,
"ada apa ma, ribut2?,, ini pasti kerjaannya cewek ni"
"ye ni anak datang-datang nyalahin gue"
"ya ampun, sudah2 jangan ribut-ribut, suami istri gak boleh bertengkar harus rukun selalu" kata mama irma yang menjadi penengah kami.
"aku mau ke atas dulu ya ma" menuju lantai atas.
mami irma pun mencolek aku, "sana siapin sarapan buat suami kamu seri",,
"sekarang ma",,,
"ya sekarang lah, sambil berjalan meninggalkan aku yang masih membulatkan mata, "sarapan buat suami?,,,, yang bener aja... no..
__ADS_1