Kisah Mantan Berandalan

Kisah Mantan Berandalan
Perjuangan


__ADS_3

Jam setengah Empat sore


" Alesha!!!" Panggil Rion yang berlari mendekati Alesha di dekat gerbang. " kenapa? Jadi enggak ke rumah sakit?" Tanya Alesha. " jadi, ayo naik ke motorku." Alesha pun menaiki motor Rion. " nih pake helmnya." Ucap Rion.


" aku enggak bisa mengklik Sabuknya." Gumam Alesha, Rion pun membalikan badannya lalu memakaikan helm kepada Alesha. Hal itu membuat Alesha terdiam dan terkejut. Apalagi Alesha adalah anak yang terkenal introvert yang baru saja mengenal cinta.


" kita berangkat ya!!" Ucap Rion. " Ri!! Kita bareng kesananya tunggu!!" Fahri dan Naufal mengeluarkan motornya dan Intan naik motor bersama Naufal. " ayo berangkat!!" Ucap Fahri.


( ilustrasi Rion dan kawan kawannya dalam perjalanan menuju rumah Sakit.)


"Akhirnya sampai juga," Rion dan kawan kawannya pun turun dari motor dan berjalan memasuki areal rumah sakit. Kebetulan rumah sakit itu sudah memasuki waktu besuk.


" Jadi bagaimana kondisi anak saya dok?" Tanya Bu Rahmi, Mama nya Argina. " Anak ibu dan bapak trombositnya masih rendah.. jadi masih harus terus dirawat disini sampai trombositnya naik." Ucap Bu Farida, Dokter yang menangani Argina.


" hah? Bagaimana ini ma?" Tanya Argina. " Tenang Gin, soal biaya kamu tidak perlu khawatir. Ada Pak Galih yang akan Membiayai semua pengobatan kamu." Ucap Pak Yusuf, ayahnya Argina.


" Maaf pak soal biaya rumah sakit...semuanya sudah dibayar oleh tiga orang anak... tadi pagi ada rekening masuk dan jumlahnya sesuai dengan biaya pengobatan disini yaitu empat juta rupiah." Ucap Bu Farida.


" hah? Tiga orang anak? Jangan jangan itu Rion,Fahri dan Naufal lagi??" Gumam Argina.

__ADS_1


" halo dek...mau jenguk siapa?" Tanya pak Heri, security rumah sakit yang berjaga di depan ruangan Argina dirawat.


" jenguk Argina pak." Ucap Fahri dengan ramah. " oh silahkan masuk saja...Sudah memasuki jam besuk ini." Ucap pak Heri. " terimakasih pak." Ucap Rion.


" Assalamualaikum..." Ucap Rion dan kawan kawannya dengan ramah.


"Waalaikumsallam.." Ucap Argina,Bu Rahmi dan Pak Yusuf.


" Rion?Fahri?Naufal? Aku ingin bertanya ke kalian..tapi kalian jawab jujur ya!!" Ucap Argina.


" apakah kalian yang membayar semua biaya pengobatanku?" Tanya Argina. " iya, kita bertiga yang membayar semua biaya pengobatanmu." Ucap Rion..


"Keterlaluan kalian!! Asal kalian tahu ya...saya sejak awal sudah berjanji dengan pak Galih kalau saya akan menjodohkan Argina dengan Tio, anaknya pak Galih. Dia seorang pengusaha kaya, tidak seperti kalian...Anak berandalan yang selalu bikin onar..."Ucap Pak Yusuf.


" ada apa ini?" Tanya Pak Galih yang datang bersama Tio dan Bu Sania.


" ini anak anak berandalan ini sok mau bantu Argina. Sudah tau Argina Akan kita nikahkan dalam waktu dekat." Ucap Pak Yusuf.


Pak Galih menarik seragam sekolah Rion dan berkata," Kamu mau saya laporkan ke orangtua kamu dan sekolah kamu?" Tanya Pak Galih.

__ADS_1


" maaf pak... saya dan kawan kawan saya kesini untuk menjenguk..bukan bikin onar...lagipula saya bayar rumah sakit ini patungan dengan dua kawan saya..kalau memang saya mampu...pasti saya akan bayar biaya rumah sakit ini seorang diri." Gertak Rion..


" ini nih anak anak zaman sekarang..pada susah dibilangin." Ucap Bu Sania dengan tatapan sinis.


" Pak Galih...maaf ada kabar buruk!!" Ucap ajudan Pak Galih.


" kenapa pak?" Tanya Pak Galih. " Perusahaan mengalami kebakaran pak...dan dokumen dokumen penting itu juga ikut terbakar... semua karyawan minta gaji bulan ini dan bulan kemarin." Ucap Ajudan Pak Galih.


" hah?? Dokumen!! Uangku!!!" Teriak Pak Galih yang kemudian terkena serangan jantung. " pak...pak Galih.." Ucap Bu Sania yang nampak panik.


" Sudahlah Tio..cari saja wanita lain yang lebih dewasa. Daripada Anak gadis kampungan ini." Ucap Bu Sania dengan tegas.


" Tapi bu.... aahh ini semua gara gara kalian..." Ucap Pak Yusuf. " Maaf pak... maaf sekali...kita bertiga hanya memperjuangkan hak kami. Bukan ikut ikut urusan bapak. Iya kami paham bahwa menikahkan Argina dengan anak teman bapak itu merupakan hak bapak. Ya kami bisa menerima hal itu, Mau bapak Bilang keputusan bapak tidak dapat dibantah oke kita terima... bapak Tidak memberikan restu pada salah satu dari kita juga tidak apa apa... kami hanya bisa mendoakan yang terbaik buat keluarga bapak. Termasuk Argina... dan kami disini sebagai sahabat ya hanya bisa membantu sedikit materil dan moril." Ucap Rion.


" iya... jika nanti Argina sudah menikah dan tinggal dimanapun dengan lelaki pilihan bapak... jika kami kesana keluarga mereka terbuka bagus ya tidak juga tidak apa apa. Kami juga sadar aturan... kalau Suami Argina nanti sedang bekerja dan kita kebetulan melintas rumah Argina... dia meminta kita untuk mampir..jika tidak bersama pasangan kami masing masing...jelas kami akan menolak karena nanti urusannya makin panjang." Ucap Fahri.


" dan kita bertiga emosi seperti ini karena Spontan setelah bapak menyebut kami berandalan... jika bapak tidak melakukan hal itu maka Pernikahan Argina mungkin akan terlaksana." Ucap Naufal.


" sekarang bapak mengerti kan? Dan kamu juga mengerti kan Argina? Lihatlah, Intan kesepian setelah kehilangan Marsha..lalu kehilangan kamu..." Ucap Rion.

__ADS_1


" Ri... sabar...pulang yuk!! Udah sore...nanti aku dicari Mama." Ucap Alesha. " iya ayo, kalau begitu kita bertiga pamit.. permisi.." Rion dan kawan kawannya pergi sedangkan Argina,pak Yusuf dan Bu Rahmi meneteskan air mata penyesalan atas apa yang terjadi.


__ADS_2