
13 Juli jam setengah Tujuh pagi
Rion menyalakan mesin motor miliknya, dibelakangnya ada Marsha yang diam di kursi roda bersama Ayla. " kak, hati hati ya!!!" Ucap Marsha. " iya.. kakak berangkat ya!!" Rion menancapkan gas motornya menuju stasiun Bogor.
Baru setengah jam perjalanan, dan posisinya baru mencapai daerah cimanglid. Rion berpapasan dengan Argina dan Rispandi, teman satu komunitas pecinta bus. Argina meminta Rion berhenti untuk memberikan surat undangan pernikahannya.
" Halo Ri..." Sapa Argina yang berdandan cantik bersama Rispandi. " ada apa Ar?" Tanya Rion. " ini ada surat undangan pernikahan aku sama Mas Pandi." Ucap Argina.
" kamu akan menikah? Fahri udah tau hal ini belum?" Tanya Rion. " belum...aku mau bertemu dengannya takut salah paham." Gumam Argina.
" yaudah gua ada Edi." Ucap Rion. " Ide...lawak lu?" Sahut Rispandi. " eh bentar...kok gua pernah dengar istilah itu?? Oh ini mah mastahnya video bis...mas Rispandi." Ucap Rion.
" halo stah..." Sapa Rion. " halo...Oh iya Si Rion ini mah...pengusaha Travel itu??" Tanya Pandi. " iya... masa lu kagak inget?? Lu kan parner gua!!" Ucap Rion. " eh iya ya.. ini surat undangan buat Band di sekolah lu, lu bertiga secara langsung, dan lu pribadi." Ucap Pandi.
" kenapa kagak dibikin satu aja?" Tanya Rion. " iya juga ya.. aduh jadi pikun kayak gini euy.." Ucap Pandi. " Gimana sih mastah? Tapi yaudah... gua pergi dulu... gua punya solasi supaya Fahri bisa menerima kenyataan ini." Ucap Rion.
__ADS_1
" Solusi Rion Man." Ucap Argina yang kini nampak bahagia. " iya tau... gua pergi dulu ya!!" Ucap Rion.
Rion menelepon Fahri yang sedang mengantar barang Cash on Road ( COD) di jembatan merah, Kota Bogor.
" Halo Fah?" Tanya Rion. " sebentar Ri... ini barangnya..." Ucap Fahri. " ini uangnya.." Ucap Pembeli barang jaket yang dijual oleh Fahri. " oke makasih.. ada apa Ri??" Tanya Fahri..
" Gua ada tugas kemanusiaan buat lu!!" Ucap Rion. " tugas? Siap bro!! Tugas apa??" Tanya Fahri. " jemput adik gua di stasiun..nanti gua kirim fotonya via chat. Nanti juga gua bakalan kasih tau Anindya..ntar lu disangkanya penculik. Nanti lebih panjang urusannya." Ucap Rion.
" tuh fotonya udah gua kirim. Lu segera kesana..sekarang gua mau kasih tau adik dulu." Ucap Rion. " iya.." Fahri segera menutup teleponnya, lalu pergi ke stasiun Bogor.
" Halo adik?" Tanya Rion. " apa Kak? Aku masih di kereta.." Ucap Anindya. " kakak enggak bisa jemput...ada urusan mendadak dengan Klien di Tajur. Tapi nanti ada Teman kakak yang akan Jemput kamu." Ucap Rion.
" Heran punya kakak!! Main kasih adiknya ke temannya begitu saja!! Emangnya gua anak murahan gitu? Enggak lah... gua kan anak kota!!" Gumam Anindya dalam hati.
Rion pun masuk kedalam warung di pinggir jalan, karena tadi dia lupa minum." Ke warung dulu ahh.." Ucap Rion. " Bu beli air mineral botolnya satu." Ucap Rion. " ini uangnya bu." Rion melihat Intan sedang bersama Alesha di warung itu.
__ADS_1
"Hai," Sapa Rion. " hai Rion, katanya kamu mau jemput adik kamu?" Tanya Alesha. " iya... tapi enggak jadi.. Gua udah suruh Fahri." Ucap Rion.
"Fahri? Kok dia sih?" Tanya Intan. " itu kabar buruknya...sebenarnya itu ide gua... soalnya..Begini.." Rion membisikan sesuatu di telinga Intan dan Alesha. " apaa?? Argina mau menikah??" Tanya Intan yang tak kuasa meneteskan Air mata.
" iya...tapi kini mau dia dijodohkan atau pilihan dia sendiri...tidak apa apa... ini hak dia.." Ucap Rion. " Aku kini benar benar kesepian... aku kehilangan sahabat sahabatku." Ucap Intan. " Intan kok kamu ngomong begitu?? Aku ada...Rion ada...Fahri ada... mereka tidak akan pernah meninggalkanmu." Ucap Alesha.
" Udah...aku mau pulang..." Intan pun pulang meninggalkan Rion dan Alesha di warung itu. " terus gimana ini Ri..??" Tanya Alesha. " tidak apa apa, mungkin dia butuh istirahat." Ucap Rion. " Ke rumahku yuk!! Adikku akan datang hari ini." Ucap Rion. " Boleh.." Ucap Alesha.
" Fahri...Muka kucel...Tinggi kagak pendek kagak... sumpah punya kakak gini amat ya!!" Gumam Anindya.
" Misi.. kak Fahri bukan??" Tanya Anindya. " iya.. Anindya ya!! Yahh gua jadi kayak ojol begini..." Gumam Fahri. " ayo naik." Ucap Fahri. Anindya menaiki motor Fahri dan mereka pun berjalan menuju rumah Rion. Di perjalanan karena beberapa kali motor Fahri berguncang, Anindya memeluk Fahri. Namun, pelukan itu membuat Fahri yang tadinya risih menjadi sedikit nyaman.
" sampai juga.." Ucap Fahri. " eh Adik cantik udah datang." Sambut Rion dengan sikap tak merasa bersalah. " Apa sih?? Kenapa kakak nyuruh teman kakak buat jemput aku?" Tanya Anindya.
" maafin gua ya Fahri...sebenarnya gua dapet info kalau Argina akan menikah. Calonnya cukup ramah kok sama gua..pasti sama lu juga ramah." Ucap Rion.
__ADS_1
" iya gapapa...tadi di jalan karena banyak lubang...motor gua goyang goyang...adik lu meluk gua tapi nyaman juga sih." Ucap Fahri.
" kan gua bilang juga apa.." Ucap Rion. " kalian berdua sekongkol ya?? Ish enggak lucu tau!!" Ucap Anindya yang membawa tas gendongnya kedalam rumah. " tas ransel,paperbag dan Kopernya bawain kedalam sebagai hukuman kalian." Ucap Anindya yang berjalan menaiki tangga.