
20 November jam setengah dua siang
" Rion, tolong antarkan buku ini ke kelas MIPA 3 ya!!!" Pinta Bu Rina, guru mata pelajaran bahasa Inggris. " baik bu," Rion mengambil buku itu.
" Naufal sama Fahri bantuin bawa ya!!" Ucap Bu Rina. " baik bu," Fahri dan Naufal membantu Rion membawa buku ke kelas MIPA 3.
" ayo Ri, kita ke kelas MIPA 3." Ucap Fahri. " iya ayo, hati hati jalannya licin sisa hujan tadi." Ucap Rion. " iya Rion." Ucap Fahri.
( ilustrasi Rion,Naufal dan Fahri sedang berjalan menuju kelas MIPA 3)
" ini kelasnya... coba lu ketuk pintunya." Ucap Rion. " lu aja lah... kan lu yang disuruh Bu Rina tadi." Tukas Naufal. " yaudah gua ketuk ya!!" Ucap Rion.
"Tok...tok...tok.."
" masuk saja," Sahut seseorang dari dalam.
Ketiga anak itu masuk dan membuat Intan,Marsha dan Argina meleleh karena ketampanan mereka.
" Wiss.... ganteng sekali trio anak ini..." Ucap Marsha pada Intan dan Argina.
" apalagi si Fahri, dulunya dia bandel banget...sekarang dia udah ganteng dan dingin kayak oppa korea." Ucap Argina.
__ADS_1
" maaf ini ada buku Bahasa Inggris dari Bu Rina... milik kelas MIPA 3." Ucap Rion.
" iya.. makasih ya Rion." Ucap Marsha. " iya sama sama.. kalau begitu kita bertiga pamit lagi." Ucap Rion. Sebelum keluar Rion memberikan kertas kecil pada Marsha.
" apa ini?" Rion tak menjawab, dia keluar dari kelas MIPA 3 bersama Fahri dan Naufal.
Marsha membaca surat itu dan ia terkejut karena Rion menunggunya di parkiran sekolah. " gimana ini Intan,Argina?" Tanya Marsha.
" ya... itu kan urusan kamu bukan kita berdua." Ucap Intan.
Jam pulang sekolah
Rion sudah sejak tadi menunggu, ditemani Fahri dan Naufal. Namun, Marsha tak kunjung datang. Setelah hampir setengah jam, Marsha akhirnya datang bersama Argina dan Intan.
" Naufal...Fahri kalau lu berdua mau jalan sama pasangan lu masing masing. Duluan aja, gua ada urusan sama si cewek manis ini." Ucap Rion.
" Manis? Ish aku jadi malu!!" Ucap Marsha sambil menutup wajahnya yang memerah.
" oke Ri, ayo Gin." Ucap Naufal. " ayo Intan..." ucap Fahri. Dua temannya sudah pulang duluan dengan pasangan masing masing, tinggal menyisakan Rion dan Marsha.
" Terus mau kamu apa? Aku mau pulang..aku capek pengen istirahat." Ucap Marsha dengan nada tinggi.
__ADS_1
" idih cantik cantik emosian. Entar cantiknya hilang lho." Ucap Rion.
" apa sih Rion? Mentang mentang kemarin kamu bawa aku pulang dan dikasih makan sama kakak aku. Kamu godain aku.." Gerutu Marsha.
" Ayo pulang gua anterin... syukur syukur ini gratis lho...daripada naik angkutan umum harus bayar empat ribu." Ucap Rion.
" mending naik angkutan umum... daripada naik motor sama orang nyebelin kayak kamu." Gumam Marsha.
" suruh siapa tadi kagum sama gua?" Tanya Rion. " eh kegeeran aja kamu." Ucap Marsha.
" siapa juga yang geer?" Tanya Rion. " aahhh bodo amat..aku pengen pulangnya jalan aja." Marsha berjalan menuju Gerbang dan.....
"Gubraghh" Marsha terjatuh hingga membuat lutut dan tangannya terluka. Ia pun menangis kesakitan.
"Aaa!!! Mama.....sakit!!!" Teriak Marsha yang menangis. " nah kan ngeyel sih... sini gua obati... mana yang sakitnya??" Tanya Rion.
" ini.. tunjuk Marsha pada siku dan lututnya. " Yaudah sini.... " Ucap Rion. "Aaa!!! Sakit... pelan pelan dong!!!" Ucap Marsha.
" iya ini juga pelan pelan.. nah sip beres tangan dan lutut kamu sudah di perban." Ucap Rion.
" silakan...katanya mau pulang sendiri.." Ucap Rion. " Aaa!!! Sakit... aku enggak bisa jalan." Ucap Marsha sambil menangis.
__ADS_1
Rion memutarkan motornya lalu menggendong Marsha agar duduk di jok belakang motor gedenya. " Haaa??? Jantungku Deg degan sekali.... hatiku juga tidak karuan. Ya ampun...inikah rasanya...saat orang ganteng peduli sama aku?" Tanya Marsha dalam hati. Rion kemudian naik keatas motornya dan mengantar Marsha pulang ke rumahnya.