
Halo namaku Rion Danendra Febrian, umurku 17 tahun. Aku lahir dan besar di jakarta, dan Aku kini masuk SMA Negeri Putra Bangsa Bogor. Aku mendapat tantangan dari ayahku untuk tinggal di Desa dan aku menerima tantangan itu.
" Rion, kamu sudah bersiap siap untuk besok?" Tanya pak Herman, ayahnya. " sudah ayah. Besok jam tujuh aku berangkat." Ucap Rion.
" Bagus... gapapa ya.. ayah sengaja menantang kamu, kalau kamu berhasil berarti kamu sudah dewasa." Ucap Pak Herman.
" Kakak bakal ninggalin kita berdua?" Tanya Anindya dan Annisa, adik Rion. " kakak enggak akan meninggalkan dua adik kakak yang cantik ini kok. Kakak hanya menerima tantangan saja." Ucap Rion.
" Kakak... aku ikut!! Ayah aku boleh ya ikut sama Kak Rion??" Pinta Anindya. " enggak Anin, biar kak Rion saja yang pergi." Ucap Pak Herman.
" ya sudah. Kalau begitu, ijikan aku tidur bersama kak Rion." Pinta Anindya. " iya aku juga," Ucap Annisa. " iya.." Ucap Pak Herman.
Rion berbaring di tempat tidurnya bersama Anindya dan Annisa. Sambil memainkan ponsel miliknya, iya mengusap kepala dua adiknya yang kini beranjak dewasa.
" maafin kakak ya!! Kakak harus pergi... ini untuk Menjalani tugas kakak untuk memasuki masa dewasa." Batin Rion dalam hati.
Setelah sampai stasiun senen, Rion berpamitan kepada kedua orangtuanya dan Dua adiknya. " aku pamit ya ayah... ibu... doakan aku agar selamat sampai tujuan." Ucap Rion yang mencium tangan kedu orangtuanya.
__ADS_1
" iya nak... Ibu tunggu kepulanganmu." Ucap Bu Erna. " Annisa...Anindya... kakak pergi ya... kalian jangan nakal...jadilah anak yang baik..." Ucap Rion yang mencium kening kedua adik kesayangannya.
" iya kakak..." Rion pun melambaikan tangan tangan pada keluarganya dan masuk kedalam gerbong kereta Commuterline yang akan mengantarnya menuju Bogor.
( ilustrasi Kereta berangkat)
Di perjalanan, ia menatap foto kedua adiknya yang sangat ia sayangi. " Sabar ya adik adik... kakak akan pulang setiap liburan." Ucap Rion yang memasukan kembali foto kedalam dompetnya.
( ilustrasi kereta sampai di Stasiun Bogor)
Ia pun turun dari kereta dan berjalan menuju pangkalan ojek yang ada di dekat stasiun.
" Ojek Dek?" Tanya Seorang pengemudi ojek yang menawarkan jasa ojek motor pada dirinya. " oke.. 100 ribu sampai Desa Ciwaru Indah bisa tidak?" Tanya Rion.
" boleh boleh... ayo." Ujar tukang ojek itu. Rion pun menaiki ojek itu dan ojek itu mengantarnya menuju Desa Ciwaru Indah.
( ilustrasi Rion sedang dalam perjalanan menuju desa)
__ADS_1
Kearifan lokal di desa sudah Rion rasakan. Mulai dari masyarakat yang saling bercengkrama dan masyarakat yang saling sapa kepada satu dengan yang lain.
" Adik Masih sekolah?" Tanya tukang ojek itu. " masih pak, ini baru mau kelas 1 SMA." Ucap Rion.
" oh baru SMA. Saya kira udah kuliah dek." Ucap tukang ojek itu. " iya.. nanti masuk gang desa dan di rumah no 55." Pinta Rion.
( ilustrasi Rion sampai di rumah yang di maksud)
" Sampai dek." Rion turun dari motor dan memberikan uang 110 ribu pada tukang ojek itu. " alhamdulillah... makasih ya dek." Ucap tukang ojek itu.
" sama sama." Rion pun membawa tas ransel dan kopernya ke dalam rumah.
" Aahh keren... pemandangan gunung salak dan hamparan sawah membuatku menjadi tenang. Bogor aku sudah datang!!!" Teriak Rion dari depan rumahnya.
" aku harus segera masuk kedalam rumah." Ucap Rion.
" Aahhh akhirnya... setelah perjalanan jauh... aku bisa istirahat disini." Ucap Rion yang berbaring di tempat tidurnya. Beberapa menit kemudian, ia tertidur.
__ADS_1