
23 September jam setengah delapan pagi
Semua orang sudah berkumpul di Villa milik Rion, untuk mengikuti proses pernikahan Ayla. " saya terima nikah dan kawinnya Ayla dengan mas kawin tersebut dibayar tunai." Ucap Ardhan dengan lantang.
" bagaimana para saksi?" Tanya Pak penghulu.
"Sah!!!" Ucap Para hadirin yang menyaksikan proses akad nikah Ayla dan Ardhan.
" Alhamdulillah," ucap semua hadirin di tempat itu. " akhirnya kak Ayla resmi juga jadi istrinya om Ardhan." Ucap Rion yang mengenakan batik dan Alesha yang mengenakan Kebaya berwarna ungu.
" iya makasih ya," Ucap Ardhan dan Ayla.
" Kambing guling i'm coming." Ucap Rion,Naufal dan Fahri.
" disini mana ada kambing guling?" Tanya Naufal.
" Eh iya ya, ayolah kita makan...udah lapar gua dari tadi." Ucap Rion yang berlari menuju meja prasmanan.
" Mas Rion, udah dong!! Dari tadi udah makan tiga piring belum cukup juga?" Tanya Alesha. " enggak tau, bawaan baby kayaknya." Ucap Rion.
__ADS_1
" harusnya aku yang gitu, emang bisa aku yang hamil dan kamu yang ngidam?" Tanya Alesha.
" Bisa... coba aja kamu test sekarang." Pinta Rion.
Alesha pun pergi ke kamar mandi untuk mengetest apakah dia hamil atau tidak.
" ha?? apa?? aku Positif? Mas Rion pasti senang lihat ini." Ucap Alesha yang merasa senang.
"Mas Rion... ini hasilnya...ternyata benar..didalam perut aku ada anak kamu mas." Ucap Alesha.
" hah? Pantas saja aku tadi makan tiga kali nambah. Terimakasih ya alesha." Ucap Rion.
...****************...
Jam menunjukan setengah tiga malam, Rion terbangun untuk pergi ke kamar mandi. Saat ia melintasi kamar Marsha ia melihat Marsha tertidur, namun tidak ada nafasnya.
" Marsha?? Kok badan kamu dingin seperti ini?" Tanya Rion. " Hah? Tidak ada detak jantungnya?? Marsha bangun sha.... Mama...papa... " teriak Rion.
" kenapa Ri?" Tanya pak Herman yang muncul dari balik pintu.
__ADS_1
" Marsha pa... Marsha udah enggak ada.." Ucap Rion. " hah? Apa?? Enggak...enggak mungkin Marsha... sha bangun sha.." teriak Pak Herman.
" Marsha?? kamu kenapa??" Tanya Ayla bersama Ardhan.
" Marsha udah meninggal Ayla, kena serangan jantung sepertinya." Ucap Rion.
" Hah? Enggak.. enggak mungkin...jangan ninggalin kakak dong Sha.... kamu kan pengen liat keponakan kamu!!!" Ucap Ayla.
" Rion... sebenarnya Marsha ini adalah sepupu kamu sendiri... dia memang sudah lama tidak bertemu denganmu sejak mama dan papa kamu pisah dulu." Ucap mama nya.
" hah?? Untung saja mama mengadopsi dia dulu. Kalau tidak, mungkin aku bisa terjebak cinta dengan sepupuku sendiri." Ucap Rion.
Pemakaman sudah selesai, semua pelayat sudah pulang ke rumah masing masing. Di kuburan Marsha masih ada Rion,Ayla,Ardhan dan pak Herman. Mama nya menjaga Alesha yang sedang hamil muda.
" Dek... kenapa kamu meninggalkan kakak begitu cepat sih?" Tanya Ayla sambil menangis. " sudahlah Ay, ayo pulang." Ucap Rion.
" iya, Marsha.. kakak pulang ya!! Tenanglah disana!!" Ayla bangkit dari duduknya, lalu ia pergi meninggalkan makam adiknya bersama Ardhan,Rion dan Pak Herman.
Di dekat makam Marsha, ada Marsha yang sudah mengenakan pakaian serba putih. Wajahnya yang cantik dan ia sudah berdiri sempurna. Ia hanya meneteskan air matanya saat semua anggota keluarganya meninggalkannya disini.
__ADS_1