
18 Februari jam setengah Delapan malam
Di depan laptopnya, Alesha menulis tentang apa yang sudah ia dapat hari ini. Ia begitu tertarik dengan sikap Rion yang ramah,Baik dan Sopan. Serta wajahnya yang tampan membuat Alesha selalu senyum senyum sendiri.
" Siapa ya yang tau soal si Rion itu?" Tanya Alesha. " coba aku telepon si Fitri, mungkin dia tau." Ia pun menekan ikon telepon di kontak whatsapp miliknya. Ia pun menanyakan Tentang Rion pada Fitria.
" halo Fit, aku pengen nanya dong!!" Ucap Alesha. " tanya apa Alesha?" Tanya Fitria. " aku pengen nanya soal Rion, kamu tahu enggak dia orangnya kayak gimana?" Tanya Alesha.
" Rion? Dia wakil ketua kelas disini...kalau nanya soal mukanya mah...beuh ganteng banget...anak anak cewek disini semuanya tertarik sama dia...cuman dianya menolak." Ucap Fitria.
" oh... terus?" Tanya Alesha. " dia anaknya Mantan berandalan sama kayak temannya, Fahri dan Naufal." Ucap Fitria. " lagi?" Tanya Alesha.
" Si Rion dia pernah bicara sama aku kalau dia mantan berandalan." Ucap Fitria. " nah itu yang menarik...mantan Berandalan kayak gimana?" Tanya Alesha.
__ADS_1
" dia sebenarnya anak pengusaha di jakarta, tapi dia disuruh tinggal disini buat perbaikan sikapnya. Di SMP nya dia pernah cerita kalau dia itu ahlinya dalam bikin kasus di sekolahh...Bolos,Terlambat ke sekolah,bikin gaduh di kelas...sama dia ikutan kayak geng motor begitu. Tapi, semenjak kecelakaan dan dia koma selama sebulan, ia mulai kayak tobat begitu.. datang sekolah tepat waktu...di dalam kelas enggak terlalu banyak bicara, sama udah enggak gabung lagi tuh yang namanya geng motor." Ucap Fitria.
" ish aku jadi enggak sabar buat ngobrol langsung sama dia." Ucap Alesha. " buat apa emang?" Tanya Fitria. " aku itu kan seorang penulis buku...aku tertarik dengan Rion makanya aku mau buat buku tentang dia.." Ucap Alesha.
" iya... semoga sukses ya bukunya.." Ucap Fitria. " makasih ya.." Ucap Alesha dengan rasa senang.
" Marsha..kamu udah tau tentang Rion?" Tanya Intan. " kenapa emang?" Tanya Marsha. " itu si Rion, di sekolah ada murid baru namanya Alesha. Dia kayaknya suka sama Si Rion." Ucap Intan.
" kalau emang benar ya Bagus." Ucap Marsha. " kok kamu begitu sih?" Tanya Intan. " itu karena, aku sudah menjadi adik dari Rion, sejak ke jakarta beberapa hari yang lalu... aku resmi diadopsi oleh Rion." Ucap Marsha.
" dia sakit demam berdarah... tadi Fahri yang bawa dia kerumah sakit." Ucap Intan. " ish kasihan banget... nanti kita jenguk dia yuk!!" Ucap Marsha.
"Boleh... besok ya!!" Ucap Intan.
__ADS_1
" Lagi pada ngegibahin gua nih??" Tanya Rion yang datang hanya mengenakan baju kaos tanpa lengan dan celana jogger berwarna abu.
" eh.... enggak... enggak... kita cuman..." Ucap Intan terbata bata. " jangan bohong...atau nanti gua laporin Naufal nih.." Ucap Rion mengancam.
"Ish jangan dong!! Iya kita ngaku kalau kita lagi ngomongin hubungan kamu dengan Alesha." Tukas Intan.
" itu bukan urusan lu... dah lah gua mau main keluar dulu." Ucap Rion yang membalikan badannya lalu keluar kamar.
" Intan... aku ingetin ya...kamu jangan pengaruhin Rion supaya suka sama Alesha.. dan juga jangan pengaruhin dia supaya enggak suka sama Alesha. Suka atau enggak, itu haknya Rion." Ucap Marsha.
" iya..." Ucap Intan.
Rion mendengarkan pembicaraan dua gadis itu dan didalam hatinya ada Rasa suka kepada Alesha. " maafin gua sha, sebenarnya kakak suka sama Alesha... dia sangat cantik dan menarik. Kamu jangan marah ya...kamu juga cantik dan hebat. Apalagi sekarang kamu adalah adikku. Walau sebagai adik adopsi. Tapi kakak tetap menyayangimu seperti Anindya dan Anissa." Batin Rion dalam hati.
__ADS_1
sebenarnya suara hati Rion di dengar Oleh Marsha. Ia pun sedikit tersenyum sambil menahan air matanya yang selalu hampir terjatuh.