
31 Desember Jam setengah satu siang
" Anindya!!! Ikut kakak yuk!!" Ucap Rion. " kemana kak?" Beli jagung sama daging ayam untuk nanti malam kita bakar bakar di rooftop Villa.
" ayo!! Annisa gimana?" Tanya Anindya. " iya ya, kakak saja deh yang mencari jagung dan daging ayamnya." Ucap Rion.
" yaudah kalau begitu Anin kembali ke kamar ya.." Ucap Anindya. " yaudah kakak pergi dulu ya!!" Ucap Rion.
Rion pergi ke rumah Pak Asep, karena beliau lah yang menjual jagung untuk keperluan malam tahun baru. " Assalamualaikum pak.." Ucap Rion dengan ramah. " waalaikumsallam...." Ucap pak Asep ramah.
" pesanan Rion udah disiapkan bukan pak?" Tanya Rion. " iya, ini semuanya menjadi Tiga puluh ribu." Ucap Pak Asep. " ini uangnya pak." Ucap Rion.
" oke makasih ya den..." Ucap Pak Asep. " oke kalau begitu saya pamit dulu." Ucap Rion dengan ramah. Ia pun menancapkan gas motornya sambil mencari penjual daging ayam.
" nah ini dia ketemu." Ucap Rion yang menepikan motornya. " Bu daging ayamnya 4 Kilo campur ya!!" Ucap Rion yang menunggu di motornya.
__ADS_1
" ini mas jadi 34 Ribu." Ujar ibu itu. " ini uangnya bu. Makasih ya." Ucap Rion. " sama sama.." Ucap Ibu itu. Rion pun melanjutkan perjalanan pulang ke rumahnya.
" Kakak udah pulang??" Tanya Anindya. " iyaa... ini kakak dapat semuanya." Ucap Rion. " oke kak... nanti malam kita bakar bakaran di rooftop." Ucap Anindya dengan senang.
" Halo? Fahri bilang ke anak anak yang lain nanti malam kita makan makan diatas rooftop." Ucap Rion. " siap Ri..." Ucap Fahri dengan semangat.
Jam setengah dua belas malam
Rion menyalakan bara api di pembakaran elektrik miliknya. Lalu ia menyimpan jagung yang sudah dilumuri Margarin. Ia membolak balikan jagung itu.
" siap Ri..." Fahri dan Naufal pun membakar Ayamnya. " ini buat siapa saja Ri? Banyak bener..." tanya Fahri. " buat yang ada aja." Ucap Rion.
" kan tamu cuman kita berdua...Intan sama Argina pulang kampung ke Bandung dan Garut." Ucap Fahri. " Marsha kemana?" Tanya Fahri. " Marsha ke Banten katanya mah. Katanya." Ucap Rion.
" oh yaudah..." Ucap Fahri.
__ADS_1
Beberapa menit sebelum pergantian tahun
" kakak...ayo pesta kembang api akan segera dimulai.." Ucap Anindya dan Annisa. " udah mateng semua kan?" Tanya Rion. " udah ri," ucap Fahri.
" Ahhh panas!! Teriak Naufal saat mengigit jagung bakar. " pelan pelan Fal." Ucap Rion. Pesta kembang api pun dimulai dan Tahun resmi berganti.
Angin berhembus kencang, langit berubah menjadi gelap gulita. Suara kembang api menggelegar diseluruh sudut Tempat. Kondisi tepat di kaki gunung Salak membuat udara terasa dingin. " Brrr.... dingin sekali.." Gumam Anindya yang mengigil kedinginan. Rion yang melihat moment itu, segera melepas jaket miliknya dan Mengenakan jaketnya itu pada adiknya.
" Nih pake Anin." Ucap Zafran yang memakaikan Jas Almamater miliknya pada Dinda. " makasih ya Zaf," ucap Dinda dengan senang hati. " kalau begitu aku permisi dulu." Ucap Rion yang ke pinggir rooftop dan duduk di depan villanya menyaksikan pesta kembang api yang akan segera dimulai.
Rion masih terdiam di tempat duduknya. Ia masih memikirkan Soal rencananya itu. " Hmm... apakah saat ini merupakan saat yang tepat untuk membawa Marsha ke ibu dan ayah?" Tanya Rion pada dirinya sendiri. Kedua kalinya, suara hati Zafran terdengar oleh Anin. ia pun duduk disamping Rion.
" Kenapa kak? Aku tahu, kata hati kakak ingin mengatakan bahwa saat ini lah yang paling tepat untuk Menyatakan cinta? ke siapa? " Ucap Anin yang bertanya pada Rion " sutt anak kecil jangan ikut campur." ucap Rion.
Happy New Year
__ADS_1