Kisah Mantan Berandalan

Kisah Mantan Berandalan
Changed


__ADS_3

1 Desember jam setengah delapan pagi


Marsha sudah siap dengan seragam SMA yang ia kenakan. Walau seragam itu pemberian dari bibinya Rion waktu masih SMA dulu. " Ri... nanti siapa guru yang akan datang kesini?" Tanya Marsha.


" Enggak tau... lihat saja nanti." Ucap Rion yang membaca buku Biologi. " Assalamualaikum.." Ucap Bu Risma,Pak Hendra dan Bu Perni.


" Waalaikumsallam...ibu bapak silakan duduk." Ucap Rion dengan ramah. " Wah keren sekali!! Siapa yang menyeting villa ini menjadi sebuah kelas?" Tanya pak Hendra.


Marsha menatap Rion," dia pak.." Ujar Marsha. " ohh bagus... terimakasih Rion... kita mulai ya... jadi bapak akan menghandle Rion, bu Risma handle Marsha dan Bu Perni Handle Ayla." Ucap pak Hendra.


" baik pak." Ucap Marsha,Rion dan Ayla. " ini soal untukmu." Ucap Pak Hendra. " Matematika!!! I'm F*ck*d... kan gua bacanya biologi kok munculnya matematika!!" Batin Rion dalam hati.


" silahkan kerjakan. Waktu sampai jam 9." Ucap Pak Hendra. Rion,Marsha dan Ayla pun mengerjakan soal ulangan Akhir semester 1 itu.


" Rasain Fahri...Naufal...lu berdua enggak ada teman yang bisa ngasih contekan ke lu berdua wkwkwk" Gumam Rion dalam hati.


" Argina sama Intan juga pasti kewalahan mengerjakan soal Matematika ini." Ucap Marsha yang fokus mengerjakan soal ulangan dari atas kursi roda.

__ADS_1


( ilustrasi Fahri,Naufal,Intan dan Argina yang kewalahan mengerjakan soal Matematika)


" waktu tinggal 5 menit lagi baiklah saatnya Ulti digunakan." Rion menjawab soal ulangan itu dengan asal asalan setelah selesai ia mengumpulkannya ke Pak Hendra.


" ini pak sudah selesai...." Ucap Rion. " oke...kamu silahkan menunggu disana." Ucap Pak Hendra. " pinter amat si Rion Man, paling juga nilainya hancur." Gumam Marsha.


( bodo amat nilai hancur juga... yang penting gua usaha)


" oke waktunya habis. Silahkan kumpulkan." Ucap Pak Hendra.


Jam sebelas siang


"Hahaha Tepar juga lu mengerjakan soal matematika." Ucap Fahri. " iya... gua mana tau ulangan pertama itu matematika." Ucap Rion.


" Soalnya gampang kan??" Tanya Fahri. " bapak lu gampang.... gua sampe tepar kayak begini." Gumam Rion. " Marsha mana Ri?" Tanya Intan.


" di kamar...bersama Ayla." Ucap Rion. Intan dan Argina pun ke kamar bertemu dengan Marsha yang membaca novel pemberian Rion.

__ADS_1


" hai Sha... bagaimana kondisimu?" Tanya Intan. " alhamdulillah udah agak baikan." Ucap Marsha. " Gimana ulangan kalian tanpa aku? Menderita?" Tanya Marsha.


" kita kayak disiksa tau..... yang di kisi kisi enggak ada satupun yang keluar." Ucap Intan.


" gapapa nikmatin aja...paling nilai kita hancur." Ucap Argina yang duduk disamping Marsha.


" iya kamu betul sekali." Ucap Marsha.


"Marsha... mana kaki kamu yang sakit?" Tanya Rion. " ini... kamu mau apa emang?" Tanya Marsha. " gua cuman mau menunjukan gua setia ke lu Sha. Makanya semua gua lakuin buat lu." Ucap Rion.


Rion mengusap kaki Marsha dengan lembut. Marsha sedikit meringis kesakitan saat kakinya di belai oleh Rion.


" coba kamu turun dari tempat tidur... coba jalan dari sini ke Ciawi." Ucap Rion. " jauh sekali!! Aku mana kuat??" Tanya Marsha.. " bercanda...jalan lima langkah.. coba jalan ke si Naufal...Intan dan Argina jaga di belakang, Gua dan Fahri jaga disamping.


Marsha turun dari tempat tidur dan berjalan menuju Naufal. Dan keajaiban terjadi, Marsha bisa berjalan seperti sedia kala. " Marsha?? Kamu bisa berjalan..." Ucap Ayla yang terharu.


" Rion?? Aku bisa berjalan??" Tanya Marsha. " iya... sekarang kamu bisa berjalan... dan mungkin liburan nanti kita bisa jalan jalan.... ke pelaminan juga boleh bareng gua." Ucap Rion.

__ADS_1


" Eh gombal aja kamu!!" Ucap Marsha. " iya... yaudah sekarang kamu istirahat lagi.. makan yang teratur dan satu lagi... jangan pikirkan yang macam macam." Ucap Rion.


" iya makasih Rion." Marsha pun kembali berbaring dan Rion kembali ke ruang tamu bersama teman temannya.


__ADS_2